IPD – 03 April 2026 | Lionel Scaloni, mantan bek Lazio yang kini menjabat sebagai pelatih kepala Tim Nasional Argentina, kembali menjadi sorotan dunia sepak bola menjelang Piala Dunia 2026. Di balik sorotan terhadap Lionel Messi yang masa depannya di turnamen tersebut masih diragukan, Scalouni menegaskan keyakinannya bahwa skuad La Albiceleste tetap berada di jalur yang tepat untuk mempertahankan gelar juara dunia.
Ketidakpastian mengenai peran Messi di Piala Dunia 2026 muncul setelah laporan media menyebutkan bahwa kondisi fisik sang kapten mengalami penurunan. Meskipun demikian, Scaloni menanggapi situasi tersebut dengan nada optimis, menyatakan bahwa keputusan akhir akan diambil berdasarkan kesiapan pemain, bukan sekadar ekspektasi publik. “Kami tetap mempercayai kualitas Messi dan memberikan ruang bagi dia untuk menunjukkan kebugarannya,” ujarnya dalam konferensi pers pasca pertandingan persahabatan melawan Zambia.
Argentina mencatat kemenangan telak 5-0 atas Zambia dalam laga persahabatan terakhir, menambah kepercayaan diri skuad menjelang fase grup Piala Dunia. Tim tersebut akan bergabung di Grup J bersama Aljazair, Austria, dan Yordania.
- Aljazair
- Austria
- Yordania
Hasil positif ini menjadi bukti bahwa taktik yang diterapkan Scaloni mulai memberikan hasil, sekaligus menegaskan kesiapan Argentina untuk menghadapi tantangan di Amerika Utara.
Pada sebuah konferensi pers setelah pertandingan melawan El Salvador, Scaloni menerima peringatan dari seorang penggemar muda yang menegurnya mengenai sikap disiplin dalam tim. Penggemar tersebut menyampaikan bahwa para pemain harus selalu menghormati nilai sportivitas dan menghindari perilaku yang dapat menodai nama negara. Scaloni menanggapi dengan menghargai masukan tersebut, menambahkan bahwa ia selalu menekankan pentingnya integritas dan kerendahan hati di antara para pemain.
Selain urusan internal tim, Scaloni juga mengekspresikan rasa sedihnya atas kegagalan Italia untuk lolos ke Piala Dunia 2026. Mengingat hubungannya dengan Italia melalui kerabat dan sejarah sepak bola, ia menyatakan, “Itu menyakitkan karena Italia adalah negara saudara bagi Argentina. Kegagalan mereka menambah beban emosional bagi kami, mengingat persahabatan panjang antara kedua bangsa.” Italia tersingkir setelah kalah di babak play‑off melawan Bosnia dan Herzegovina, menjadikannya kali ketiga berturut‑turut tidak lolos ke turnamen terbesar.
Di tengah perbincangan tersebut, Lionel Messi mencetak gol ke‑902 dalam karier internasionalnya, menambah catatan gemilang sang legenda. Scaloni memuji pencapaian tersebut dan menekankan bahwa gol itu menjadi motivasi tambahan bagi seluruh skuad untuk terus mengejar prestasi. “Messi selalu memberi contoh dengan kerja kerasnya, dan gol ke‑902 ini menunjukkan bahwa semangat juang tidak pernah padam,” kata Scaloni.
Menatap ke depan, pelatih Argentina menegaskan rencana persiapan yang meliputi sesi latihan intensif, analisis taktik lawan, serta pengembangan mental pemain. Ia juga menambahkan bahwa fokus utama tetap pada kebersamaan tim dan adaptasi terhadap tekanan global yang semakin tinggi. “Kami tidak hanya mempersiapkan fisik, tetapi juga mental para pemain. Kami ingin menampilkan sepak bola yang menghibur dan tetap kompetitif,” tuturnya.
Dengan kombinasi optimisme, pengalaman, dan dukungan dari para pemain serta penggemar, Lionel Scaloni bertekad menjadikan Argentina sebagai kontestan utama di Piala Dunia 2026. Meskipun tantangan besar menanti, tekad dan strategi yang diterapkan diharapkan mampu membawa La Albiceleste kembali ke puncak dunia sepak bola.
