IPD – 13 April 2026 | Irjen Pol. Asep Safrudin, Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Kapolda Kepri), kembali menonjolkan peran institusinya dalam membantu sektor pertanian regional. Pada 9 Oktober 2025, ia memimpin program penanaman jagung bersama kelompok tani setempat sebagai upaya mengurangi beban finansial petani yang terdampak oleh tingginya harga input dan fluktuasi pasar.
Program tersebut dilaksanakan di beberapa kecamatan di Kepulauan Riau dengan dukungan logistik dari Polri, termasuk penyediaan bibit unggul, pupuk, serta tenaga kerja sukarela dari anggota kepolisian. Asep Safrudin menegaskan bahwa tindakan ini bukan sekadar aksi sosial, melainkan bagian dari strategi keamanan pangan yang lebih luas. “Petani yang sejahtera berarti stabilitas sosial yang terjaga,” ujar ia dalam sambutan resmi.
Inisiatif penanaman jagung ini selaras dengan kebijakan nasional yang dicanangkan oleh Perum Bulog. Bulog, sebagai lembaga penyerap utama hasil pertanian, telah menargetkan penyerapan empat juta ton jagung pada tahun 2026. Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menambahkan bahwa dukungan pemerintah daerah sangat krusial untuk mencapai target tersebut. Di Kepulauan Riau, potensi lahan sawah yang belum optimal menjadi peluang untuk memperluas produksi jagung, terutama dengan adanya bantuan teknis dan finansial.
Berbagai langkah konkrit yang diambil oleh Kapolda Kepri meliputi:
- Penyediaan bibit jagung hibrida berdaya hasil tinggi yang didistribusikan secara gratis kepada petani terdaftar.
- Penyuluhan agronomi yang dipandu oleh tim ahli pertanian daerah, mencakup teknik penanaman, pengendalian hama, dan pemupukan tepat guna.
- Pembentukan kelompok tani terpadu yang terhubung langsung dengan jaringan pemasaran Bulog, mempermudah proses penyerapan hasil panen.
- Pembiayaan KUR (Kredit Usaha Rakyat) yang difasilitasi oleh Polda Jabar dan dinas keuangan daerah, memberikan akses modal dengan bunga rendah.
Program ini tidak hanya meningkatkan produksi jagung, tetapi juga mengurangi ketergantungan petani pada perantara (tengkulak). Menurut data internal Polda Kepri, sejak peluncuran inisiatif pada awal Oktober, lebih dari 1.200 hektar lahan telah ditanami jagung, dengan perkiraan produksi mencapai 3.500 ton pada musim panen berikutnya.
Selain dampak ekonomi, inisiatif ini juga memperkuat hubungan antara kepolisian dan masyarakat. Asep Safrudin menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam menjaga keamanan, di mana kepolisian tidak hanya berperan sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra pembangunan. “Kami hadir untuk melindungi, namun juga untuk memberdayakan,” ujar ia.
Keberhasilan program ini menarik perhatian dinas pertanian provinsi serta kementerian pertanian pusat. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyatakan kesiapan pemerintah untuk mereplikasi model serupa di wilayah lain yang memiliki potensi pertanian tinggi. Ia menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektoral—antara kepolisian, lembaga penyerap, dan lembaga keuangan—merupakan kunci utama dalam mengatasi krisis pangan.
Namun, tantangan tetap ada. Petani masih harus menghadapi risiko iklim, terutama curah hujan yang tidak menentu di wilayah kepulauan. Untuk itu, Kapolda Kepri berkomitmen mengintegrasikan sistem peringatan dini cuaca dan asuransi pertanian dalam program lanjutan, memastikan keberlangsungan produksi jagung meski terjadi gangguan alam.
Secara keseluruhan, langkah-langkah yang diambil oleh Irjen Pol. Asep Safrudin mencerminkan paradigma baru dalam penegakan keamanan yang holistik. Dengan menggabungkan upaya keamanan, ekonomi, dan sosial, program tanam jagung ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan petani di Kepulauan Riau, tetapi juga memperkuat stabilitas regional secara keseluruhan. Ke depan, diharapkan inisiatif serupa dapat menjadi model bagi daerah lain dalam rangka mengatasi tantangan ketahanan pangan nasional.
