ING Prediksi EUR/GBP Naik: BoE Diperkirakan Turun Lebih Cepat dari ECB

IPD – 04 April 2026 | Pasar valuta asing menunjukkan dinamika yang menarik pada pasangan EUR/GBP, dengan volatilitas yang dipicu oleh perubahan diferensial suku bunga antara Bank of England (BoE) dan European Central Bank (ECB). Analisis terbaru yang dirilis oleh Francesco Pesole, analis senior di ING, menegaskan bahwa meskipun terjadi penurunan harga ECB pada sesi pagi, ekspektasi pasar tetap mengarah pada kenaikan nilai Euro terhadap Pound Inggris dalam jangka menengah.

BoE dianggap lebih rentan dibandingkan ECB karena dua alasan kunci. Pertama, bank sentral Inggris telah menyiapkan diri untuk menurunkan suku bunga bahkan sebelum konflik geopolitik melanda, menandakan kebijakan yang sudah berada pada posisi lebih dovish. Kedua, Inggris diproyeksikan akan mengalami penurunan output terbesar di antara negara OECD akibat lonjakan biaya energi, sehingga tekanan inflasi dan pertumbuhan memberikan ruang bagi BoE untuk mengadopsi kebijakan yang lebih akomodatif.

Berikut poin-poin utama yang menjadi dasar bias kenaikan EUR/GBP menurut ING:

  • Pengetatan moneter ECB masih berlanjut, sementara BoE kemungkinan akan menghentikan dan membalikkan siklus pengetatannya.
  • Komentar pejabat BoE yang terkesan kurang hawkish menambah harapan pasar akan penurunan suku bunga lebih cepat.
  • Shock energi global memberi beban berat pada pertumbuhan ekonomi Inggris, memperkuat argumen untuk kebijakan moneter yang lebih longgar.
  • Ekspektasi pasar bahwa seluruh pengetatan BoE akan terhapus dari harga, meningkatkan daya beli Pound terhadap Euro.

Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, ING tetap mempertahankan bias naik untuk EUR/GBP dan menargetkan nilai tukar pada level 0,8800. Target ini dianggap realistis mengingat lintasan kebijakan moneter yang berbeda dan perbedaan fundamental ekonomi antara kedua wilayah.

Dalam konteks pasar yang masih dipengaruhi oleh ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi harga energi, prospek jangka pendek EUR/GBP tetap dipengaruhi oleh sentimen risiko. Namun, jika BoE memang melanjutkan jalur pelonggaran dan ECB tetap pada siklus pengetatan, perbedaan suku bunga akan semakin melebar, memperkuat kecenderungan EUR menguat terhadap Pound.

Analisis ini juga menyoroti pentingnya memperhatikan data fundamental ekonomi Inggris, seperti PMI manufaktur, indeks kepercayaan konsumen, serta laporan inflasi energi. Kenaikan biaya energi yang terus memengaruhi daya beli masyarakat dapat mempercepat keputusan BoE untuk menurunkan suku bunga, yang pada gilirannya akan menurunkan nilai Pound.

Di sisi lain, ECB masih berfokus pada stabilitas harga di zona euro, dengan inflasi yang belum sepenuhnya terkendali. Kebijakan pengetatan yang berkelanjutan menambah tekanan pada mata uang Euro, namun secara relatif masih lebih kuat dibandingkan Pound yang diprediksi akan melunak.

Secara keseluruhan, pandangan ING menegaskan bahwa EUR/GBP berada pada jalur naik, didorong oleh perbedaan kebijakan moneter dan faktor fundamental yang mendukung Euro. Target 0,8800 menjadi tolok ukur utama bagi trader dan investor yang ingin menilai risiko serta peluang dalam pasangan mata uang ini.

Kesimpulannya, jika BoE memang mempercepat penurunan suku bunga sementara ECB tetap pada jalur pengetatan, EUR/GBP diperkirakan akan terus menguat, mendekati atau bahkan melampaui target 0,8800 dalam beberapa bulan mendatang. Investor sebaiknya memperhatikan perkembangan kebijakan moneter, data pertumbuhan Inggris, serta dinamika pasar energi untuk mengantisipasi pergerakan selanjutnya.

Leave a Comment