IPD – 25 Juni 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan 217,45 poin atau 3,56% ke level 5.883,88 pada penutupan perdagangan Rabu (24/6/2026), beberapa jam setelah MSCI merilis hasil MSCI Global Market Accessibility Review 2026 yang mempertahankan status Indonesia sebagai Emerging Market namun menyoroti transparansi struktur kepemilikan saham dan dugaan perdagangan terkoordinasi di pasar domestik.
Pelemahan terjadi secara luas di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sebanyak 646 saham ditutup melemah, hanya 103 saham menguat dan 210 saham tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp15,13 triliun dengan volume perdagangan 24,80 miliar saham dan frekuensi transaksi 2,009 juta kali.
Data perdagangan menunjukkan IHSG dibuka di level 6.128,27 dan sempat menyentuh level tertinggi 6.171,38 sebelum berbalik turun hingga menyentuh level terendah 5.876,93. Kapitalisasi pasar BEI tercatat sebesar Rp10.315 triliun.
Tekanan jual juga terlihat pada saham-saham berkapitalisasi besar yang selama ini menjadi penggerak utama indeks. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 3,27% ke level 5.925. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) melemah 3,44% ke level 2.810.
Sementara itu, PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP) naik 9,82% ke level 1.845. PT Pratama Widya Tbk (PTPW) menguat 24,79% ke level 1.510, PT Bhakti Multi Artha Tbk (BHAT) naik 15,91% ke posisi 1.530, PT Link Net Tbk (LINK) bertambah 13,70% menjadi 1.660.
Sebelumnya, MSCI mempertahankan Indonesia dalam kelompok pasar berkembang (Emerging Market) hingga tinjauan berikutnya pada November 2026. Namun lembaga indeks global tersebut kembali menyoroti keterbukaan informasi kepemilikan saham dan dugaan praktik perdagangan terkoordinasi yang dinilai dapat memengaruhi proses pembentukan harga saham yang wajar di pasar.
Dalam beberapa hari terakhir, beberapa perusahaan juga telah mengumumkan rencana Initial Public Offering (IPO). PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECK) akan IPO pada 7 Juli 2026, PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) pada 8 Juli 2026, PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) pada 9 Juli 2026, PT Niramas Utama Tbk (JELI) pada 7 Juli 2026, PT Bach Multi Global Tbk (BACH) pada 7 Juli 2026, dan PT RANS Intertainmen Indonesia Tbk (RANS) pada 10 Juli 2026.
Kesimpulan, IHSG mengalami penurunan yang cukup besar setelah review MSCI, namun beberapa saham seperti PT Sillo Maritime Perdana Tbk masih menunjukkan kinerja positif. Perusahaan-perusahaan lain juga telah mengumumkan rencana IPO, yang diharapkan dapat meningkatkan aktivitas di pasar saham.
