Harga Pangan Melonjak, Bagaimana Masa Depan Pangan Dunia?

IPD – 12 Mei 2026 | Harga pangan di Indonesia dan dunia saat ini mengalami lonjakan yang signifikan. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, harga cabai rawit merah telah mencapai Rp61.150 per kilogram, sedangkan telur ayam ras mencapai Rp30.850 per kilogram. Kenaikan harga ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga terjadi di negara-negara lain seperti Iran, di mana inflasi pangan telah mencapai 115 persen.

Kondisi ini diperparah dengan produksi gandum dan jagung dunia yang diperkirakan akan menyusut pada kuartal II/2026. Dewan Biji-bijian Internasional (IGC) memperkirakan total produksi biji-bijian global akan turun 60 juta ton, dengan penurunan terutama terjadi pada gandum dan jagung. Produksi gandum global diperkirakan turun 23,9 juta ton menjadi 820,8 juta ton, sedangkan produksi jagung global diperkirakan turun 24 juta ton menjadi 1,3 miliar ton.

Di Indonesia, produksi beras juga diperkirakan akan menyusut pada kuartal II/2026. Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan produksi beras untuk konsumsi pangan masyarakat pada April-Juni 2026 sebesar 9,61 juta ton, turun 0,87 juta ton atau 8,30 persen dibandingkan periode sama tahun lalu. Penurunan ini sejalan dengan menyusutnya luas panen padi menjadi 3,16 juta hektare, turun 0,26 juta hektare atau 7,64 persen secara tahunan.

Inflasi pangan yang tinggi dan produksi pangan yang menyusut dapat memiliki dampak yang signifikan terhadap ketahanan pangan dunia. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan produksi pangan, mengurangi inflasi, dan meningkatkan akses terhadap pangan yang cukup dan bergizi.

Kesimpulan, harga pangan yang melonjak dan produksi pangan yang menyusut merupakan tantangan yang signifikan bagi ketahanan pangan dunia. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya yang terintegrasi untuk meningkatkan produksi pangan, mengurangi inflasi, dan meningkatkan akses terhadap pangan yang cukup dan bergizi.

Leave a Comment