Hujan Deras Mengancam, Indonesia dan Tiongkok Mengalami Bencana Alam

IPD – 20 Mei 2026 | Hujan deras yang melanda beberapa wilayah di Indonesia dan Tiongkok telah menyebabkan bencana alam yang parah. Di Tiongkok, hujan deras telah menyebabkan banjir dan longsor yang menewaskan sedikitnya 21 orang. Sementara itu, di Indonesia, hujan deras telah menyebabkan banjir dan longsor di beberapa daerah, termasuk di Kuningan dan Lombok Timur.

Di Tiongkok, badan meteorologi telah mengeluarkan peringatan tentang cuaca ekstrem yang akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Wilayah Jiangxi, Anhui, Hunan, Hubei, Guizhou, Guangxi, Guangdong, dan Hainan diprediksi akan mengalami hujan deras dan banjir.

Sementara itu, di Indonesia, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan telah melaporkan bahwa hujan deras telah menyebabkan longsor di Kelurahan Cigadung, Kecamatan Cigugur. Longsor tersebut telah menyebabkan kerusakan pada beberapa rumah warga dan menewaskan tidak ada orang.

Di Lombok Timur, hujan deras telah menyebabkan banjir dan longsor yang menewaskan satu orang. Korban merupakan seorang pria yang terseret arus saat membersihkan selokan di dekat rumahnya.

Bencana alam yang terjadi di Indonesia dan Tiongkok ini telah menyebabkan kerusakan pada infrastruktur dan mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat. Pemerintah dan masyarakat telah bekerja sama untuk melakukan penanganan darurat dan membantu korban bencana.

Keesokan harinya, seorang bocah laki-laki berusia 7 tahun bernama Rafa dilaporkan hilang setelah terseret arus parit yang meluap di kawasan Kecamatan Paal Merah II, Kota Jambi, Rabu (20/5/2026) sore. Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB saat korban tengah bermain hujan bersama teman-temannya di sekitar area drainase.

Perkembangan hari ini pada pukul 05.00 WIB adalah: – Terdapat genangan di jalan pantura Surabaya – Probolinggo setinggi 30 cm. Saat ini jalur masih ditutup untuk kendaraan roda 4 namun kendaraan roda dua beberapa memaksa melintas. – Di Desa Sekarputih, Kecamatan Gondang Wetan, genangan air sudah surut sejak pukul 01.30 dan meninggalkan material sisa banjir berupa lumpur.

Kondisi ini menunjukkan bahwa hujan deras dapat menyebabkan bencana alam yang parah dan mematikan. Oleh karena itu, masyarakat harus selalu waspada dan siap menghadapi bencana alam yang dapat terjadi kapan saja.

Leave a Comment