IPD – 10 Juni 2026 | Harga emas dan perak Antam turun pada Selasa, 9 Juni 2026. Harga emas Antam turun Rp10.000 menjadi Rp2.733.000 per gram, sedangkan harga buyback juga turun Rp13.000 menjadi Rp2.527.000 per gram. Sementara itu, harga perak Antam turun Rp150 per gram menjadi Rp45.650 per gram.
Meskipun harga emas dan perak Antam turun, saham Aneka Tambang Tbk (ANTM) malah melonjak. Saham ANTM naik 13,83% ke Rp2.880, menjadi salah satu penyebab indeks Bisnis-27 melonjak 8,24% ke level 393,32. Selain ANTM, saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) dan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) juga mengalami kenaikan harga saham yang signifikan.
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) juga mencatatkan laba yang signifikan pada kuartal I 2026. Laba ANTM melonjak 58% menjadi Rp3,66 triliun, didukung oleh pertumbuhan laba kotor yang naik 54% menjadi Rp5,62 triliun. Sementara itu, laba usaha ANTM melonjak 67% menjadi Rp4,50 triliun.
ANTM juga tetap menjaga tingkat leverage yang relatif konservatif, dengan Debt to Equity Ratio (DER) sebesar 0,57 kali. Hal ini menunjukkan bahwa ANTM memiliki struktur permodalan yang kuat dan fleksibilitas keuangan yang baik.
Di tengah gejolak global, MIND ID dan anggota holding tetap moncer dan memberikan kontribusi besar kepada negara. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) juga mencatatkan kinerja yang positif, dengan laba bersih sebesar Rp2,93 triliun dan pendapatan Rp42,65 triliun.
Kinerja positif ini menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan di bawah naungan Holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID) tetap solid dan memiliki prospek yang baik di tengah tantangan ekonomi global.
Kesimpulan, harga emas dan perak Antam turun, namun saham Aneka Tambang melonjak. ANTM juga mencatatkan laba yang signifikan pada kuartal I 2026 dan tetap menjaga tingkat leverage yang relatif konservatif. Perusahaan-perusahaan di bawah naungan MIND ID tetap moncer dan memberikan kontribusi besar kepada negara.
