IPD – 11 Mei 2026 | Dunia kini dihebohkan oleh infeksi Virus Hanta (Hantavirus) setelah beberapa orang mengalami gangguan pernapasan berat selama pelayaran lintas negara hingga meninggal dunia di kapal pesiar MV Hondius milik operator Oceanwide Expeditions. Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization atau WHO) mencatat, setidaknya 3 orang meninggal dunia akibat infeksi Hantavirus dari 5 orang yang terkonfirmasi.
Dua di antaranya adalah pasangan suami istri yang melakukan perjalanan lintas negara untuk meneliti burung. Keduanya sempat melakukan perjalanan ke Argentina, Chile, dan Uruguay yang daerahnya identik dengan virus Andes, salah satu dari 40 varian Hantavirus di seluruh dunia.
Pakar Infeksi Penyakit Tropik sekaligus Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dominicus Husada menjelaskan bahwa penyebaran virus yang berasal dari hewan pengerat termasuk tikus ini tidak perlu dicemaskan berlebihan. Menurutnya, masyarakat tidak perlu takut berlebihan mengingat virus ini sejatinya bukan virus baru.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sendiri sudah mencatat keberadaan Hantavirus di Indonesia sejak tahun 2015. Seturut data Kemenkes, terdapat 23 orang yang terkonfirmasi positif Hantavirus varian Seoul sepanjang tahun 2024-2026. Jumlah itu tersebar di 9 provinsi di dalam negeri, meliputi 6 kasus di DKI Jakarta, 6 kasus di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), 5 kasus di Jawa Barat, dan masing-masing satu kasus di Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, Banten, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Varian Seoul berbeda dengan varian Andes, yang menjangkiti sejumlah orang di MV Hondius hingga meninggal dunia. Kemenkes mencatat, semua kasus terkonfirmasi terjangkit hantavirus di Indonesia merupakan varian Seoul. Dominicus menekankan bahwa penyebaran virus ini tidak perlu dicemaskan berlebihan karena sudah diketahui sejak lama dan dapat dicegah dengan menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak dengan hewan pengerat.
Sementara itu, satu orang lain yang dinyatakan meninggal dunia adalah perempuan asal Jerman. Sejumlah negara kemudian menerapkan isolasi kepada warganya yang turun dari MV Hondius. Negara tersebut adalah Inggris, Amerika Serikat (AS), hingga tetangga dekat Indonesia, Singapura.
Teams akan membawa kembali warga Amerika ke National Quarantine Unit di Nebraska. Hal ini dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Hantavirus lebih lanjut.
Dalam beberapa kasus, Hantavirus dapat menyebabkan gejala berat seperti demam, sakit kepala, dan kesulitan bernapas. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah penyebaran virus ini.
Sebagai kesimpulan, Hantavirus merupakan ancaman yang nyata, namun tidak perlu dicemaskan berlebihan. Dengan meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kebersihan lingkungan, kita dapat mencegah penyebaran virus ini dan menjaga kesehatan masyarakat.
