GBP/USD Turun Lagi Pasca Data Ekonomi AS Meredam Sentimen Risiko Gencatan Senjata Iran

IPD – 22 April 2026 | Pearl pair GBP/USD mengalami penurunan sekitar 0,15% pada perdagangan Selasa, kembali menguji level 1,3500 setelah sesi volatil yang mencatat pergerakan seluas 60 pip. Pasangan mata uang ini sempat berbalik dua kali dalam sesi Eropa dan Amerika, menampilkan candle penurunan tajam namun berhasil memantul kembali dari level terendah sebelum melanjutkan pemulihan moderat menjelang penutupan.

Kondisi pasar dipengaruhi oleh dua faktor utama. Pertama, keputusan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk memperpanjang tenggat waktu pembicaraan damai dengan Iran setelah Teheran menolak mengirim delegasi ke lokasi yang ditentukan. Langkah tersebut awalnya meningkatkan selera risiko, menurunkan daya tarik Dolar AS. Kedua, data ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan, khususnya Penjualan Ritel Maret yang naik 1,7% secara bulanan (di atas proyeksi 1,4%), serta pernyataan hawkish dari calon Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, kembali menguatkan dolar pada sesi Amerika.

Sementara itu, data ketenagakerjaan Inggris memberikan gambaran yang beragam. Tingkat Pengangguran ILO menurun menjadi 4,9% melampaui konsensus 5,2%, namun Jumlah Pemohon Klaim meningkat sebesar 26,8 ribu, di atas perkiraan 21,4 ribu. Indeks Ketenagakerjaan tiga bulan terakhir juga melambat, dengan penurunan menjadi 25 ribu dari 84 ribu sebelumnya. Upah tetap kuat, dengan Pendapatan Rata‑Rata (tanpa bonus) naik 3,6% YoY, sedikit di atas estimasi 3,5%.

Berikut rangkuman data utama yang memengaruhi pergerakan GBP/USD:

  • Data AS: Penjualan Ritel Maret +1,7% MoM (proyeksi +1,4%).
  • Data Inggris: Pengangguran ILO 4,9% (vs 5,2% perkiraan); Klaim Pengangguran naik 26,8 ribu (vs 21,4 ribu perkiraan); Upah rata‑rata +3,6% YoY.
  • Sentimen geopolitik: Perpanjangan tenggat waktu Iran oleh Presiden Trump, menurunkan ekspektasi gencatan senjata.

Analisis teknis pada kerangka waktu 15‑menit menunjukkan GBP/USD diperdagangkan di level 1,3504, berada di bawah harga pembukaan harian 1,3529. Stochastic RSI berada di paruh atas kisarannya setelah memantul dari zona jenuh jual, mengisyaratkan potensi koreksi ke atas, meski hingga kini momentum masih terbatas pada konsolidasi.

Resistance terdekat berada pada harga pembukaan harian 1,3529. Selama level ini tetap kuat, tekanan jual akan tetap berlanjut. Di sisi bawah, tidak terdapat support yang jelas pada timeframe singkat, sehingga trader cenderung memantau level terendah intraday sebelumnya untuk mengidentifikasi kemungkinan pembentukan dasar.

Pandangan pada grafik harian lebih positif. GBP/USD berada di atas EMA 50‑hari (1,3424) dan EMA 200‑hari (1,3364), menandakan bias bullish jangka pendek masih terjaga. Namun, Stochastic RSI berada di zona jenuh beli mendekati 90, menandakan bahwa momentum naik mulai jenuh dan berpotensi mengalami koreksi atau fase konsolidasi.

Support utama pada grafik harian terletak di EMA 50‑hari sekitar 1,3424, dengan dukungan tambahan dari EMA 200‑hari di 1,3364. Selama pasangan tetap di atas moving average ini, penurunan lebih dalam akan dipandang sebagai korektif dalam tren naik yang lebih luas.

Investor dan trader yang memperhatikan kalender ekonomi minggu ini harus menyiapkan diri untuk rilis Indeks Harga Konsumen (CPI) Inggris yang dijadwalkan pada hari Rabu. Konsensus memperkirakan headline CPI naik menjadi 3,3% YoY, naik dari 3% pada bulan sebelumnya, sementara CPI inti diperkirakan tetap stabil di 3,2%. Data ini dapat menjadi katalis utama yang menentukan arah GBP selanjutnya, terutama jika hasilnya melampaui atau di bawah ekspektasi pasar.

Secara keseluruhan, pergerakan GBP/USD pada hari Selasa mencerminkan dinamika antara sentimen geopolitik yang sempat menguatkan risiko, dengan data ekonomi AS yang menurunkan ekspektasi risiko tersebut. Kombinasi ini menghasilkan tekanan jual pada Sterling, meskipun fondasi teknis jangka pendek masih menunjukkan potensi pemulihan jika harga dapat menembus kembali resistance 1,3529 dan menguatkan momentum bullish.

Trader disarankan untuk tetap memantau perkembangan kebijakan moneter Federal Reserve serta pernyataan resmi pemerintah Inggris terkait kebijakan suku bunga, karena kedua faktor ini dapat memperkuat atau melemahkan nilai GBP dalam jangka menengah. Di samping itu, perkembangan situasi Iran dan potensi gencatan senjata kembali menjadi faktor eksternal yang dapat memicu pergeseran sentimen risiko secara tiba‑tiba.

Dengan latar belakang tersebut, strategi perdagangan yang mengutamakan manajemen risiko, termasuk penempatan stop‑loss yang ketat di sekitar level support EMA 50‑hari, serta penyesuaian ukuran posisi sesuai volatilitas, menjadi penting bagi pelaku pasar yang ingin memanfaatkan peluang pada pasangan GBP/USD.

Leave a Comment