IPD – 09 April 2026 | Pasangan mata uang GBP/USD kembali menjadi sorotan utama di pasar forex setelah menembus level 1,3480, namun kemudian kembali turun ke zona pertengahan 1,33. Analisis terbaru yang disampaikan oleh analis senior UOB, Quek Ser Leang dan Lee Sue Ann, menyoroti bahwa pergerakan ini menandakan fase konsolidasi jangka pendek dengan rentang harga antara 1,3350 dan 1,3450.
Di sisi lain, level support kuat pada 1,3280 tetap menjadi landasan utama yang harus dipertahankan. Selama support ini tidak terganggu, pasar diperkirakan akan terus beroperasi dalam kanal sempit yang telah teridentifikasi. Namun, apabila harga berhasil menembus di bawah support ini, tekanan jual dapat meningkat secara signifikan.
UOB juga menyoroti risiko penurunan yang dapat terjadi apabila penutupan mingguan berada di bawah level support utama 1,3300. Pada skenario tersebut, mata uang pound berpotensi meluncur lebih jauh menuju zona support berikutnya di kisaran 1,2945 hingga 1,3010. Pergerakan semacam ini mencerminkan dinamika pasar yang sensitif terhadap sentimen global, terutama terkait kebijakan moneter bank sentral Inggris dan Amerika Serikat.
Berbagai faktor fundamental turut memengaruhi arah GBP/USD. Kebijakan suku bunga Bank of England (BoE) yang masih berada di level 5,25% dan ekspektasi penurunan lebih lanjut masih menjadi pertimbangan utama bagi para trader. Di sisi lain, Federal Reserve (Fed) AS diperkirakan akan menjaga suku bunga pada kisaran 5,00%-5,25% dalam beberapa pertemuan mendatang, menambah tekanan pada pound jika data inflasi AS tetap tinggi.
Data ekonomi terbaru dari Inggris, seperti indeks harga konsumen (CPI) dan data pasar tenaga kerja, juga dapat memicu volatilitas. Jika inflasi menunjukkan penurunan yang lebih cepat dari perkiraan, BoE mungkin akan mempertimbangkan pelonggaran kebijakan, yang pada gilirannya dapat menurunkan nilai pound terhadap dolar. Sebaliknya, data yang lebih kuat dari perkiraan dapat memperkuat GBP dan mendorong harga kembali ke atas level 1,3480.
Strategi perdagangan yang disarankan oleh UOB meliputi pendekatan range trading di dalam kanal 1,3350‑1,3450, sambil menunggu sinyal penutupan di atas 1,3480 untuk mengonfirmasi momentum bullish. Bagi trader yang mengadopsi pendekatan konservatif, penempatan stop‑loss di bawah 1,3280 dapat melindungi posisi dari pergerakan yang tidak diinginkan. Sementara itu, trader dengan toleransi risiko lebih tinggi dapat mempertimbangkan entry long pada penutupan di atas 1,3480, dengan target pertama di 1,3520 dan target sekunder di 1,3600 jika momentum berlanjut.
Pengamatan teknikal juga menekankan pentingnya level resistance di 1,3480 sebagai zona psikologis. Pada level ini, aksi jual biasanya muncul karena para trader yang mengunci profit. Oleh karena itu, penutupan di atas level ini membutuhkan volume beli yang cukup kuat untuk menembus resistance tersebut. Volume perdagangan yang meningkat pada sesi London dan New York menjadi indikator penting untuk menilai kekuatan breakout.
Di samping itu, indikator teknikal seperti Moving Average Convergence Divergence (MACD) dan Relative Strength Index (RSI) menunjukkan sinyal yang masih netral, menguatkan pandangan bahwa pasar masih berada dalam fase konsolidasi. Namun, jika MACD menunjukkan crossover bullish dan RSI naik di atas 50, peluang breakout ke atas 1,3480 menjadi lebih realistis.
Kesimpulannya, GBP/USD berada pada persimpangan penting. Selama penutupan harian tetap berada di bawah 1,3480, pasar kemungkinan akan terus bergerak dalam range yang sempit, dengan support utama di 1,3280 melindungi posisi downside. Namun, jika harga berhasil menutup di atas 1,3480, jalur kenaikan menuju 1,3520 dan seterusnya terbuka lebar, asalkan dukungan fundamental dan teknikal tetap mendukung. Trader disarankan untuk memantau data ekonomi Inggris dan AS, serta memperhatikan aksi harga pada level resistance kritis, guna mengelola risiko dengan tepat.
