IPD – 05 April 2026 | Pasangan mata uang Euro terhadap Dolar Amerika (EUR/USD) menutup minggu dengan penurunan tajam, mencatat pelemahan sebesar 1,74% dalam tujuh hari terakhir. Pada akhir sesi perdagangan, EUR/USD diperdagangkan di sekitar 1,1414, menandai penurunan di bawah Simple Moving Average (SMA) 200-hari yang berada pada level 1,1672. Penembusan ini mengubah bias pasar menjadi bearish dan menempatkan pasangan mata uang tersebut dalam zona tekanan jual yang kuat.
Analisis teknikal mingguan menunjukkan bahwa EUR/USD kini berada di bawah level penting 1,1450, membuka ruang bagi penurunan lebih lanjut. Indikator Relative Strength Index (RSI) telah berada di bawah titik netral 50 sejak tiga minggu lalu, menegaskan momentum bearish yang berkelanjutan. Jika level support pertama di 1,1400 terlampaui, pasangan ini berpotensi menembus level selanjutnya di 1,1300, yang sekaligus akan membuka jalan bagi pengujian Simple Moving Average 100-minggu di 1,1165.
Di level harian, pola yang sama terlihat. Support kunci pertama pada grafik harian terletak pada swing low tanggal 1 Agustus 2025 di 1,1391. Kegagalan menahan level ini dapat memicu penurunan menuju level terendah harian pada 29 Mei 2025, yakni 1,1210. Bila tekanan berlanjut, area minat berikutnya berada pada level terendah 12 Mei 2025 di 1,1065.
Berikut merupakan rangkuman persentase perubahan nilai Euro terhadap mata uang utama selama minggu terakhir:
| Mata Uang | USD | EUR | GBP | JPY | CAD | AUD | NZD | CHF |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| USD | 1.15% | 0.89% | 1.04% | 0.86% | 0.05% | 1.68% | 1.51% | |
| EUR | -1.15% | -0.36% | -0.11% | -0.32% | -1.12% | 0.37% | 0.34% | |
| GBP | -0.89% | 0.36% | 0.19% | 0.05% | -0.76% | 0.77% | 0.66% | |
| JPY | -1.04% | 0.11% | -0.19% | -0.19% | -0.97% | 0.48% | 0.48% | |
| CAD | -0.86% | 0.32% | -0.05% | 0.19% | -0.82% | 0.73% | 0.61% | |
| AUD | -0.05% | 1.12% | 0.76% | 0.97% | 0.82% | 1.54% | 1.35% | |
| NZD | -1.68% | -0.37% | -0.77% | -0.48% | -0.73% | -1.54% | -0.11% | |
| CHF | -1.51% | -0.34% | -0.66% | -0.48% | -0.61% | -1.35% | 0.11% |
Heat map yang menampilkan perubahan persentase mata uang utama mengindikasikan bahwa Euro masih berada di posisi yang relatif lemah dibandingkan Dolar AS, namun masih lebih kuat bila dibandingkan dengan beberapa mata uang lain seperti Dolar Selandia Baru. Data ini memperkuat pandangan bahwa tekanan jual pada EUR/USD berpotensi berlanjut dalam jangka pendek hingga menengah.
Para trader dan analis yang memantau pasar forex disarankan untuk memperhatikan level-level kunci tersebut. Penembusan di bawah 1,1400 dapat menjadi sinyal tambahan bagi short position, sementara penolakan di sekitar level tersebut dapat memberikan peluang bagi pembalikan singkat atau setidaknya stabilisasi harga. Penggunaan stop loss di atas level 1,1450 atau di sekitar SMA 200-hari dapat membantu melindungi posisi dari volatilitas yang tidak terduga.
Secara fundamental, pergerakan EUR/USD dipengaruhi oleh kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve) dan Bank Sentral Eropa (ECB). Kenaikan suku bunga yang agresif di AS serta prospek pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dibandingkan zona euro memberikan dorongan bagi Dolar AS, memperlemah Euro. Jika data inflasi atau tenaga kerja di Eropa menunjukkan tekanan berkelanjutan, pasangan ini dapat mengalami penurunan tambahan.
Kesimpulannya, tren bearish pada EUR/USD kini terkonfirmasi oleh penembusan SMA 200-hari dan RSI yang berada di zona negatif. Level support penting berada di 1,1400 dan 1,1300, sementara SMA 100-minggu di 1,1165 menjadi zona support jangka panjang berikutnya. Para pelaku pasar sebaiknya menyiapkan strategi manajemen risiko yang tepat, mengingat volatilitas yang masih tinggi pada pasangan mata uang utama ini.
