IPD – 16 April 2026 | Strategi senior Valas Rabobank, Jane Foley, menyoroti pergerakan pasangan mata uang euro terhadap pound sterling (EUR/GBP) dalam konteks perubahan ekspektasi kebijakan moneter Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank of England (BoE). Meskipun dalam beberapa minggu terakhir EUR/GBP masih berada dalam zona bias penurunan, Foley menilai tren tersebut mulai melunak seiring memasuki musim semi, dan mengantisipasi pergerakan naik secara moderat menjelang musim gugur.
Foley menjelaskan bahwa sejak awal bulan ini pasangan EUR/GBP diperdagangkan dalam rentang yang relatif sempit, namun masih tertekan oleh kecenderungan penurunan. “Kami melihat bias penurunan mulai kehilangan tenaga,” ungkapnya, menambahkan bahwa pasar kini lebih fokus pada potensi rebound yang terukur daripada melanjutkan penurunan tajam.
Faktor utama yang memengaruhi dinamika EUR/GBP adalah perubahan persepsi terhadap kebijakan suku bunga. Pada bulan Maret, sebagian besar bank sentral G10 mengirimkan sinyal hawkish yang kuat, meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga. Namun, dalam beberapa minggu terakhir, pasar telah menyesuaikan pandangannya, mengurangi proyeksi kenaikan suku bunga yang agresif dari ECB dan BoE. “Pasar masih memperkirakan kenaikan suku bunga dalam jangka satu tahun, namun aksi yang diimplikasikan oleh suku bunga pasar kini lebih moderat dibandingkan Maret,” jelas Foley.
Sejalan dengan penurunan ekspektasi kebijakan moneter, Foley menekankan strategi beli pada saat penurunan EUR/GBP menjelang pemilihan lokal di Inggris pada bulan Mei. “Kami lebih memilih membeli saat penurunan pada EUR/GBP menjelang pemilihan bulan Mei,” kata Foley, menambahkan bahwa pergerakan naik diperkirakan akan berlangsung secara bertahap dan mengarah ke level 0,88 pada akhir musim gugur.
Situasi politik di Inggris juga memberikan tekanan tambahan pada pound sterling. Menurunnya prospek pertumbuhan ekonomi Inggris menambah beban bagi Partai Labour menjelang pemilihan lokal dan pemilihan parlemen di Wales serta Skotlandia. Kekalahan signifikan Labour dapat memicu ketidakstabilan kepemimpinan bagi Perdana Menteri Keir Starmer, yang pada gilirannya dapat menurunkan sentimen terhadap GBP.
Foley mencatat bahwa risiko politik tersebut kemungkinan akan membuat spekulan enggan menahan posisi beli pada GBP menjelang pemilihan. “Risiko politik meningkatkan keengganan spekulan untuk memegang posisi beli GBP,” ujarnya, menegaskan kembali pentingnya membeli EUR/GBP pada fase penurunan.
Selain faktor politik, optimisme terkait penyelesaian konflik di Timur Tengah juga turut memengaruhi dinamika mata uang. Dengan harapan bahwa perang di wilayah tersebut akan segera berakhir, inflasi global diperkirakan akan terhindar dari tekanan tambahan. Data Produk Domestik Bruto (PDB) Inggris yang lemah dapat mengurangi spekulasi kenaikan suku bunga BoE, memperlemah nilai pound lebih lanjut.
Berikut rangkuman faktor-faktor kunci yang memengaruhi EUR/GBP menurut Rabobank:
- Penurunan bias penurunan EUR/GBP seiring berjalannya musim semi.
- Revisi ekspektasi kenaikan suku bunga ECB dan BoE menjadi lebih moderat.
- Strategi beli pada fase penurunan menjelang pemilihan Mei.
- Ketidakpastian politik di Inggris yang menekan nilai GBP.
- Optimisme penyelesaian konflik Timur Tengah yang dapat menurunkan tekanan inflasi global.
Dengan semua variabel di atas, Rabobank memproyeksikan EUR/GBP akan menguat secara bertahap, menargetkan level 0,88 pada akhir musim gugur. Pergerakan ini diharapkan terjadi seiring dengan penurunan ketegangan politik dan kebijakan moneter yang lebih terukur.
Investor disarankan untuk memantau data ekonomi utama Inggris, agenda pemilihan lokal, serta pernyataan kebijakan ECB dan BoE. Perubahan signifikan pada salah satu faktor tersebut dapat memicu volatilitas jangka pendek, namun secara keseluruhan prospek jangka menengah tetap mengarah pada penguatan euro terhadap pound.
Kesimpulannya, meski EUR/GBP masih berada dalam zona penurunan, dinamika pasar menunjukkan bahwa bias penurunan sedang memudar. Kombinasi faktor ekonomi, politik, dan geopolitik memberikan ruang bagi euro untuk menguat secara moderat, dengan target utama pada level 0,88 menjelang musim gugur.
