England Kalah dari Jepang, Tantangan Besar Menjelang Piala Dunia 2026

IPD – 01 April 2026 | Tim nasional Inggris menutup fase persiapan menjelang Piala Dunia 2026 dengan kekalahan tipis 0-1 melawan Jepang di Wembley Stadium pada 31 Maret 2026. Gol tunggal Jepang dicetak oleh Karou Mitoma pada menit ke-23, sementara tiga penyerang utama Inggris, termasuk kapten Harry Kane, absen karena cedera. Kekalahan ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai kesiapan tiga singa (Three Lions) dalam menghadapi turnamen besar musim panas nanti.

Dalam laga tersebut, manajer Phil Foden memutuskan menurunkan sistem 4-2-3-1 dengan Jordan Pickford di bawah mistar gawang, Ben White dan Ezri Konsa sebagai bek kanan dan kiri, serta Marc Guehi memegang armband kepemimpinan. Di lini tengah, Elliot Anderson dan Nico O’Reilly berusaha menahan serangan Jepang, sementara Phil Foden, yang dimainkan sebagai false nine, tidak mampu memberikan ancaman yang cukup. Penyerang cadangan Marcus Rashford menembus pertahanan lawan pada menit ke-77, namun tendangan tersebut melenceng jauh dari tiang gawang.

Penilaian pemain menunjukkan performa beragam. Pickford mendapatkan nilai 7 karena penyelamatan penting meski tidak dapat menghentikan gol Mitoma. Ben White mendapat nilai terendah, 4, karena terus-menerus terpapar serangan Jepang di sisi kanan. Ezri Konsa dinilai 6, sementara Marc Guehi memperoleh nilai 6 meski tidak menunjukkan performa terbaik. Di lini serang, Foden dinilai 5 karena perannya sebagai false nine tidak efektif, sedangkan Rashford mendapatkan nilai 7 setelah usahanya menembak ke gawang. Secara keseluruhan, tim menampilkan permainan yang terkesan datar dan kurang kreatif, menandakan kebutuhan akan penyesuaian taktik menjelang Piala Dunia.

Di sisi lain, sorotan juga beralih ke generasi muda Inggris. Max Dowman, pemain berusia 16 tahun asal Arsenal, kembali mencuri perhatian dengan gol solo spektakuler pada pertandingan U19 melawan Portugal. Dowman, yang baru-baru ini menjadi pencetak gol termuda dalam sejarah Premier League, mengawali serangan dari setengah lapangan, menembus dua bek, dan menutup dengan chip indah ke sudut gawang. Meskipun kemenangan 6-0 tidak cukup untuk mengamankan tiket ke Euro U19 karena Serbia mengungguli mereka di grup, penampilan Dowman menegaskan kedalaman bakat yang dimiliki Inggris.

Kekalahan melawan Jepang menambah tekanan pada Foden, terutama karena Inggris belum menampilkan Harry Kane. Sejumlah analis menilai bahwa tanpa kehadiran Kane, Inggris bertransformasi menjadi “Set-Piece FC” yang sangat bergantung pada standar situasi bola mati. Tanpa striker utama, lini serang Inggris terlihat kurang tajam, sementara pemain seperti Foden dan Rashford masih mencari cara untuk mengisi kekosongan tersebut.

Reaksi pemain dan staf pun beragam. Kapten sementara Marc Guehi menyatakan kebanggaannya bisa memimpin tim meski hasilnya mengecewakan, menekankan pentingnya belajar dari kegagalan. Di sisi lain, Phil Foden mengakui bahwa formasi dan taktik yang diterapkan pada pertandingan ini masih perlu disempurnakan, terutama dalam hal menciptakan peluang di depan gawang lawan.

Dengan Piala Dunia yang semakin dekat, Inggris memiliki waktu terbatas untuk mengoptimalkan skuad. Penggantian taktis, kemungkinan penambahan pemain baru, serta penyesuaian strategi menyerang menjadi kunci utama. Pengamatan terhadap performa pemain muda seperti Max Dowman juga dapat memberikan alternatif bagi manajemen untuk memperkaya opsi menyerang.

Kekalahan ini menjadi pelajaran penting bagi Inggris. Jika mereka tidak menemukan cara mengoptimalkan serangan tanpa Kane dan meningkatkan konsistensi pertahanan, harapan untuk menembus babak lanjutan Piala Dunia 2026 bisa terancam. Namun, dengan bakat muda yang menjanjikan dan pengalaman melawan tim Asia yang kuat, tiga singa masih memiliki peluang untuk bangkit sebelum turnamen dimulai.

Leave a Comment