IPD – 21 Juni 2026 | Timnas Tunisia, yang berjuluk Eagles of Carthage, merupakan salah satu kekuatan utama sepak bola di benua Afrika. Sejak tahun 1994, Tunisia tidak pernah absen dalam 17 edisi terakhir Piala Afrika (AFCON). Mereka berhasil meraih gelar juara Piala Afrika pada tahun 2004 dan menjadi runner-up pada tahun 1965 dan 1996.
Sebagai salah satu negara tersukses di sepak bola Afrika, Tunisia rutin menembus ajang akbar Piala Dunia FIFA. Mereka telah tujuh kali tampil di Piala Dunia, yaitu pada tahun 1978, 1998, 2002, 2006, 2018, 2022, dan 2026. Jumlah partisipasi Tunisia di Piala Dunia sama dengan timnas Maroko, dan hanya Kamerun yang memiliki rekor penampilan lebih banyak, yaitu delapan kali.
Namun, intensitas partisipasi Tunisia di Piala Dunia berbanding terbalik dengan prestasi. Mereka belum pernah melewati fase grup FIFA World Cup, sementara Maroko sudah menembus semifinal Piala Dunia dan Kamerun pernah mencapai perempat final. Nigeria, yang baru enam kali tampil di Piala Dunia, sudah tiga kali menembus babak 16 besar.
Pelatih Timnas Tunisia, Herve Renard, mengatakan bahwa kekalahan 0-4 dari Jepang pada laga kedua Grup F Piala Dunia 2026 sulit diterima. Pertandingan Tunisia vs Jepang digelar di Stadion Monterrey, Meksiko, pada Minggu (21/6/2026) siang WIB. Pesta gol Jepang dicetak melalui aksi Daichi Kamada (4′), brace Ayase Ueda (31′, 83′), dan Junya Ito (69′).
Renard merasa bahwa penampilan skuad asuhannya tidak sesuai harapan. Skor telak yang diderita tim asuhannya juga menjadi bukti perbedaan kelas dari kedua tim yang bermain. Timnas Tunisia dipastikan tersingkir dari Piala Dunia 2026 usai mengalami dua kekalahan secara beruntun dari Swedia (1-5) dan Jepang (0-4).
Pelatih Jepang, Hajime Moriyasu, mengakui bangga dengan penampilan timnya saat melawan Tunisia. Kedua tim bertarung dalam babak penyisihan Grup F Piala Dunia 2026 di Monterrey Stadium, Minggu (21/6/2026). Pada pertandingan ini Jepang sukses mengunci kemenangan dengan skor akhir 0-4.
Ini jadi performa yang cukup solid karena laga perdana mereka bisa menahan imbang dengan skor 2-2 saat melawan Belanda. Samurai Biru sementara berada di posisi kedua klasemen dan menempel ketat Belanda di puncak. Moriyasu menjelaskan bahwa pertandingan ini mereka jalani dengan baik. Dia menyadari bahwa tekanan untuk berada di Piala Dunia memang tidak mudah.
Timnas Tunisia telah melakukan perubahan pelatih di tengah turnamen, dengan Herve Renard menggantikan Sabri Lamouchi setelah kekalahan telak 1-5 dari Swedia. Namun, perubahan ini tidak membuahkan hasil, dan Tunisia tetap gagal meraih kemenangan.
Kesimpulan dari pertandingan ini adalah bahwa Tunisia masih belum bisa menunjukkan peningkatan signifikan dalam performa mereka di Piala Dunia 2026. Sementara itu, Jepang menunjukkan kemampuan yang solid dan siap untuk melangkah ke fase gugur.
