Eca Sabana Bikin Gempar di Yamaha Cup Race 2026: Prestasi Gemilang di Tengah Dominasi Pembalap Pria dan Tuntutan Kelas Perempuan

IPD – 19 April 2026 | Ajang Yamaha Cup Race 2026 kembali menggebrak Sirkuit Puncak Mario, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan pada 18-19 April. Lebih dari 400 starter dari seluruh penjuru Indonesia menuruti tantangan drag battle, road race, dan endurance, menyiapkan panggung bagi generasi baru pembalap motor. Di antara puluhan peserta, satu nama menonjol: rider wanita berusia 21 tahun, Ressa Fauziah alias Eca Sabana, yang berhasil menduduki podium tiga kali dalam satu hari kompetisi, menandai pencapaian langka di tengah mayoritas pembalap laki‑laki.

Seri perdana Yamaha Cup Race 2026 menampilkan 13 kelas balapan utama, mulai dari MX King 150cc hingga kelas Bebek 2‑T 116‑125cc. Berikut rangkaian kelas utama yang dipertandingkan pada hari kedua:

  • YCR1 – MX King 150cc Tune Up Mix Expert
  • YCR2 – MX King 150cc Tune Up Mix Novice
  • YCR3 – MX King 150cc Rookie
  • YCR4 – Matic Standard Showroom 125cc Lokal Open
  • YCR5 – MAXi GP Open 155cc
  • YCR6 – MAXi GP Semi Pro 155cc Open
  • YCR7 – MAXi GP Open 250cc Up Mix Standard & Modif
  • YCR8 – Bebek 4T 130cc Tune Up Open Ex MP2
  • YCR9 – Bebek 4T 125cc Tune Up U23 Ex MP4
  • YCR10 – Bebek Standard 2T 116‑125cc Lokal
  • YCR11 – Bebek Standard 2T 116‑125cc U23
  • YCR12 – Bebek Standard 2T 116‑125cc Open
  • YCR13 – Endurance GEAR Ultima

Selain kelas utama, drag battle Yamalube Turbo Matic (YTMDB) mempertemukan 10 kelas dengan motor Lexi LX155, NMax, dan Aerox. Media, influencer, dan KOL bersaing ketat, namun takluk dihadapan pembalap berpengalaman seperti Iksan Lala dan Iswandi Muis. Meskipun tim media mencatat waktu yang kompetitif, mereka tetap berada di urutan kedua di sebagian besar kelas.

Eca Sabana, satu-satunya perempuan yang berpartisipasi di antara ratusan rider, berhasil menembus podium di tiga kelas drag battle: YTMDB5 (Maxi Open 155cc N‑Max), YTMDB7 (Maxi Open 155cc Lexi), dan YTMDB9 (Dynamic MAXI Open 250cc). Prestasinya tidak hanya menjadi sorotan media, tetapi juga memicu diskusi tentang perlunya kelas khusus perempuan dalam Yamaha Cup Race. “Saya senang bisa menunjukkan bahwa perempuan juga bisa bersaing di level tertinggi,” ujar Eca dalam wawancara singkat setelah balapan. “Namun, saya berharap ke depannya ada kategori khusus yang memberi kesempatan lebih adil bagi rider wanita,” tambahnya.

General Manager PT Suraco Jaya Indah Motor, Frengky J. Tunandar, menilai keberhasilan Yamaha Cup Race sebagai ladang pembibitan bakat nasional. “Ajang ini telah melahirkan banyak nama yang kini menembus kancah internasional, seperti Mahendra. Kami berharap ke depannya semakin banyak talenta, termasuk perempuan, yang dapat mengharumkan nama Indonesia,” kata Frengky. Ia menambahkan, antusiasme masyarakat Sidrap dan Sulawesi Selatan sangat tinggi, sehingga harapan akan munculnya pembalap yang menembus level Asia bahkan dunia menjadi realistis.

Iswandi Muis, pembalap berpengalaman asal Palopo, mengakui kompetisi ini sangat menantang. “Balapan melawan media dan influencer memberikan sensasi berbeda, karena mereka belum terbiasa dengan tekanan lintas jalur,” ungkapnya. Sementara itu, pihak penyelenggara menegaskan bahwa Yamaha Cup Race 2026 akan terus berlanjut ke provinsi lain, dengan tujuan menciptakan ekosistem balap yang inklusif dan berkelanjutan.

Kesimpulannya, Yamaha Cup Race 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi motor tingkat nasional, tetapi juga menjadi panggung bagi perubahan struktural dalam dunia balap Indonesia. Keberhasilan Eca Sabana mengukir tiga podium di tengah dominasi pembalap pria menegaskan potensi besar rider wanita. Dukungan dari penyelenggara, media, dan masyarakat setempat menjadi kunci untuk mewujudkan kelas khusus perempuan yang diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bagi generasi selanjutnya.

Leave a Comment