IPD – 31 Maret 2026 | Jakarta, 31 Maret 2026 – Badan Gizi Nasional (BGN) mengumumkan penyesuaian skema distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan berlangsung mulai bulan ini. Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menyatakan bahwa makanan segar (fresh food) untuk siswa akan dibagikan selama lima hari kerja dalam seminggu, sementara kelompok berisiko tinggi – ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) – tetap menerima makanan hingga hari Sabtu. Di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), pemerintah mengalihkan fokus kepada bahan pangan kering yang lebih mudah disimpan dan didistribusikan.
“Makanan fresh food dibagikan hanya lima hari untuk anak sekolah,” ujar Nanik dalam keterangan tertulisnya di Jakarta. “Hal ini bertujuan menjaga kualitas dan kesegaran bahan pangan serta menyesuaikan kapasitas logistik di tiap daerah.” Kebijakan baru ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi distribusi sekaligus memastikan bahwa setiap penerima manfaat memperoleh gizi yang sesuai standar nasional.
Kelompok 3B, yang mencakup ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, tetap mendapatkan penyaluran makanan hingga hari Sabtu. “Untuk 3B, mekanisme pendistribusiannya seperti biasa sampai hari Sabtu,” tambah Nanik. Ini berarti anak-anak di bawah lima tahun, ibu hamil, dan ibu menyusui tidak akan kehilangan akses gizi penting pada hari akhir pekan, yang sebelumnya hanya diberikan pada hari kerja.
Secara khusus, wilayah 3T – yang meliputi daerah terpencil, terdepan, dan terluar – akan menerima paket makanan kering. Contoh bahan yang disediakan antara lain susu dalam kemasan, buah kering, roti gandum, serta sereal yang tidak memerlukan proses pemanasan atau pendinginan khusus. “Untuk wilayah 3T diberikan makanan kering, bukan makanan olahan. Contohnya seperti susu, buah, roti, dan bahan pangan lain yang lebih mudah disimpan serta didistribusikan,” jelas Nanik. Kebijakan ini menjadi respons atas tantangan infrastruktur, akses distribusi, dan fasilitas penyimpanan yang terbatas di daerah tersebut.
Penyesuaian skema MBG ini tidak lepas dari latar belakang meningkatnya angka stunting di Indonesia, terutama di wilayah 3T. Data terakhir menunjukkan prevalensi stunting mencapai lebih dari 30 persen di beberapa kabupaten terpencil, menandakan kebutuhan mendesak akan intervensi gizi yang tepat. Dengan menyediakan makanan kering yang tahan lama, pemerintah berupaya memastikan asupan nutrisi tetap konsisten meskipun kondisi logistik sulit.
- Skema Fresh Food: 5 hari kerja untuk semua siswa di sekolah negeri dan swasta.
- Skema 3B: Distribusi hingga hari Sabtu (6 hari total).
- Skema 3T: Paket makanan kering yang meliputi susu, buah kering, roti, dan sereal.
Implementasi kebijakan ini telah dimulai di sejumlah provinsi, termasuk Jawa Barat, Sumatera Utara, dan Nusa Tenggara Timur. Di sekolah-sekolah pilot, petugas gizi melaporkan penurunan tingkat pemborosan makanan dan peningkatan kepuasan penerima manfaat. Selain itu, penggunaan makanan kering di wilayah 3T mengurangi kebutuhan akan fasilitas pendinginan dan memperpanjang masa simpan produk.
Para ahli gizi menilai langkah ini sebagai langkah strategis yang selaras dengan rekomendasi World Health Organization (WHO) tentang penanganan gizi di daerah terpencil. “Konsistensi pasokan makanan bergizi, meski dalam bentuk kering, dapat menurunkan risiko kekurangan mikronutrien yang berkontribusi pada stunting,” kata Dr. Andi Prasetyo, pakar nutrisi Universitas Indonesia.
Meski demikian, BGN mengakui tantangan dalam memastikan kualitas makanan kering tetap terjaga. Oleh karena itu, lembaga tersebut mengadakan pelatihan bagi petugas distribusi di daerah 3T untuk mengoptimalkan penanganan, penyimpanan, dan penyajian makanan kering kepada penerima.
Dengan penyesuaian ini, diharapkan program MBG dapat menjangkau lebih banyak anak dan keluarga rentan, sekaligus meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran. BGN menegaskan komitmennya untuk terus memantau dampak kebijakan melalui survei gizi periodik dan melaporkan hasilnya kepada publik.
Kesimpulannya, perubahan skema MBG menjadi 5 hari untuk makanan segar, penambahan hari Sabtu untuk kelompok 3B, serta pengadaan menu kering khusus untuk wilayah 3T merupakan respons kebijakan yang terukur terhadap tantangan logistik dan tingginya angka stunting. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan gizi nasional serta memberikan perlindungan yang lebih baik bagi anak-anak dan ibu-ibu di seluruh Indonesia.
