IPD – 11 Mei 2026 | Banjir di Kendari, Sulawesi Tenggara, telah mengakibatkan 11 wilayah terdampak dan ratusan warga mengungsi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari mencatat sebanyak 317 warga yang mengungsi akibat banjir luapan dari Kali Wanggu, Kecamatan Baruga, Kota Kendari.
Kepala BPBD Kota Kendari, Cornelius Padang, mengatakan bahwa banjir setinggi 80 centimeter itu merendam ratusan rumah warga dan dua gedung sekolah. Selain tenda darurat, Pemkot juga menyalurkan kebutuhan air bersih, pasokan makanan siap saji, dan bantuan pakaian.
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menyampaikan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memberikan solusi terhadap penanganan banjir di wilayah tersebut. Ia juga mengimbau masyarakat tetap waspada karena kondisi saat ini masih memasuki musim hujan.
Sementara itu, Satuan Brigade Mobil (Satbrimob) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengevakuasi ratusan warga yang terdampak banjir. Komandan Detasemen Gegana Satbrimob Polda Sultra, Kompol Asri Dyini, mengatakan bahwa pihaknya telah menyiagakan personel beserta perlengkapan keselamatan guna mempercepat proses evakuasi warga.
Di sisi lain, banjir di Kendari juga telah mengakibatkan korban jiwa. Seorang bocah berusia 5 tahun ditemukan meninggal dunia di sekitar Asrama Dayung Teluk Kendari, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Korban diduga terseret arus banjir Kali Teplan saat bermain hujan.
Kondisi banjir di Kendari masih memerlukan perhatian dan penanganan yang serius dari pemerintah dan masyarakat. Upaya evakuasi dan bantuan masih terus dilakukan untuk membantu warga yang terdampak banjir.
Kesimpulan, banjir di Kendari telah mengakibatkan kerusakan dan korban jiwa. Pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama untuk mengatasi bencana ini dan mencegah terjadinya bencana serupa di masa depan.
