IPD – 01 April 2026 | Jakarta, 31 Maret 2026 – KRI Bima Suci-945 resmi meninggalkan Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) pada Selasa sore, menandai dimulainya Kartika Jala Krida (KJK) 2026, pelayaran muhibah diplomatik yang menembus delapan negara sahabat di Asia‑Pasifik. Kapal perang TNI Angkatan Laut ini membawa total 131 orang, terdiri atas 79 taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) tingkat dua, 52 kadet angkatan laut dari 24 negara, perwira pendamping, serta kru kapal.
Upacara pelepasan dipimpin langsung oleh Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana Muhammad Ali, yang menekankan pentingnya latihan praktis sekaligus diplomasi maritim. “Ada delapan negara sahabat yang akan kami kunjungi. KRI Bima Suci membawa taruna‑taruna dari Akademi Angkatan Laut dan delegasi internasional. Ini pelayaran astronomi, mereka akan belajar ilmu perbintangan, astronomi, dan navigasi lingkaran besar,” ujar Laksamana Ali.
Rute yang akan ditempuh mencakup 16.877 mil laut (NM) selama 124 hari, dimulai dari Surabaya‑Jakarta‑Belawan, kemudian berlanjut ke Sri Lanka, Singapura, Vietnam, Cina, Korea Selatan, Rusia, Jepang, Filipina, dan kembali ke Surabaya. Berikut rangkaian singkat tiap etape:
| Etape | Tujuan | Jarak (NM) |
|---|---|---|
| 1 | Surabaya – Jakarta | 415 |
| 2 | Jakarta – Belawan | 1.210 |
| 3 | Belawan – Colombo (Sri Lanka) | 2.180 |
| 4 | Colombo – Singapura | 1.480 |
| 5 | Singapura – Ha Long (Vietnam) | 1.020 |
| 6 | Ha Long – Shanghai (Cina) | 1.730 |
| 7 | Shanghai – Busan (Korea Selatan) | 690 |
| 8 | Busan – Vladivostok (Rusia) | 560 |
| 9 | Vladivostok – Tokyo (Jepang) | 770 |
| 10 | Tokyo – Manila (Filipina) | 1.800 |
| 11 | Manila – Bitung (Indonesia) | 1.440 |
| 12 | Bitung – Surabaya | 340 |
Delegasi internasional yang ikut serta merupakan bagian dari program ASEAN Plus Cadet Sail (APCS). Negara‑negara yang mengirimkan kadet meliputi Australia, Kanada, Afrika Selatan, beberapa negara Eropa, serta semua anggota ASEAN. Total peserta asing berjumlah 52 orang, menjadikan KRI Bima Suci sebuah platform nyata untuk pertukaran pengetahuan maritim dan budaya.
Di samping tujuan diplomatik, pelayaran ini mendapat sorotan khusus dari Rusia. Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, menyatakan bahwa Moskow menantikan kedatangan KRI Bima Suci pada Juni 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat kerja sama angkatan laut kedua negara. “Tahun ini kami menantikan setidaknya dua kapal dari Indonesia. Salah satunya adalah kapal layar Bima Suci,” ujarnya dalam pertemuan di Tanjung Priok. Tolchenov menambahkan bahwa pada Juli mendatang Indonesia dijadwalkan mengirimkan kapal perang ke wilayah Timur Jauh Rusia untuk berpartisipasi dalam latihan bilateral Orruda 2026.
Hubungan militer antara TNI AL dan Angkatan Laut Rusia telah terjalin lebih dari enam dekade, dimulai sejak era 1950‑an ketika Rusia membantu Indonesia memperkuat pertahanan lautnya. Kunjungan kapal-kapal Rusia ke Pelabuhan Tanjung Priok pada akhir Maret 2026, termasuk korvet Gromky‑335, kapal selam Petropavlovsk‑Kamchatsky B‑274, dan kapal tunda Andrey Stepanov, menjadi latar belakang kuat bagi pertukaran kunjungan kapal yang bersifat rutin.
Secara keseluruhan, KJK 2026 tidak hanya menjadi ajang latihan praktis bagi taruna‑tarunan, tetapi juga wadah strategis untuk mempererat jaringan diplomasi maritim di wilayah Indo‑Pasifik. Dengan melintasi jalur‑jalur penting perdagangan laut, kapal Bima Suci diharapkan dapat memperkuat citra Indonesia sebagai negara maritim yang aktif, sekaligus menumbuhkan rasa kebersamaan antar negara sahabat.
Keberangkatan KRI Bima Suci menandai langkah konkret Indonesia dalam mengimplementasikan kebijakan maritimnya, sekaligus menegaskan komitmen untuk menjaga perdamaian, keamanan, dan stabilitas di perairan internasional. Selama 124 hari pelayaran, para kadet dan taruna akan memperoleh pengalaman langsung dalam navigasi lintas samudra, manajemen krisis, serta diplomasi budaya, yang nantinya dapat dijadikan modal penting bagi generasi pemimpin maritim masa depan.
