IPD – 19 April 2026 | Pekan ke-28 BRI Super League 2025/2026 kembali menyuguhkan laga yang dinantikan, Bali United menjamu Malut United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, pada Minggu, 19 April 2026. Kedua tim masuk ke pertandingan dengan catatan luka yang signifikan, namun keduanya bertekad mengamankan tiga poin penting demi peringkat klasemen.
Pertemuan pertama kedua tim pada putaran pertama berakhir dramatis dengan skor 3-3 di Stadion Kie Raha, Ternate, pada Agustus 2025. Gol bunuh diri Rizky Dwi pada menit tambahan menjadi penentu imbang yang masih dikenang oleh pendukung. Kini, pertemuan kedua menjadi kesempatan untuk menebus hasil tersebut.
Situasi tim yang terluka
Bali United baru saja mengalami kekalahan tipis 2-3 melawan Persib Bandung. Cedera menimpa beberapa pemain kunci, termasuk striker asing Brandon Wilson yang belum pulih sepenuhnya, gelandang Reyner Barusu yang masih dalam proses rehabilitasi, serta bek Jordy Bruijn dan gelandang Mirza Mustafic yang kondisinya belum stabil. Pelatih asal Belanda, Johnny Jansen, mengakui bahwa rotasi pemain menjadi keharusan.
Di sisi lain, Malut United juga belum menemukan kebahagiaan setelah kekalahan 1-2 dari Dewa United di kandang. Gelandang Wbeymar Angulo menegaskan optimismenya, menyatakan tim siap mengamankan tiga poin. Pelatih Hendri Susilo menambahkan bahwa evaluasi psikis dan taktik telah dilakukan untuk bangkit kembali.
Pernyataan pelatih
Johnny Jansen menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap transisi cepat Malut United. “Jika kami kehilangan bola, mereka sangat jago dalam serangan. Kami harus mengontrol tempo dan memanfaatkan kecepatan kami di sayap,” ujar Jansen dalam konferensi pers sebelum pertandingan. Ia juga menyoroti bahwa analisis lawan menjadi fokus utama dalam latihan hari itu.
Hendri Susilo menanggapi tantangan dengan menekankan disiplin. “Siapa yang siap, disiplin, dan bekerja keras akan mendapatkan hasil terbaik,” kata Susilo, menambah bahwa mentalitas tim menjadi kunci menghadapi lawan yang sama-sama ingin bangkit.
Prediksi susunan pemain
| Bali United (4-3-3) | Malut United (4-3-3) |
|---|---|
| Mike Hauptmeijer | Muhammad Ridwan |
| Ricky Fajrin | Safrudin Tahar |
| Kadek Arel | Gustavo Franca |
| Joao Ferrari | Igor Inocencio |
| Bagas Adi | Yance Sayuri |
| Kadek Agung | Ridho Syuhada |
| Teppei Yachida | Wbeymar Angulo |
| Rahmat Arjuna | Tyronne del Pino |
| Diego Campos | Ciro Alves |
| Thijmen Goppel | David Da Silva |
| Yakob Sayuri |
Susunan ini mencerminkan keinginan Jansen untuk menampilkan kecepatan di sayap melalui Teppei Yachida, sementara Malut United mengandalkan kombinasi serangan cepat antara Angulo dan Ciro Alves.
Kondisi klasemen
- Bali United berada di posisi ke-10 dengan 36 poin.
- Malut United menempati posisi ke-5 dengan 46 poin.
Perbedaan poin menambah tekanan bagi Bali United untuk mengumpulkan hasil positif di depan pendukungnya setelah dua pertandingan kandang tanpa penonton.
Analisis taktik
Jansen mengindikasikan bahwa Bali United akan menekankan penguasaan bola di lini tengah, memanfaatkan peran kreatif Kadek Agung dan Teppei Yachida untuk membuka ruang bagi Thijmen Goppel. Di sisi pertahanan, Ricky Fajrin diharapkan menjadi penopang dalam duel satu lawan satu melawan penyerang Malut United, khususnya Ciro Alves yang dikenal tajam dalam penyelesaian akhir.
Malut United, dengan gaya transisi cepat, diprediksi akan menekan ketika Bali United kehilangan bola di zona tengah. Angulo, yang memiliki kemampuan dribel, akan menjadi motor serangan, sementara David Da Silva diharapkan menjadi ancaman dari jarak jauh.
Jika Bali United berhasil menahan serangan balik dan memanfaatkan peluang dari set-piece, peluang untuk meraih kemenangan meningkat. Namun, ketidakpastian kondisi pemain yang cedera dapat memaksa Jansen melakukan perubahan taktik di menit-menit akhir.
Secara keseluruhan, pertandingan diprediksi akan berlangsung ketat, dengan kedua tim saling menguji ketahanan fisik dan mental. Bagi Bali United, kemenangan berarti langkah penting untuk keluar dari zona tengah klasemen, sementara Malut United berupaya memperkuat posisi mereka di puncak.
Dengan atmosfer penuh semangat dari suporter yang kembali hadir, laga ini menjadi panggung pembuktian bagi kedua pelatih untuk menunjukkan kemampuan adaptasi mereka di tengah tekanan.
Hasil akhir akan menentukan arah perjalanan masing-masing tim di sisa musim, menjadikan setiap detik di lapangan sangat berharga.
