Baim Wong dan Paula Verhoeven Pilih Fleksibilitas Waktu Anak di Lebaran: Menggabungkan Kenangan Ramadan dan Keceriaan Keluarga

IPD – 22 Maret 2026 | Jakarta, 21 Maret 2026 – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, aktor senior Baim Wong kembali menjadi sorotan publik, kali ini bukan karena peran film terbaru melainkan karena cara ia menata waktu bersama putra kecilnya bersama istrinya, aktris asal Belanda Paula Verhoeven. Kedua orang tua selebritas ini mengaku menerapkan pola fleksibel agar anak dapat menikmati momen Lebaran tanpa mengorbankan ibadah, kerja, maupun kegiatan kreatif keluarga.

Kenangan Ramadan yang Menginspirasi

Dalam sebuah wawancara di kawasan Tanah Kusir, Baim Wong mengungkapkan betapa kuatnya rasa rindu kepada ibunya yang telah tiada, terutama pada bulan Ramadan. Ia mengingat kembali pertanyaan sederhana sang ibu saat sahur dan berbuka, seperti “Buka puasa pakai apa?” dan “Sahur pakai apa?”. Kenangan itu tidak hanya menjadi pemicu nostalgia, tetapi juga landasan moral untuk menjaga kehangatan keluarga di hari-hari suci.

Masakan khas ibunda – sayur asem, jambal, dan ikan peda – masih terngiang di lidah Baim. “Kangen makanan ibu, terutama rasa otentik yang tak tergantikan,” ujarnya sambil menatap foto makam ibunya di Purwakarta. Rasa rindu tersebut, menurutnya, mendorong pentingnya menciptakan momen kebersamaan yang serupa bagi anaknya, terutama pada saat Lebaran.

Fleksibilitas Waktu Anak saat Lebaran

Paula Verhoeven, yang juga merayakan Lebaran bersama suaminya, menekankan pentingnya menyesuaikan jadwal kerja, produksi konten, dan kegiatan keagamaan sehingga tidak mengganggu kebebasan anak. “Kami sepakat untuk tidak memaksa anak mengikuti agenda yang terlalu padat. Jika dia ingin bermain, belajar, atau berdoa, kami beri ruang,” kata Paula.

Pasangan ini mengatur pola harian dengan cara membagi waktu antara ibadah, waktu keluarga, dan aktivitas luar ruangan. Pada hari pertama Lebaran, mereka mengalokasikan pagi untuk sholat Idul Fitri bersama keluarga besar, kemudian melanjutkan dengan sarapan tradisional yang diolah oleh ibu rumah tangga Paula. Siang hari diisi dengan kunjungan ke rumah kerabat, sementara sore hari dijaga untuk permainan interaktif yang dapat melibatkan seluruh generasi.

Ide Aktivitas Keluarga ala Lebaran

Untuk mengisi waktu luang, Baim dan Paula mengambil inspirasi dari rekomendasi 12 Game Seru yang Bisa Dilakukan Bersama Keluarga saat Lebaran. Beberapa game yang dipilih antara lain:

  • Heads Up! – menstimulasi kreativitas melalui tebak kata dengan gerakan.
  • Kartu UNO – memupuk strategi ringan dan persaingan bersahabat.
  • Mafia / Werewolf – mengasah kemampuan deduksi dan kerjasama tim.

Selain permainan, pasangan ini menyiapkan aktivitas memasak bersama, dimana anak dapat membantu menyiapkan sayur asem atau mengaduk jambal, meniru cara ibunya Baim dulu. Aktivitas ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mengajarkan nilai budaya kuliner tradisional.

Pandangan Paula tentang Pengasuhan Fleksibel

Paula menambahkan bahwa fleksibilitas bukan berarti mengabaikan disiplin, melainkan menyeimbangkan antara struktur dan kebebasan. “Kami memberi anak ruang untuk mengekspresikan diri, tetapi tetap ada batasan yang jelas, seperti waktu sholat dan waktu tidur,” jelasnya. Ia juga menyoroti pentingnya komunikasi terbuka antara orang tua dan anak, sehingga kebutuhan emosional dapat terpenuhi tanpa menimbulkan konflik.

Dengan pola ini, Baim Wong berharap anaknya tumbuh menjadi pribadi yang menghargai nilai spiritual, namun tetap adaptif dalam menghadapi dinamika modern. Ia menegaskan, “Kebersamaan di Lebaran bukan hanya tentang ritual, melainkan tentang menciptakan kenangan yang dapat dibawa anak ke masa depan.”

Secara keseluruhan, kombinasi antara kenangan Ramadan yang mendalam, pendekatan fleksibel dalam pembagian waktu, serta pemilihan aktivitas yang menyenangkan, menciptakan sebuah contoh pengasuhan yang relevan bagi banyak keluarga Indonesia di masa Lebaran. Keterbukaan Baim Wong dan Paula Verhoeven untuk menyesuaikan jadwal demi kebahagiaan anak menjadi pesan kuat bahwa tradisi dan modernitas dapat berjalan beriringan, menghasilkan Lebaran yang penuh kehangatan, keimanan, dan keceriaan.

Leave a Comment