IPD – 21 April 2026 | Chris Turner, analis senior dari ING, menyoroti peningkatan signifikan dalam permintaan asing terhadap aset zona Euro selama dua bulan pertama tahun 2024. Menurut data yang dirilis oleh European Central Bank (ECB), investor luar negeri membeli sekitar EUR 280 juta dalam bentuk ekuitas dan obligasi, menandakan aliran modal positif yang dapat memberikan dorongan tambahan bagi nilai Euro.
Turner menegaskan bahwa meskipun data neraca pembayaran menunjukkan pembelian aset Euro yang kuat, pasar secara luas masih meremehkan kemungkinan kenaikan suku bunga ECB pada bulan April. Sebaliknya, ekspektasi utama kini terpusat pada kemungkinan penyesuaian kebijakan moneter pada bulan Juni, sebuah prediksi yang sejalan dengan analisis internal ING.
Dalam pernyataannya, Turner menambahkan bahwa pasangan mata uang EUR/USD berada dalam kisaran perdagangan yang relatif sempit, yaitu antara 1,1750 hingga 1,1800. Namun, ia mengindikasikan bahwa nilai tukar tersebut berpotensi menembus level 1,1850 apabila ada komentar dovish dari mantan anggota Federal Reserve, Kevin Warsh, yang dapat memicu sentimen bullish di kalangan trader.
- Arus masuk asing: EUR 280 juta dibeli dalam dua bulan pertama, menandakan kepercayaan investor pada aset Euro.
- Ekspektasi ECB: Peluang 68% untuk kenaikan suku bunga pada Juni, dengan kemungkinan kecil kenaikan pada April.
- EUR/USD: Diperdagangkan dalam kisaran 1,1750-1,1800; potensi naik ke 1,1850 jika ada pernyataan dovish.
Turner menekankan bahwa meskipun data Trading Incentive Credit (TIC) AS tidak menunjukkan penjualan aset jangka panjang secara langsung, kuatnya permintaan terhadap aset zona Euro menunjukkan bahwa Euro dapat memperoleh manfaat marginal dari aliran dana baru. “Meskipun data TIC AS tidak menunjukkan penjualan aset jangka panjang secara langsung, permintaan yang kuat untuk aset Zona Euro menunjukkan bahwa, secara marjinal, Euro bisa mendapatkan manfaat dari dana baru yang mulai digunakan,” ujarnya.
Sejalan dengan pandangan tersebut, pasar kini menilai bahwa peluang terjadinya kenaikan suku bunga ECB pada akhir bulan ini sangat kecil, namun peluang tersebut meningkat menjadi 68% untuk bulan Juni. ING memperkirakan bahwa ECB akan melakukan kenaikan pada bulan Juni untuk menegaskan kredibilitasnya dalam memerangi inflasi, sebuah langkah yang diharapkan dapat menstabilkan ekspektasi inflasi di kawasan Euro.
Para pelaku pasar juga memperhatikan pernyataan potensial dari Kevin Warsh, mantan anggota Federal Reserve Amerika Serikat, yang dikenal memiliki pandangan dovish. Jika Warsh menyampaikan komentar yang menekankan kebijakan moneter yang lebih longgar, hal ini dapat menurunkan nilai tukar dolar AS terhadap Euro, sehingga mendorong EUR/USD naik ke level yang lebih tinggi.
Dalam konteks makroekonomi global, aliran masuk asing ke aset zona Euro mencerminkan persepsi risiko yang lebih rendah terhadap perekonomian Eropa dibandingkan dengan aset berisiko tinggi. Hal ini dapat dipicu oleh data ekonomi Eurozone yang relatif stabil, serta ekspektasi kebijakan moneter yang terukur dari ECB.
Investor institusional, termasuk dana pensiun dan sovereign wealth funds, tampaknya menempatkan kembali alokasi portofolio mereka dengan meningkatkan eksposur terhadap obligasi dan saham Euro. Langkah ini tidak hanya meningkatkan likuiditas pasar Euro, tetapi juga berpotensi memperkuat nilai tukar EUR/USD dalam jangka menengah.
Namun, Turner mengingatkan bahwa volatilitas tetap menjadi faktor penting. “EUR/USD diperdagangkan dalam kisaran ketat 1,1750-1,1800, tetapi bisa bergerak ke 1,1850 jika Kevin Warsh mengatakan sesuatu yang dovish,” katanya, menegaskan bahwa sentimen pasar masih sangat sensitif terhadap pernyataan kebijakan moneter dari otoritas utama.
Secara keseluruhan, kombinasi arus masuk asing yang kuat, ekspektasi kenaikan suku bunga ECB pada Juni, dan potensi komentar dovish dari tokoh kebijakan moneter AS menciptakan skenario yang menguntungkan bagi Euro. Para trader dan investor disarankan untuk memantau perkembangan kebijakan ECB serta pernyataan publik dari tokoh-tokoh moneter utama sebagai indikator arah pergerakan EUR/USD ke depan.
Dengan aliran dana asing yang terus mengalir dan kebijakan ECB yang diperkirakan akan tetap ketat namun terukur, Euro berada pada posisi yang menguntungkan untuk menguat lebih lanjut terhadap Dolar AS dalam beberapa minggu mendatang.
