IPD – 30 Maret 2026 | Apple resmi menghentikan produksi lini desktop tower Mac Pro pada Maret 2026, menandai berakhirnya era 20 tahun perangkat paling kuat dalam portofolio profesionalnya. Keputusan ini diumumkan dalam sebuah pernyataan di Cupertino dan segera muncul di situs resmi Apple, yang mengalihkan semua tautan pembelian Mac Pro ke halaman utama kategori Mac. Penghentian tersebut merupakan bagian dari strategi perampingan hardware profesional, di mana Apple mengalihkan fokus utama ke Mac Studio yang lebih ringkas namun tetap menawarkan performa kelas atas.
Sejak peluncuran pertama pada 2006, Mac Pro telah menjadi standar de‑facto bagi kreator konten, studio produksi, dan pengembang yang mengandalkan kemampuan ekspansi modular. Versi awal mengusung desain tower yang dapat dibongkar‑pasang, memungkinkan pengguna menambah prosesor, RAM, penyimpanan, dan kartu PCIe sesuai kebutuhan. Pada 2013 Apple memperkenalkan desain silinder “Trashcan Mac” yang mengorbankan sebagian modularitas demi estetika. Pada 2019 Apple kembali ke desain tower dengan kemampuan upgrade terbatas, namun menjadi platform terakhir yang masih memakai prosesor Intel sebelum transisi penuh ke Apple Silicon.
Transisi ke chip buatan sendiri (M‑Series) mempercepat perubahan paradigma. Model terakhir, Mac Pro 2023 dengan chipset M2 Ultra, menawarkan performa luar biasa tetapi menghilangkan slot PCIe internal, sehingga mengurangi nilai tambah bagi pengguna yang mengandalkan kartu grafis eksternal atau aksesoris khusus. Pada saat yang sama, Mac Studio dengan M2 Ultra dan kemudian M3 Ultra telah menyamai atau melampaui kinerja Mac Pro, sementara faktor bentuk yang lebih kecil dan harga yang kompetitif membuatnya menjadi pilihan utama.
Apple menyebutkan tiga alasan utama penghentian Mac Pro:
- Penurunan permintaan – Segmen profesional kini lebih memilih solusi terintegrasi yang menawarkan kinerja tinggi tanpa kerumitan upgrade internal.
- Konsolidasi ekosistem – Memusatkan pengembangan pada Mac Studio memungkinkan tim R&D fokus pada satu platform, mempercepat inovasi chip dan fitur perangkat lunak.
- Efisiensi produksi – Mengurangi variasi produk menurunkan biaya manufaktur dan logistik, sekaligus mempercepat adopsi teknologi terbaru seperti Thunderbolt 5 dan Wi‑Fi 7.
Sebagai pengganti, Apple sekaligus meluncurkan generasi terbaru MacBook Pro 14‑inci dan 16‑inci yang ditenagai chipset M5 Pro dan M5 Max. Chipset generasi baru mengusung arsitektur Fusion, meningkatkan kecepatan CPU hingga 18‑core, GPU hingga 40‑core, serta dukungan Ray Tracing. Memori terintegrasi (Unified Memory) dapat dikonfigurasi hingga 128 GB, penyimpanan SSD sampai 8 TB dengan kecepatan baca/tulis 14,5 GB/s, dan daya tahan baterai mencapai 24‑27 jam. Konektivitas juga ditingkatkan dengan Thunderbolt 5, Wi‑Fi 7, dan Bluetooth 6.
Berikut adalah rangkuman harga dan ketersediaan di pasar Indonesia, yang dapat dipesan melalui iBox, Digimap, serta marketplace resmi seperti Tokopedia dan Shopee:
| Model | Spesifikasi Utama | Harga Mulai (IDR) |
|---|---|---|
| MacBook Pro 14‑inci (M5 Pro) | CPU 12‑core, GPU 18‑core, 16 GB RAM, 512 GB SSD | 27.999.000 |
| MacBook Pro 16‑inci (M5 Pro) | CPU 14‑core, GPU 24‑core, 32 GB RAM, 1 TB SSD | 32.999.000 |
| MacBook Pro 16‑inci (M5 Max) | CPU 18‑core, GPU 40‑core, 64 GB RAM, 2 TB SSD | 59.999.000 |
Walaupun penghentian Mac Pro mengecewakan segmen kecil yang masih mengandalkan slot ekspansi PCIe internal, performa chip M5 Max pada MacBook Pro terbaru secara konsisten melampaui benchmark desktop kelas atas generasi sebelumnya. Selain itu, Apple memperkirakan akan meluncurkan pembaruan Mac Studio dengan chip M5 Ultra pada pertengahan 2026, menutup celah performa tertinggi yang sebelumnya diisi oleh Mac Pro.
Para analis industri menilai langkah ini sebagai evolusi alami dalam strategi produk Apple. Dengan menyingkirkan produk yang memerlukan manufaktur khusus dan mengonsolidasikan penawaran ke dalam dua platform utama – Mac Studio untuk desktop dan MacBook Pro M5 untuk portabel – Apple dapat lebih cepat mengadopsi inovasi seperti Thunderbolt 5, AI‑accelerated neural engine, dan keamanan berbasis silicon. Bagi para profesional di Indonesia, transisi ini berarti penyesuaian workflow, namun juga membuka peluang untuk meningkatkan mobilitas tanpa mengorbankan performa.
Kesimpulannya, pengakhiran Mac Pro menandai penutupan satu bab penting dalam sejarah komputer profesional Apple, sekaligus membuka lembaran baru yang lebih terintegrasi dan futuristik. Pengguna yang mengandalkan modularitas tradisional harus beralih ke solusi eksternal berbasis Thunderbolt, sementara mayoritas akan menemukan bahwa Mac Studio dan MacBook Pro M5 sudah cukup memenuhi kebutuhan kreatif dan teknis di era komputasi modern.
