IPD – 31 Maret 2026 | Andrea Kimi Antonelli, pembalap muda berusia 19 tahun dari Mercedes, memperkuat posisinya sebagai pemimpin Kejuaraan Pembalap Formula 1 2026 setelah meraih kemenangan dominan pada Grand Prix Jepang di sirkuit Suzuka pada 29 Maret. Dengan mengumpulkan 72 poin, Antonelli unggul selisih sembilan poin dari rekan setimnya, George Russell, yang berada di posisi kedua. Kemenangan ini menandai kemenangan berturut-turut Antonelli di Asia, setelah sebelumnya menaklukkan Grand Prix China, dan menjadikannya pembalap termuda dalam sejarah F1 yang memimpin klasemen dunia.
Balapan dimulai dengan start spektakuler dari Oscar Piastri (McLaren) yang berhasil memimpin hingga Turn 1, sementara kedua mobil Mercedes sempat kehilangan posisi. Russell cepat bangkit dan bersaing ketat untuk memperebutkan lead, namun peristiwa kunci terjadi pada lap ke-22 ketika Oliver Bearman (Haas) mengalami kecelakaan berat di Turn 13, memaksa pengereman Safety Car. Antonelli, yang belum melakukan pit stop, memanfaatkan periode Safety Car untuk menepi dan kembali ke depan setelah pit stop singkat, kemudian mengendalikan restart dengan sempurna. Ia menambah jarak hingga 13,722 detik di depan Piastri, yang menempati posisi kedua, sementara Charles Leclerc (Ferrari) melengkapi podium ketiga.
Berikut adalah rangkuman poin pembalap teratas setelah Grand Prix Jepang:
| Posisi | Pembalap | Tim | Poin |
|---|---|---|---|
| 1 | Kimi Antonelli | Mercedes | 72 |
| 2 | George Russell | Mercedes | 63 |
| 3 | Charles Leclerc | Ferrari | 49 |
| 4 | Lewis Hamilton | Ferrari | 41 |
| 5 | Lando Norris | McLaren | 25 |
| 6 | Oscar Piastri | McLaren | 21 |
| 7 | Oliver Bearman | Haas | 17 |
| 8 | Pierre Gasly | Alpine | 15 |
| 9 | Max Verstappen | Red Bull | 12 |
| 10 | Liam Lawson | Racing Bulls | 10 |
Di kelas pembuat mobil (Constructors), Mercedes memperlebar jarak dengan mengumpulkan total 135 poin, diikuti Ferrari dengan 90 poin, dan McLaren dengan 46 poin. Haas menempati posisi keempat dengan 18 poin, sementara Alpine dan Red Bull terikat pada 16 poin masing‑masing. Racing Bulls berada di posisi ketujuh dengan 14 poin, dan tim‑tim lain seperti Audi, Williams, Cadillac, serta Aston Martin masih belum mencetak poin.
Keberhasilan Antonelli tidak hanya meningkatkan peluangnya meraih gelar juara, tetapi juga memberi dorongan moral bagi Mercedes. Tim kini memiliki keunggulan 45 poin atas Ferrari di klasemen pembuat mobil, menjadikan musim ini semakin kompetitif. Sementara itu, George Russell mengungkapkan kekecewaannya atas timing pit stop yang tidak menguntungkan sebelum insiden Safety Car, menegaskan bahwa strategi pit stop menjadi faktor krusial di sirkuit dengan safety car yang tak terduga.
Di sisi lain, Max Verstappen mengalami masa sulit. Setelah finis di posisi kedelapan di Suzuka, sang juara dunia sebelumnya mengakui bahwa regulasi baru FIA, khususnya batasan baterai, telah mengubah dinamika balapan secara signifikan. Verstappen menyatakan bahwa ia mempertimbangkan masa depannya di Red Bull, mengingat klausul pemutusan kontrak yang memungkinkan ia keluar sebelum 2028 bila berada di posisi tiga atau lebih rendah pada pertengahan musim. Pernyataan tersebut menambah ketegangan di paddock, mengingat performa Red Bull kini berada di bawah tekanan.
Dengan jeda lima minggu menjelang Grand Prix Miami pada 1‑3 Mei, tim‑tim akan memanfaatkan waktu tersebut untuk mengembangkan paket aerodinamika dan strategi mesin, khususnya dalam menanggapi regulasi energi yang semakin ketat. Mercedes diharapkan akan mengoptimalkan performa power‑unit mereka, sementara Ferrari berusaha mengejar ketertinggalan melalui peningkatan chassis dan pemulihan performa tyre.
Secara keseluruhan, hasil di Suzuka menandai perubahan signifikan dalam perebutan gelar 2026. Antonelli, dengan dua kemenangan beruntun, menunjukkan bahwa era baru pembalap muda siap menantang dominasi veteran. Sementara itu, ketegangan di antara para juara lama dan dinamika tim yang berubah menambah drama pada sisa kalender musim ini. Penggemar F1 dapat mengantisipasi pertarungan sengit di setiap grand prix mendatang, dengan tiap tim berlomba menyesuaikan diri pada regulasi baru serta menyiapkan strategi terbaik untuk merebut poin berharga.
