IPD – 14 April 2026 | PT Aneka Tambang Tbk (Antam), perusahaan pertambangan milik negara di bawah holding MIND ID, kembali menjadi sorotan utama pasar logam mulia dan sektor energi baru. Pada 2026, Antam menargetkan penjualan emas mencapai rekor tertinggi (All‑Time‑High) sekaligus mengumumkan peluncuran Project Dragon, sebuah ekosistem baterai kendaraan listrik (EV) senilai US$16 miliar. Kenaikan harga emas dan perak Antam yang signifikan pada kuartal pertama 2026 menambah daya tarik investor domestik dan asing.
Harga emas Antam pada 14 April 2026 mencatat kenaikan Rp 45.000 per gram, menguat menjadi Rp 2.863.000 per gram. Kenaikan ini beriringan dengan peningkatan harga buy‑back yang mencapai Rp 2.639.000 per gram, menandakan permintaan kuat baik untuk pembelian maupun penjualan kembali. Harga emas dalam berbagai ukuran juga mengalami fluktuasi; misalnya, emas 0,5 gram naik menjadi Rp 1.481.500, sementara emas 500 gram dipatok pada Rp 1.401.820.000. Semua data harga terintegrasi dalam tabel berikut:
| Berat (gram) | Harga Dasar (Rp) | Harga (+PPh 0,25%) (Rp) |
|---|---|---|
| 0,5 | 1.481.500 | 1.485.204 |
| 1 | 2.863.000 | 2.870.158 |
| 2 | 5.666.000 | 5.680.165 |
| 3 | 8.474.000 | 8.495.185 |
| 5 | 14.090.000 | 14.125.225 |
| 10 | 28.125.000 | 28.195.313 |
| 25 | 70.187.000 | 70.362.468 |
| 50 | 140.295.000 | 140.645.738 |
| 100 | 280.512.000 | 281.213.280 |
| 250 | 701.015.000 | 702.767.538 |
| 500 | 1.401.820.000 | 1.405.324.550 |
| 1.000 | 2.803.600.000 | 2.810.609.000 |
Di samping emas, perak Antam juga menunjukkan tren positif. Pada hari yang sama, harga perak naik Rp 1.100 per gram menjadi Rp 48.150 per gram, menandakan diversifikasi minat investor ke logam mulia selain emas. Pergerakan harga perak dalam seminggu terakhir mencatat volatilitas tinggi, namun secara keseluruhan tetap menguat, yang mencerminkan sentimen pasar komoditas global yang mendukung logam berharga.
Strategi pertumbuhan Antam tidak terbatas pada logam mulia. Pada akhir 2025, Antam bersama mitra IBC dan CBL menandatangani kesepakatan konsorsium untuk mendirikan Ekosistem Industri Baterai Kendaraan Listrik Terintegrasi di Tanjung Buli, Maluku Utara. Proyek yang dinamakan “Project Dragon” menargetkan investasi total US$16 miliar, mencakup fasilitas penambangan nikel, pembuatan anoda, serta pabrik perakitan baterai EV. Proyek ini diharapkan meningkatkan nilai tambah rantai pasok baterai dalam negeri, mengurangi ketergantungan impor, serta membuka ribuan lapangan kerja di wilayah timur Indonesia.
Target penjualan emas Antam yang ambisius didukung oleh kebijakan pemerintah yang memperkuat peran BUMN dalam sektor pertambangan strategis. Sejak awal tahun, Antam meningkatkan kapasitas produksi emas dengan mengoptimalkan tambang Grasberg dan Tambang Batu Hijau, serta memperluas jaringan penjualan domestik melalui jaringan dealer resmi dan platform digital. Pada kuartal pertama 2026, penjualan emas Antam diproyeksikan mencapai lebih dari 100 ton, melampaui rekor sebelumnya pada 2025.
Kombinasi antara peningkatan harga logam mulia, kebijakan fiskal yang mendukung, serta diversifikasi ke sektor energi bersih menempatkan Antam pada posisi strategis dalam peta investasi Indonesia. Para analis keuangan menilai bahwa outlook Antam tetap bullish, dengan estimasi pertumbuhan laba bersih tahunan di atas 15 % selama tiga tahun ke depan, berkat margin penjualan emas yang menguat dan pendapatan baru dari proyek baterai.
Secara keseluruhan, kinerja Antam pada 2026 mencerminkan dinamika pasar logam mulia yang dipengaruhi oleh geopolitik, nilai tukar dolar, serta kebijakan moneter global. Sementara itu, langkah strategis ke sektor baterai EV menegaskan komitmen perusahaan dalam transformasi energi hijau Indonesia. Investor dan pelaku industri diharapkan terus memantau perkembangan ini, mengingat potensi dampak signifikan terhadap nilai pasar saham Antam serta kontribusi terhadap agenda dekarbonisasi nasional.
