Emas Rebound Mendekati $4.650, Geopolitik Meredam Kekhawatiran Perang dan Permintaan Meningkat

IPD – 04 April 2026 | Harga emas (XAU/USD) kembali menguat pada Selasa kemarin, mencatat kenaikan hampir 3% dan menembus zona $4.650 per troy ounce. Penguatan ini dipicu oleh sinyal de‑eskalasi ketegangan geopolitik, khususnya pernyataan Presiden Iran Masoud Pezeshkian yang mengindikasikan kesiapan rezim untuk mengakhiri konflik. Meskipun demikian, logam mulia tersebut masih berada di bawah tekanan jual bulanan yang dapat melebihi 10% akibat lonjakan harga energi pada pekan sebelumnya.

Pada saat penulisan, pasangan XAU/USD diperdagangkan di sekitar $4.648, naik dari level terendah harian $4.482. Kenaikan ini didukung oleh penurunan imbal hasil obligasi Treasury AS 10‑tahun yang turun empat basis poin menjadi 4,31%, serta pelemahan Dolar AS yang tercatat turun 0,58% pada indeks DXY, menandakan permintaan safe‑haven kembali menguat.

Spekulasi mengenai kemungkinan gencatan senjata memicu aksi beli emas oleh para trader. Kondisi ini diperkuat oleh penurunan imbal hasil Treasury, yang biasanya meningkatkan daya tarik aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas. Pada saat yang sama, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kesiapan untuk menghentikan kampanye militer terhadap Iran meski Selat Hormuz masih sebagian tertutup, menurut laporan Wall Street Journal. Press TV juga mengonfirmasi pernyataan Presiden Iran yang menegaskan keengganan negara tersebut untuk terlibat perang namun siap mengakhiri konflik bila ada jaminan keamanan.

Di samping dinamika geopolitik, data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan kelemahan pada pasar tenaga kerja. Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) mencatat penurunan lowongan kerja pada Februari menjadi 6,882 juta, di bawah perkiraan 6,92 juta dan jauh di bawah level sebelumnya sebesar 7,24 juta. Indeks Keyakinan Konsumen Conference Board naik menjadi 91,8 pada Maret setelah revisi turun menjadi 91,0 pada Februari, namun konsumen tetap mengantisipasi kenaikan harga energi yang dapat menekan daya beli.

Federal Reserve (The Fed) kini diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada level saat ini hingga tahun 2026, menandakan berkurangnya ekspektasi penurunan suku bunga. Ketua Federal Reserve Bank of Kansas City, Jeffrey Schmid, mengingatkan bahwa lonjakan harga energi tidak boleh dianggap bersifat sementara dan menekankan pentingnya kebijakan yang dapat menahan ekspektasi inflasi. Pandangan hawkish Schmid menambah tekanan pada pasar obligasi dan memperkuat permintaan emas sebagai pelindung nilai.

Dari perspektif teknikal, emas berhasil menembus Simple Moving Average (SMA) 100‑hari pada $4.617, mengindikasikan momentum bullish yang sedang terbentuk. Relative Strength Index (RSI) bergerak mendekati level netral, menguatkan sinyal bahwa pasar masih memiliki ruang untuk melanjutkan kenaikan. Jika harga berhasil menembus $4.700, level resistance selanjutnya berada di $4.800, diikuti oleh SMA 20‑hari pada $4.820. Penembusan lebih jauh di atas $4.900 dapat membuka jalan menuju SMA 50‑hari pada $4.952.

Namun, risiko tetap ada. Jika harga gagal bertahan di atas $4.600, potensi pengujian kembali support di $4.351, level terendah harian 26 Maret, dapat memicu penurunan lebih lanjut. Di bawah $4.351, SMA 200‑hari pada $4.106 menjadi titik kritis yang dapat menandai perubahan tren jangka panjang.

Secara fundamental, harga emas dipengaruhi oleh tiga faktor utama: kebijakan moneter, nilai Dolar AS, dan sentimen risiko geopolitik. Penurunan imbal hasil obligasi meningkatkan daya tarik emas karena menurunkan biaya peluang investasi alternatif. Sementara itu, pelemahan Dolar AS memberikan dorongan tambahan karena emas diperdagangkan dalam mata uang tersebut. Pada akhirnya, ketegangan geopolitik yang mereda, khususnya di kawasan Timur Tengah, memberikan sinyal positif bagi investor yang mencari aset safe‑haven.

Kesimpulannya, rebound harga emas menuju $4.650 mencerminkan kombinasi antara peredaman ketegangan geopolitik, penurunan imbal hasil Treasury, dan ekspektasi kebijakan moneter yang lebih dovish. Meskipun prospek jangka pendek masih dipengaruhi oleh volatilitas harga energi dan data pasar tenaga kerja AS, tren teknikal dan fundamental saat ini memberi sinyal bahwa emas dapat melanjutkan rally menuju level $4.700 atau lebih, asalkan tidak terjadi gangguan geopolitik baru yang signifikan.

Leave a Comment