IPD – 22 April 2026 | Penampilan Anne Hathaway dalam film terbaru produksi A24, “Mother Mary”, mengundang sorakan kagum dari penonton Jakarta ketika pratayang di Thamrin pada Selasa (21/4). Dalam peran ganda sebagai aktris sekaligus bintang pop bernama Mary, Hathaway menampilkan vokal yang kuat dan enerjik, seolah‑seolah menyiapkan konser panggung internasional.
Suara Hathaway yang dibalut oleh produksi musik Jack Antonoff dan Charli XCX menimbulkan sensasi yang jarang ditemui pada film drama musik. Penonton melaporkan bahwa mereka merasa berada di tengah‑tengah konser, bukan sekadar menonton adegan dalam film. “Gue kaget sih, suaranya dia tuh ternyata se‑powerful itu. Terutama pas adegan dia bawain lagu‑lagunya,” ujar Akib Suryo Utomo, penyunting majalah yang mengikuti perjalanan karier aktris sejak “The Princess Diaries”.
Reaksi serupa datang dari penonton lain, Petrus Kristianto, yang menilai cara Hathaway menguasai panggung sudah setara dengan penyanyi profesional. “Dari caranya menguasai panggung, sudah seperti penyanyi profesional dunia lainnya,” katanya. Sementara Rangga, yang juga menonton pratayang, memuji keberanian Hathaway beralih ke dunia musik sekaligus menegaskan karakter uniknya dalam film.
Meski penampilan musikalnya menuai pujian, sebagian penonton menekankan pentingnya Hathaway tetap mengutamakan akting. Akib menambahkan, “Sekali‑sekali nyanyi enggak apa‑apa, tapi tolong tetaplah berakting.” Kekhawatiran ini muncul karena “Mother Mary” menampilkan Hathaway dalam peran yang menuntut keseimbangan antara panggung musik dan drama pribadi sang tokoh.
Film “Mother Mary” sendiri mengusung kisah seorang bintang pop yang berjuang mempertahankan citra di atas panggung meski kehidupan pribadinya rapuh. Cerita juga melibatkan sahabat lama yang berprofesi sebagai perancang busana, menambah lapisan emosional yang mengingatkan pada dinamika “The Devil Wears Prada”. Perbedaan gaya naratif ini menandai evolusi karier Hathaway, yang kini menjelajahi genre berbeda tanpa meninggalkan akar aktingnya.
- Penonton menilai vokal Hathaway “bertenaga” dan “menyentuh”.
- Penggemar mengapresiasi keberanian aktris mengeksplorasi musik pop.
- Kekhawatiran tetap muncul mengenai fokus utama pada akting.
Para kritikus film memperkirakan bahwa “Mother Mary” dapat menjadi titik balik dalam portofolio Hathaway, menambah dimensi artis yang serbaguna. Sementara itu, produser film menegaskan bahwa keputusan menggabungkan musik dalam narasi film bertujuan memperluas jangkauan emosional penonton, bukan mengalihkan perhatian dari kemampuan akting Hathaway.
Keputusan Hathaway untuk menyanyikan lagu‑lagu dalam film juga sejalan dengan tren aktor Hollywood yang memperluas spektrum talenta, seperti Bradley Cooper dan Emma Stone yang sebelumnya menampilkan kemampuan vokal mereka. Namun, pernyataan Hathaway menegaskan bahwa akting tetap menjadi prioritas utama dalam setiap proyek yang dia pilih.
Dengan respons positif dari penonton di Jakarta, “Mother Mary” diprediksi akan menarik minat internasional, khususnya penikmat musik pop dan drama psikologis. Bagi para penggemar yang telah mengikuti jejak Hathaway sejak era “Princess Diaries”, film ini menawarkan kombinasi nostalgia dan inovasi yang segar.
Secara keseluruhan, penampilan Anne Hathaway di “Mother Mary” menunjukkan bahwa dia mampu memadukan bakat menyanyi dengan keahlian akting, tanpa mengorbankan kualitas salah satunya. Penggemar berharap agar keberhasilan ini menjadi langkah tambahan dalam karier panjang sang aktris, sambil tetap menjaga akting sebagai fondasi utama.
