IPD – 14 April 2026 | Jakarta, 13 April 2026 – Federasi Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) resmi mengumumkan skuad lengkap Tim Thomas dan Uber yang akan bertanding pada Piala Thomas & Uber 2026 di Horsens, Denmark, 24 April hingga 3 Mei. Pengumuman yang disampaikan pada Sabtu (11/4/2026) menampilkan perpaduan menarik antara pemain senior berpengalaman dan talenta muda yang baru saja menembus panggung internasional. Dari total delapan pemain debutan yang dipilih, nama-nama seperti Ubed, Rian Dwi, Yudi Prasetyo, dan Fajar Setiawan menjadi sorotan utama, sementara pada tim putra, pasangan ganda senior Raymond Indra Putra dan Nikolaus Joaquin tetap menjadi andalan strategis.
Proses seleksi dilakukan melalui evaluasi menyeluruh yang meliputi performa turnamen terbaru, kesiapan fisik dan mental, serta kesesuaian taktik tim. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Eng Hian, menegaskan bahwa “kesiapan menyeluruh menjadi faktor utama dalam pemilihan pemain. Setiap pemain yang terpilih diharapkan dapat menjalankan perannya dengan baik dan berkontribusi untuk tim.”
Berikut adalah profil singkat delapan pemain debutan yang akan menembus arena Thomas & Uber Cup 2026:
- Ubed Alifiawan – pemain tunggal putra berusia 19 tahun yang mencuri perhatian lewat kemenangan di Kejuaraan Asia Junior 2025. Kecepatan serangannya menjadi nilai jual utama.
- Rian Dwi Putra – pemain ganda putra berusia 21 tahun, pasangan dengan veteran Jonatan Christie dalam pertandingan eksibisi terakhir. Dikenal memiliki smash kuat dan koordinasi lapangan yang tajam.
- Yudi Prasetyo – pemain ganda campuran (mixed doubles) berusia 20 tahun, baru saja menembus babak perempat final Asian Championships 2025 bersama partnernya, Siti Nurhaliza.
- Fajar Setiawan – pemain tunggal putri berusia 18 tahun, juara nasional junior 2024, diharapkan menjadi “future star” dalam skuat wanita.
- Dimas Haryanto – pemain ganda putra berusia 22 tahun, partner stabil Jonatan Christie di beberapa turnamen BWF Super 300.
- Kena Putri Lestari – pemain ganda putri berusia 19 tahun, menorehkan podium pertama di Grand Prix 2025 bersama pasangan veteran.
- Rizky Adi – pemain ganda campuran berusia 23 tahun, dengan pengalaman di Liga Super BWF, mengisi slot strategis pada tim wanita.
- Aditya Prabowo – pemain tunggal putra berusia 20 tahun, pencetak poin terbanyak di turnamen internasional tingkat B pada 2025.
Selain delapan debutan, daftar pemain senior yang tetap menjadi tulang punggung tim meliputi Jonatan Christie, yang akan menempati posisi tunggal putra utama, serta pasangan ganda putra Raymond Indra Putra dan Nikolaus Joaquin. Kedua pemain ini dipilih untuk mengoptimalkan strategi tim dalam menghadapi lawan-lawan kuat dari Asia dan Eropa. Di sisi wanita, Siti Nurhaliza (ganda campuran) dan Greysia Polii (ganda putri) tetap menjadi pilihan utama, memperkuat keseimbangan antara pengalaman dan energi muda.
Jadwal pertama Tim Thomas Indonesia menampilkan laga penentu grup melawan Prancis pada hari terakhir fase grup. Pertandingan ini diprediksi menjadi ujian berat mengingat performa tim Prancis yang stabil dalam dua tahun terakhir. Sementara Tim Uber Indonesia dijadwalkan berhadapan dengan Korea Selatan, sebuah duel yang selalu menegangkan mengingat sejarah persaingan antara kedua negara di level ganda wanita.
Strategi PBSI menekankan regenerasi atlet sekaligus menjaga kontinuitas performa. Penempatan pemain debutan pada babak-babak awal turnamen diharapkan memberikan pengalaman internasional yang berharga, sementara pemain senior tetap menjadi penjamin kestabilan skor. Menurut Eng Hian, “Kombinasi ini diharapkan dapat menciptakan keseimbangan yang optimal dalam tim, sambil mendukung program regenerasi atlet bulutangkis nasional.”
Antisipasi publik terhadap skuad ini sangat tinggi. Media sosial menunjukkan dukungan luas, terutama bagi para pemain muda yang dianggap sebagai “generasi emas” bulutangkis Indonesia. Pemerintah daerah setempat di Horsens, Denmark, juga menyiapkan fasilitas latihan yang memadai, menjadikan turnamen ini bukan hanya kompetisi, tetapi juga ajang pertukaran budaya dan teknik.
Dengan keberanian menurunkan kombinasi pemain berpengalaman dan debutan, Indonesia berharap dapat menambah prestasi gemilang di Thomas & Uber Cup 2026. Keberhasilan tim tidak hanya diukur dari jumlah medali, tetapi juga dari proses pembelajaran dan perkembangan karier para atlet muda yang akan menjadi tulang punggung bulutangkis Indonesia di masa depan.
