Veda Ega Pratama Kian Percaya Diri, Target Podium di Moto3 Amerika

IPD – 30 Maret 2026 | Veda Ega Pratama, pembalap muda berusia 17 tahun asal Gunungkidul, Yogyakarta, semakin mantap menatap balapan Moto3 ke-3 musim 2026 yang akan digelar di Circuit of the Americas (COTA), Amerika Serikat. Pada sesi kualifikasi Minggu (29 Maret) dini hari WIB, ia berhasil mengunci posisi start keempat dengan waktu 2 menit 12,813 detik, menempatkan dirinya hanya selisih 0,706 detik dari pole position Alvaro Carve (Spanyol) yang mencatat 2 menit 12,107 detik.

Prestasi ini menambah daftar pencapaian Veda dalam ajang Moto3 World Championship. Sebelumnya, ia berhasil meraih podium pertama bagi Indonesia dengan finis ketiga pada balapan di Brasil, dan menutup seri pembukaan di Thailand dengan posisi kelima. Hasil-hasil tersebut mengantarkannya ke peringkat ketiga klasemen sementara dengan total 27 poin.

Dalam wawancara singkat bersama media setelah sesi kualifikasi, Veda menyatakan rasa percaya diri yang tinggi. Ia mengaku tidak menyangka dapat bersaing di barisan depan, namun semangat itu justru memacu performanya. “Hari ini berjalan baik dan saya merasa sangat bagus sejak sesi pagi. Di sesi latihan saya juga merasa percaya diri di atas motor dan bisa melakukan lap kuat, bahkan saat memacu sendirian, jadi itu memberi saya fondasi baik untuk kualifikasi,” ujar Veda.

Selain menekankan kepercayaan diri, Veda menyinggung persiapan mental dan teknisnya. Ia mengakui bahwa adaptasi di COTA menjadi tantangan khusus karena lintasan tersebut dikenal sangat ekstrem, penuh dengan tikungan tajam dan perubahan elevasi yang menuntut ketelitian tinggi. Untuk mengatasi hal itu, Veda memanfaatkan simulasi video game MotoGP dan mendapatkan bocoran strategi dari seniornya, Mario Aji, yang kini berkompetisi di kelas Moto2. “Saya lihat layout sirkuitnya di game, terasa zig‑zag dan banyak bump. Saya belajar dari video dan dari pengalaman pembalap lain, jadi saya harap feeling saya bagus pada hari balapan,” tambahnya.

Tim Honda Team Asia pun menyatakan kepuasannya atas performa Veda. Menurut pernyataan resmi tim, Veda menunjukkan peningkatan signifikan sejak sesi free practice, di mana ia berada di posisi ke‑14 dan ke‑10, hingga berhasil menembus Q2 dan akhirnya menempati posisi start keempat. Tim menilai bahwa kombinasi latihan fisik, analisis data telemetry, serta dukungan teknis dari mekanik berperan penting dalam pencapaian tersebut.

Berikut rangkuman singkat hasil Veda dalam tiga seri terakhir Moto3 2026:

  • Thailand (Grand Prix Thailand): start grid keempat, finis kelima.
  • Brasil (Grand Prix Brasil): start grid kedua, finis podium ketiga.
  • Amerika (Grand Prix Amerika, COTA): start grid keempat, target podium.

Data klasemen sementara menunjukkan Veda berada di posisi ketiga dengan 27 poin, di belakang dua pembalap lain yang masing‑masing mengumpulkan 30 dan 31 poin. Persaingan di puncak klasemen semakin ketat, menjadikan setiap balapan menjadi penentu akhir musim.

Analisis taktik Veda pada balapan di COTA mengindikasikan ia akan memanfaatkan keunggulan start depan untuk menghindari kemacetan di tikungan pertama. Dengan motor Honda yang menawarkan handling stabil pada trek berliku, Veda berharap dapat mempertahankan posisi menengah hingga masuk ke fase menengah lintasan, di mana ia dapat menyerang pada lintasan lurus utama.

Jika berhasil mengulang atau melampaui performa di Brasil, Veda tidak hanya akan menambah catatan podium pribadi, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia di panggung Moto3 internasional. Keberhasilan tersebut diharapkan dapat menginspirasi generasi muda pembalap motor tanah air serta meningkatkan dukungan sponsor dan media terhadap olahraga balap motor di Indonesia.

Dengan semangat yang tinggi, persiapan teknis yang matang, dan dukungan tim yang solid, Veda Ega Pratama menatap balapan Moto3 Amerika 2026 dengan keyakinan bahwa podium kembali dapat diraih. Penonton di COTA serta para penggemar di tanah air akan menyaksikan aksi balap yang penuh adrenalin, sekaligus menunggu momen bersejarah bila sang wonderkid kembali mengukir prestasi di level dunia.

Leave a Comment