USD/JPY Tembus Bawah 158,20; Pola Segitiga Simetris Menunjukkan Tekanan Jual Lanjutan

IPD – 08 April 2026 | Pasangan mata uang dolar Amerika Serikat terhadap yen Jepang (USD/JPY) mengalami penurunan signifikan pada sesi perdagangan Eropa Rabu lalu, menembus level 158,20 dan mengukuhkan tekanan jual yang dipicu oleh perkembangan geopolitik serta dinamika kebijakan moneter global. Penurunan ini bertepatan dengan gencatan senjata dua minggu antara Amerika Serikat dan Iran, yang secara tak terduga mengurangi permintaan safe‑haven terhadap dolar AS. Sementara itu, ekspektasi inflasi global teredam, mendorong para pedagang mengurangi taruhan pada kebijakan hawkish Federal Reserve (The Fed).

Dalam laporan resmi, dolar AS tercatat melemah terhadap mayoritas mata uang utama. Indeks Dolar AS (DXY) turun 0,75% menjadi sekitar 98,75, menandakan performa terlemah dolar dalam periode tersebut. Tabel di bawah merangkum persentase perubahan dolar AS terhadap mata uang utama pada hari itu:

Mata UangPerubahan (%)
Euro (EUR)-0,84
British Pound (GBP)-0,96
Yen Jepang (JPY)-0,89
Dolar Kanada (CAD)-0,28
Dolar Australia (AUD)-1,22
Dolar Selandia Baru (NZD)-1,62
Franc Swiss (CHF)-1,27

Berita geopolitik yang menjadi katalis utama penurunan USD/JPY adalah pengumuman Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menangguhkan serangan militer yang direncanakan terhadap infrastruktur sipil Iran. Keputusan tersebut diambil setelah Iran menyetujui pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur strategis yang mengalirkan hampir 20% pasokan energi dunia. Pembukaan kembali selat tersebut meredakan ketegangan pasar energi, menurunkan permintaan akan dolar sebagai aset safe‑haven.

Selain faktor geopolitik, data teknikal menunjukkan bahwa USD/JPY kini berada dalam fase bearish yang jelas. Pada grafik empat jam, pasangan ini menembus formasi segitiga simetris, menandakan pola kelanjutan tren turun. Harga menembus support naik di level 157,46, mengindikasikan hilangnya struktur kenaikan sebelumnya. EMA 200‑periode berada di sekitar 158,40, bertindak sebagai resistance dinamis yang membatasi pemulihan intraday.

Indeks Kekuatan Relatif (RSI) 14‑hari berada di angka 28, masuk wilayah jenuh jual. Meskipun kondisi jenuh dapat memperlambat penurunan lebih lanjut, level ini menegaskan momentum bearish yang kuat. Pada sisi resistance, level awal terletak di pertemuan EMA 200‑periode dengan garis tren support sebelumnya sekitar 158,40. Jika harga berhasil menembus zona 159,00, maka level 159,60 dapat menjadi target berikutnya, mengurangi tekanan penurunan saat ini.

Di sisi bawah, support minor terlihat di level 157,50. Penembusan yang jelas di bawah level ini akan mengonfirmasi fase bearish yang lebih dalam, dengan target selanjutnya mengarah ke zona 157,00. Selama harga berada di bawah garis tren menurun, setiap upaya rebound ke kisaran 158,40‑159,00 kemungkinan akan berakhir dengan aksi jual kembali.

Alat CME FedWatch menunjukkan bahwa para pelaku pasar telah menghapus harapan kenaikan suku bunga pada tahun ini. Perubahan ekspektasi ini menandai pergeseran tajam dari dua kali kenaikan yang sebelumnya diperkirakan sejak dimulainya konflik geopolitik. Hilangnya taruhan hawkish pada The Fed turut menambah beban pada dolar AS, memperlemah posisi USD/JPY secara keseluruhan.

Secara makro, dinamika pasar saat ini mencerminkan pergeseran sentimen risiko dari “risk‑on” ke “risk‑off”. Investor kini lebih memilih aset yang dianggap aman, termasuk yen Jepang, meskipun yen sendiri juga menunjukkan pergerakan berlawanan karena penurunan dolar. Pada fase “risk‑off”, mata uang safe‑haven seperti yen, franc Swiss, serta obligasi pemerintah biasanya mengalami kenaikan, sementara mata uang komoditas dan ekuitas cenderung melemah.

Kesimpulannya, kombinasi antara perkembangan geopolitik yang menenangkan, perubahan ekspektasi kebijakan moneter Fed, dan sinyal teknikal yang menguatkan pola bearish memperkuat prospek penurunan lebih lanjut bagi USD/JPY. Para trader dan investor sebaiknya memantau level support kunci di 157,50 dan 157,00, serta memperhatikan kemungkinan rebound singkat di sekitar 158,40‑159,00 yang dapat menjadi jebakan jual jika tidak didukung oleh momentum yang kuat.

Leave a Comment