IPD – 08 April 2026 | Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) akan menggelar pertemuan kebijakan suku bunga besok, dan analis senior dari ING, Chris Turner, memproyeksikan bank sentral tersebut akan mempertahankan suku bunga acuan pada level 2,25 persen tanpa memberikan perkiraan baru maupun petunjuk kebijakan yang signifikan.
Keputusan ini mencerminkan tren kebijakan moneter yang relatif stabil setelah serangkaian kenaikan suku bunga selama tahun 2022 dan awal 2023 untuk mengekang inflasi. Meskipun tekanan inflasi masih berada di atas target, data terbaru menunjukkan laju kenaikan harga mulai melonggarkan, memberi ruang bagi otoritas moneter untuk menahan laju pengetatan.
Turner menegaskan bahwa pasar secara luas memperkirakan RBNZ akan mengadopsi nada dovish pada pertemuan ini. Ia menilai bahwa tanpa adanya perkiraan baru dari RBNZ, konsensus pasar akan tetap pada asumsi suku bunga tidak berubah, sementara panduan kebijakan ke depan diperkirakan akan sangat terbatas.
Dalam penilaian tersebut, Turner menyoroti peran Gubernur RBNZ, Anna Breman, yang selama beberapa bulan terakhir menunjukkan gaya komunikasi yang lebih lunak. “Anna Breman sejauh ini cukup dovish dalam pernyataannya, dan hal itu memperkuat ekspektasi pasar bahwa tidak ada kenaikan suku bunga pada pertemuan mendatang,” tulis Turner.
Selain kebijakan suku bunga, pergerakan nilai tukar Dolar Selandia Baru (NZD) menjadi sorotan utama. NZD telah mencatat kinerja yang lebih lemah dibandingkan Dolar Australia (AUD) selama kuartal ini, terutama karena New Zealand tidak memiliki basis komoditas industri yang kuat seperti tetangganya.
Komoditas utama yang biasanya mendukung NZD, seperti produk pertanian dan produk susu, mengalami tekanan harga global, sedangkan Australia tetap mendapat dorongan dari ekspor bijih besi dan batu bara. Kondisi ini menyebabkan NZD tertekan, dan analis ING memperkirakan tren tersebut akan berlanjut kecuali RBNZ secara tak terduga mengeluarkan sinyal hawkish pada konferensi pers besok.
Turner menambahkan bahwa peluang RBNZ melakukan pengetasan agresif masih sangat kecil. Ia mencatat bahwa pasar memproyeksikan total kenaikan suku bunga sebesar 65 basis poin hingga akhir tahun, yang berarti kebanyakan kenaikan akan terjadi pada paruh pertama 2024 bila ada perubahan kebijakan.
Berikut adalah poin-poin utama yang dirangkum dari analisis Turner:
- RBNZ diperkirakan mempertahankan suku bunga pada 2,25% pada pertemuan besok.
- Gubernur Anna Breman menunjukkan sikap dovish dalam komunikasi publik.
- Tanpa perkiraan baru, pasar mengharapkan sedikit atau tidak ada petunjuk kebijakan ke depan.
- NZD dipukul lemah dibandingkan AUD karena eksposur komoditas yang lebih rendah.
- Kemungkinan kejutan hawkish tetap rendah, namun dapat mengubah arah tren jika terjadi.
Bagi pelaku pasar valuta asing, keputusan RBNZ ini memiliki implikasi penting. Jika suku bunga tetap, carry trade yang melibatkan NZD diperkirakan akan tetap tertekan, sementara trader mungkin beralih ke mata uang dengan kebijakan yang lebih ketat, seperti AUD atau dolar AS.
Selain itu, ekspektasi kenaikan total 65 basis poin hingga akhir tahun memberikan sinyal bahwa kebijakan moneter RBNZ akan tetap bersifat akomodatif dalam jangka menengah, mendukung ekspektasi inflasi yang lebih terkendali.
Kesimpulannya, RBNZ diprediksi akan mengukuhkan sikap dovish dengan membiarkan suku bunga tetap pada 2,25 persen dan memberikan panduan kebijakan yang terbatas. Kondisi ini akan terus menekan NZD relatif terhadap AUD, kecuali ada perubahan tak terduga dalam retorika atau kebijakan bank sentral. Bagi investor, fokus utama tetap pada perkembangan data inflasi dan harga komoditas global, yang secara tidak langsung akan menentukan arah selanjutnya bagi mata uang Selandia Baru.
