USD/CAD Turun di Bawah 1,37 Usai Pembukaan Selat Hormuz, Inflasi Kanada Jadi Sorotan

IPD – 18 April 2026 | Pasangan mata uang USD/CAD menunjukkan penurunan signifikan pada hari Jumat, diperdagangkan di kisaran 1,3670, menandai penurunan 0,26% dalam satu sesi. Gerakan ini terjadi meskipun harga minyak mentah mengalami penurunan tajam, menegaskan bahwa dinamika pasar kini lebih dipengaruhi oleh faktor geopolitik dan sentimen terhadap dolar AS.

Kelemahan dolar AS menjadi penyebab utama penurunan USD/CAD. Indeks Dolar AS (DXY) beroperasi di dekat level terendah multi‑minggu sekitar 97,80, menandakan penurunan nilai tukar greenback terhadap sekeranjang mata uang utama. Data dari CME FedWatch menunjukkan peningkatan probabilitas pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve sebesar 38,2% pada akhir tahun, naik dari 25,9% sehari sebelumnya. Ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter ini menambah tekanan pada dolar, sementara dolar Kanada (CAD) tetap kuat.

Pembukaan kembali Selat Hormuz oleh Iran pada hari yang sama menjadi pemicu penurunan harga minyak mentah. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengumumkan bahwa selat strategis ini kini sepenuhnya dibuka untuk pelayaran komersial selama gencatan senjata yang sedang berlangsung. Akibatnya, West Texas Intermediate (WTI) turun ke sekitar US$80 per barel, mencatat penurunan harian terbesar dalam beberapa minggu terakhir. Kembalinya aliran minyak melalui Teluk menghilangkan kekhawatiran akan gangguan pasokan, yang sebelumnya menambah tekanan pada pasar energi.

Secara tradisional, nilai CAD memiliki korelasi positif dengan harga energi, mengingat Kanada adalah eksportir minyak terbesar ketiga di dunia. Namun, dalam konteks saat ini, pergerakan mata uang tampak lebih dipengaruhi oleh kelemahan dolar AS daripada faktor energi. Penguatan CAD terhadap dolar AS mengindikasikan bahwa pasar menilai risiko geopolitik di Timur Tengah telah mereda, sementara fokus beralih ke data ekonomi domestik Kanada.

Investor kini menantikan rilis Indeks Harga Konsumen (IHK) Kanada untuk bulan Maret yang dijadwalkan pada hari Senin. Analis memperkirakan IHK akan menunjukkan percepatan inflasi yang signifikan, dipicu oleh lonjakan harga energi pada periode sebelumnya. Gubernur Bank of Canada (BoC), Tiff Macklem, baru-baru ini memperingatkan bahwa ekonomi Kanada dapat menghadapi “tingkat harga yang lebih tinggi,” menyoroti tantangan menjaga inflasi tetap terkendali tanpa menimbulkan perlambatan ekonomi yang tajam.

Data inflasi akan menjadi faktor penentu bagi kebijakan moneter BoC dalam beberapa minggu ke depan. Jika IHK menunjukkan tekanan inflasi yang kuat, BoC berpotensi mempertahankan atau bahkan menaikkan suku bunga, yang pada gilirannya dapat memperkuat CAD lebih lanjut. Sebaliknya, data yang lebih lemah dapat membuka ruang bagi pelonggaran kebijakan, menurunkan nilai CAD dan berpotensi menstabilkan kembali USD/CAD.

  • USD/CAD turun ke sekitar 1,3670 pada hari Jumat.
  • Harga minyak mentah menurun setelah pembukaan penuh Selat Hormuz.
  • Dolar AS melemah, DXY berada di level terendah multi‑minggu.
  • Probabilitas pemotongan suku bunga Fed meningkat menjadi 38,2%.
  • IHK Kanada bulan Maret akan dirilis pada hari Senin, menjadi sorotan utama pasar.

Secara keseluruhan, pergerakan USD/CAD mencerminkan kombinasi faktor geopolitik, kebijakan moneter AS, dan ekspektasi inflasi Kanada. Selama minggu mendatang, perhatian pasar akan tetap terpusat pada data inflasi Kanada serta pernyataan kebijakan dari Federal Reserve dan Bank of Canada. Trader dan investor disarankan untuk memantau perkembangan tersebut secara cermat, mengingat volatilitas yang masih tinggi dapat memicu pergerakan harga yang tajam dalam jangka pendek.

Leave a Comment