IPD – 13 April 2026 | Jakarta – Pemain bek kiri FC Emmen yang baru saja dinobatkan sebagai warga negara Indonesia, Tim Geypens, kembali menjadi sorotan publik setelah serangkaian spekulasi mengenai status kewarganegaraannya menyebar di media sosial. Isu “passportgate” yang melibatkan perizinan kerja dan naturalisasi pemain tersebut memicu rumor bahwa ia berniat kembali menjadi warga negara Belanda. Namun, melalui pernyataan resmi di akun Instagram serta wawancara dengan ESPN Netherlands, Geypens menegaskan komitmennya untuk tetap menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) dan memperjuangkan Timnas Merah Putih.
Wawancara yang dilakukan pada 11 April 2026 setelah pertandingan melawan RKC Waalwijk di Stadion Mandemakers sempat menimbulkan kerancuan penerjemahan. Dalam percakapan berbahasa Belanda, Geypens membahas izin kerja yang akan berlaku hingga tahun 2031, sekaligus menyampaikan rasa syukur atas kesempatan berkarier di Eredivisie. Pernyataan tersebut kemudian disalahtafsirkan oleh sejumlah media Indonesia sebagai keinginan untuk mengembalikan status kewarganegaraan Belanda. Geypens segera meluruskan melalui unggahan di Instagram @timgeypens_, menulis, “Saya sangat ingin terus bermain untuk Indonesia dan mewakili negara yang indah. Saya tidak berniat menjadi warga negara Belanda lagi.”
Sejak dinaturalisasi pada 11 Februari 2025, Geypens telah menandai pencapaian penting sebagai pemain muda naturalisasi pertama yang berhasil mengamankan izin kerja jangka panjang di Belanda. Selama musim 2025/2026, ia tampil dalam 27 pertandingan untuk FC Emmen, mencetak dua gol dan memberikan dua assist, menegaskan bahwa performanya tidak terpengaruh oleh proses administrasi yang sempat menghambatnya selama empat pertandingan. Kinerja tersebut juga membuatnya masuk dalam daftar panggilan awal 41 pemain untuk FIFA Series 2026, meskipun pada akhirnya tidak terpilih dalam skuad final.
Di sisi lain, kegagalan Timnas Futsal Indonesia di final ASEAN Futsal Championship 2026 melahirkan ruang kosong bagi pemain berbakat seperti Geypens untuk mengisi kebutuhan tim senior. Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, dilaporkan telah mencoret nama Dean James dan menambahkan Geypens ke dalam daftar panggilan menjelang laga persahabatan melawan Timnas Saint Kitts and Nevis. Penambahan ini menandakan bahwa federasi sepak bola Indonesia menilai Geypens sebagai aset strategis, terutama mengingat posisinya yang dapat beroperasi sebagai fullback maupun winger kiri.
Isu “passportgate” sendiri bermula dari kebingungan mengenai status izin tinggal Geypens setelah proses naturalisasi. Pada awal 2025, ia sempat dianggap ilegal di Belanda karena belum memperoleh dokumen yang sesuai, sehingga ia harus absen dari kompetisi selama empat pertandingan. Setelah memperoleh izin kerja hingga 2031, Geypens kembali bermain dan menegaskan bahwa masalah administrasi tersebut telah selesai. Ia menambahkan dalam klarifikasi, “Mungkin terjemahan video wawancara saya salah. Saya masih ingin menjaga paspor Indonesia saya,” menegaskan bahwa identitas ganda tidak lagi menjadi pertimbangan.
Reaksi warganet beragam, namun mayoritas memberikan dukungan kepada Geypens setelah klarifikasi resmi. Banyak yang menilai keberaniannya untuk mengungkapkan perasaan “asing” di tanah kelahiran setelah menjadi WNI, sekaligus mengapresiasi keinginannya untuk tetap berkontribusi pada sepakbola Indonesia. Sebagai tambahan, pendukung menyoroti pentingnya edukasi media dalam menghindari misinformasi serupa di masa depan.
Kesimpulannya, Tim Geypens tidak berniat kembali menjadi warga negara Belanda; sebaliknya, ia menegaskan komitmen penuh terhadap Indonesia, baik sebagai pemain klub maupun calon anggota Timnas senior. Dengan izin kerja yang aman hingga 2031 dan performa yang terus meningkat di FC Emmen, peluangnya untuk menembus skuad utama Timnas Indonesia semakin besar. Situasi ini sekaligus menjadi pelajaran bagi media untuk lebih cermat dalam menerjemahkan pernyataan pemain asing yang tengah meniti karier di luar negeri.
