Tegas! Walikota Bandung Farhan Perintahkan Aremania Tonton Persib vs Arema di TV

IPD – 24 April 2026 | Jumat, 24 April 2026, Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) menjadi saksi konfrontasi sengit antara Persib Bandung dan Arema FC dalam laga pekan ke-29 BRI Super League 2025/26. Di luar arena, suasana tak kalah menegangkan ketika sekelompok suporter Arema, yang dikenal sebagai Aremania, tiba di Alun‑alun Bandung meski telah dikeluarkan larangan resmi untuk hadir di daerah tersebut.

Rombongan sekitar enam bus berplat nomor Malang diparkir di area parkir mobil dekat Masjid Raya Bandung. Para pendukung tampak leluasa beraktivitas; mereka berfoto bersama, duduk di bangku, bahkan berkeliling kawasan heritage sambil mengenakan atribut klub. Salah satu dari mereka, Robert (22), mengaku menempuh perjalanan dari Malang dengan berangkat pada Kamis malam pukul 21.00 dan tiba di Bandung sekitar pukul 07.00 pagi hari pertandingan.

Keberadaan Aremania ini memicu respon cepat dari aparat kepolisian Bandung yang menyiapkan satuan pengamanan khusus. Sebanyak 3.000 personel siap mengamankan area stadion serta mengawasi pergerakan suporter di sekitar kota. Meski demikian, Walikota Bandung, Farhan H. Mustofa, menegaskan kebijakan yang lebih bersifat preventif. Dalam sebuah konferensi pers singkat, ia meminta seluruh Aremania untuk menonton laga secara daring melalui televisi atau platform streaming resmi, mengingat potensi kerusuhan yang dapat timbul bila suporter berbaur dengan massa lokal.

“Kami mengerti antusiasme pendukung sepak bola, namun prioritas utama adalah keamanan warga Bandung,” ujar Walikota Farhan. “Saya menghimbau Aremania untuk menikmati pertandingan dari rumah atau tempat yang aman, bukan di jalan‑jalan kota yang padat. Ini bukan sekadar larangan, melainkan ajakan untuk bersikap bertanggung jawab.”

Respons dari suporter tidak seragam. Sebagian besar anggota Aremania tampak menerima arahan tersebut, mengingat mereka telah merasakan kelelahan fisik setelah perjalanan jauh. Namun, segelintir kecil tetap bersikeras menonton langsung di GBLA, mengklaim hak mereka sebagai pendukung setia. Pihak kepolisian menyiapkan posko kontrol di pintu masuk stadion, dengan prosedur pemeriksaan identitas dan larangan masuk bagi mereka yang tidak memiliki tiket resmi.

Berikut rangkaian kejadian yang terjadi pada hari pertandingan:

  • 06.00 WIB – Bus Aremania mulai tiba di Alun‑alun Bandung.
  • 08.30 WIB – Walikota Farhan mengeluarkan pernyataan resmi melalui konferensi pers singkat.
  • 10.00 WIB – Kepolisian menyiapkan satuan pengamanan 3.000 personel di sekitar GBLA.
  • 14.00 WIB – Aremania berkumpul kembali di area parkir, sebagian memutuskan untuk menonton di TV hotel.
  • 19.00 WIB – Kick‑off pertandingan Persib vs Arema.

Sejumlah analis keamanan menyebut langkah walikota sebagai langkah pragmatis dalam mengelola potensi kerusuhan yang sering menyertai pertemuan suporter rival. “Pengawasan ketat dan penyuluhan melalui media dapat menurunkan risiko bentrokan,” kata Dr. Satria Prabowo, pakar keamanan publik.

Sementara itu, pihak Persib dan Arema FC tetap menegaskan pentingnya dukungan suporter, namun mereka juga menghormati keputusan pemerintah daerah. Kedua klub mengumumkan bahwa siaran resmi pertandingan akan tersedia di stasiun televisi nasional serta platform digital, memastikan Aremania dapat menikmati aksi di lapangan tanpa mengorbankan keselamatan.

Dengan demikian, peristiwa ini menegaskan dinamika antara kebebasan menonton olahraga dan tanggung jawab publik dalam konteks kepadatan kota. Keputusan Walikota Farhan untuk mengarahkan Aremania menonton di televisi menjadi contoh kebijakan yang mengedepankan keamanan, sekaligus menjaga semangat persaingan sehat antar klub.

Ke depan, diharapkan semua pihak, termasuk suporter, dapat berkolaborasi menciptakan atmosfer pertandingan yang aman dan menyenangkan bagi seluruh warga Bandung.

Leave a Comment