IPD – 21 April 2026 | Semen Padang FC bersiap menyambut Persijap Jepara dalam laga krusial pekan ke-28 BRI Super League 2025/26 yang digelar pada Senin, 20 April 2026 pukul 15.30 WIB di Stadion Haji Agus Salim, Padang. Pertandingan ini menjadi ujian penting bagi tim asuhan Imran Nahumarury yang kini menempati posisi 17 dengan 20 poin, berjuang keras menghindari zona degradasi.
Imran Nahumarury, mantan pelatih Malut United, menegaskan dalam konferensi pers bahwa kemenangan di kandang harus diraih tanpa kompromi. “Kalau bicara home dan away tentu berbeda. Sekarang kita main di kandang, tidak ada pilihan. Tim harus berjuang sampai akhir,” ujarnya. Ia menambah bahwa meski beberapa pemain kunci seperti Alhassan Wakaso, Samuel Simanjuntak, dan Irsyad Maulana absen karena cedera, skuadnya telah menyiapkan opsi taktik alternatif.
Masalah suporter juga menjadi sorotan. Sebuah kelompok pendukung mengancam boikot hadir di stadion. Imran menanggapi dengan bijak, menyatakan bahwa dukungan langsung tetap penting namun mengapresiasi doa dan kepedulian mereka. “Kita harus berpikir positif. Kalau mereka hadir tentu akan menambah semangat, tapi kami yakin mereka tetap mendoakan tim,” katanya.
Secara historis, pertemuan pertama musim ini berakhir dengan kemenangan 2-1 Semen Padang di markas Persijap. Keberhasilan itu memberi harapan, namun Imran menekankan bahwa hasil lama tidak menjadi patokan mutlak. “Setiap pertandingan adalah cerita baru,” tegasnya.
Persijap Jepara, yang dijuluki Laskar Kalinyamat, menempati posisi 15 dengan 25 poin. Pelatih Mario Lemos menekankan target utama timnya untuk tetap mengamankan poin demi menjauh dari zona merah. “Kami tahu Semen Padang butuh poin, namun kami juga ingin memperkuat posisi kami,” ujar Lemos.
Prediksi susunan pemain mengungkap formasi yang akan dipakai kedua tim. Semen Padang kemungkinan akan mengandalkan formasi 4-3-3 dengan Rendy Oscario di gawang, lini belakang yang terdiri dari Ravy Tsouka, Angelo Meneses, Asyraq Gufron, dan Ade Kristiano. Lini tengah diisi oleh Boubakary Diarra, Ripal Wahyudi, dan Kazaki Nakagawa, sementara trio depan Kasim Botan, Guillermo Fernandez, dan Maicon Silva menjadi opsi utama menyerang.
Persijap diperkirakan menurunkan formasi serupa 4-3-3: Sendri Johansyah di gawang, pertahanan yang terdiri dari Rahmat Hidayat, Diogo Brito, Aly Ndom, dan Najeeb Yakubu. Di lini tengah, Wahyudi Hamisi, Borja Martinez, dan Borja Herrera akan mengatur tempo, sementara Lucas Morelatto, Gustavo Franca, dan Rendi Saepul menyiapkan serangan balik cepat.
Statistik menunjukkan Semen Padang telah menelan tiga kekalahan dari lima laga terakhirnya, menambah beban psikologis. Namun, keunggulan bermain di kandang dan dukungan publik diharapkan menjadi katalisator motivasi. Sementara itu, Persijap datang dengan performa stabil, tidak terkalahkan dalam enam laga beruntun, meski sebagian besar hasilnya berupa imbang.
Analisis taktik mengindikasikan Imran akan mengandalkan pressing tinggi dan pergerakan cepat di sisi sayap untuk memecah pertahanan Persijap yang cenderung menunggu serangan balik. Di sisi lain, Lemos kemungkinan akan menyiapkan blok pertahanan rapat dan mengandalkan kecepatan sayap untuk memanfaatkan ruang di belakang lini belakang Semen Padang.
Jika Semen Padang berhasil mengamankan tiga poin, jarak mereka dengan Persijap akan menyusut menjadi lima poin, membuka peluang untuk keluar dari zona merah pada putaran berikutnya. Sebaliknya, kegagalan menambah tekanan pada pelatih dan pemain untuk mengatasi krisis performa.
Dengan atmosfer stadion yang penuh harap, kedua tim siap mempersembahkan aksi yang menegangkan. Kabau Sirah bertekad menyalakan api semangat di lapangan, sementara Laskar Kalinyamat berambisi menambah catatan tak terkalahkan mereka. Pertandingan ini tidak hanya tentang poin, melainkan juga tentang kebanggaan, ketangguhan, dan harapan para suporter yang menanti hasil akhir.
Hasil akhir laga akan menentukan arah perjalanan musim ini bagi kedua klub. Apakah Semen Padang mampu membalikkan nasib dan mengusir zona merah, atau Persijap melanjutkan tren stabil mereka? Semua mata kini tertuju pada Haji Agus Salim, menantikan aksi yang akan menentukan nasib Kabau Sirah.
