IPD – 03 April 2026 | Roberto De Zerbi resmi diangkat menjadi pelatih ketiga Tottenham Hotspur pada musim 2025/2026 setelah kepelatihan Igor Tudor dihentikan. Pengumuman tersebut muncul pada 3 April 2026, menandai dimulainya fase penyelamatan klub yang kini berada di zona ancaman degradasi Premier League.
Spurs berada di posisi ke-17 klasemen, hanya selisih satu poin dari zona turun dengan tujuh pertandingan tersisa. Rekor buruk tim semakin menambah tekanan: belum meraih kemenangan dalam 13 laga liga terakhir, menyamai catatan terburuk dalam sejarah kompetisi. De Zerbi, yang sebelumnya melatih tim Serie A, menegaskan komitmen jangka panjangnya dengan menandatangani kontrak lima tahun, meski risiko degradasi tetap tinggi.
Dalam konferensi pers pertama, De Zerbi menekankan bahwa ia datang ke London dengan keyakinan penuh terhadap kualitas skuad. “Saya menonton banyak pertandingan, terutama dalam periode terakhir. Saya mengenal para pemain dengan sangat baik. Ini adalah momen sulit bagi semua orang di Tottenham, tetapi saya percaya kami memiliki kualitas yang tepat untuk keluar dari situasi ini,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa gaya permainan dan sejarah klub menjadi fondasi penting untuk membangun masa depan yang lebih stabil.
Namun, tantangan tidak hanya datang dari tekanan klasemen. Daftar cedera Spurs semakin panjang, mencakup kiper Guglielmo Vicario, bek Ben Davies, gelandang Rodrigo Bentancur, James Maddison, Dejan Kulusevski, Wilson Odobert, Mathys Tel, Mohammed Kudus, serta Pape Sarr yang baru saja mengalami masalah bahu. Kondisi tersebut memaksa De Zerbi untuk mengandalkan skuad terbatas dalam persiapan menghadapi laga pertamanya melawan Sunderland pada 12 April.
Sebelum bergabung dengan Tottenham, De Zerbi pernah menuai kontroversi karena komentar yang dianggap menyinggung pemain muda Inggris, Phil Greenwood. Setelah mendapat sorotan publik, ia secara terbuka meminta maaf kepada para pendukung dan pemain, menyatakan bahwa komentar tersebut tidak mencerminkan sikap profesionalnya. Permintaan maaf itu kemudian diulang di media sosial klub, menegaskan komitmen De Zerbi untuk membangun hubungan yang positif dengan seluruh elemen klub.
De Zerbi juga menegaskan keinginannya untuk bertahan lama di Tottenham. Dalam pernyataan resmi klub di Jakarta, ia menyatakan, “Ini sebuah kehormatan dan saya sangat bangga menjadi pelatih kalian. Saya ingin memberikan yang terbaik. Saya ingin bertahan lama di klub besar ini.” Pernyataan tersebut menggarisbawahi tekadnya untuk tidak hanya menyelamatkan klub dari degradasi, melainkan juga menyiapkan proyek jangka panjang yang berkelanjutan.
Persiapan tim dimulai setelah para pemain yang menjalani pertandingan internasional kembali melatih di Hotspur Way pada hari Jumat. De Zerbi memiliki waktu kurang dari satu minggu untuk mengimplementasikan taktik baru, menyesuaikan formasi, dan memberikan motivasi mental kepada pemain yang terbebani oleh tekanan hasil buruk.
Di luar lapangan, manajemen Tottenham berharap bahwa kepemimpinan De Zerbi dapat memulihkan kepercayaan pendukung yang semakin menurun. Harga tiket pertandingan akhir musim diperkirakan tetap tinggi, dan sponsor utama menuntut performa yang lebih baik. Oleh karena itu, keputusan untuk memberikan kontrak jangka panjang kepada De Zerbi dipandang sebagai langkah strategis untuk menstabilkan situasi klub.
Secara keseluruhan, keberhasilan De Zerbi akan diukur tidak hanya dari hasil pada 12 April melawan Sunderland, tetapi juga dari kemampuan mengelola skuad yang terluka, meningkatkan moral pemain, dan menumbuhkan budaya kerja yang positif. Jika ia berhasil menghindari degradasi, peluang untuk membangun fondasi jangka panjang bagi Tottenham akan semakin terbuka.
