IPD – 13 Mei 2026 | Pertandingan antara Remo dan Palmeiras pada hari Minggu (10/5) berakhir dengan skor imbang 1-1. Namun, pertandingan ini diledakkan oleh kontroversi seputar gol yang dianulir oleh wasit Rafael Klein setelah konsultasi dengan VAR.
Gol tersebut dicetak oleh Bruno Fuchs pada menit ke-49, tetapi wasit memutuskan untuk menghapusnya setelah menilai bahwa ada sentuhan tangan oleh Flaco López sebelum bola sampai ke Fuchs. Keputusan ini memicu protes dari pemain dan staff Palmeiras, yang merasa bahwa gol tersebut sah dan tidak ada pelanggaran.
Menurut peraturan yang ditetapkan oleh IFAB, gol hanya dapat dianulir jika pemain yang menyentuh bola dengan tangannya adalah yang sama dengan pemain yang mencetak gol. Dalam kasus ini, karena Fuchs yang mencetak gol, bukan López, maka Palmeiras berpendapat bahwa gol tersebut seharusnya tidak dianulir.
Setelah pertandingan, direktur sepak bola Palmeiras, Anderson Barros, menyatakan bahwa keputusan wasit tersebut salah dan meminta tindakan lanjutan dari CBF. Sementara itu, Remo tetap bersikukuh bahwa keputusan wasit sudah tepat dan mereka puas dengan hasil imbang.
Pertandingan ini juga menarik perhatian karena kehadiran penonton yang sangat besar, dengan 40.629 orang memadati stadion Mangueirão. Ini merupakan rekor kehadiran penonton terbesar di Remo untuk musim ini.
Kontroversi seputar gol yang dianulir ini masih hangat diperbincangkan, dengan banyak penggemar dan analis sepak bola yang memberikan pendapatnya tentang keputusan wasit. Namun, yang pasti adalah bahwa pertandingan antara Remo dan Palmeiras ini akan diingat sebagai salah satu pertandingan paling menarik di musim ini.
Dalam beberapa hari terakhir, CBF telah mengeluarkan pernyataan yang menyatakan bahwa keputusan wasit untuk menghapus gol Palmeiras adalah salah. Hal ini telah memicu reaksi dari kedua belah tim, dengan Palmeiras mengharapkan tindakan lanjutan dan Remo tetap pada pendiriannya bahwa hasil pertandingan sudah final.
