Real Sociedad Juara Copa del Rey 2026 Final lewat Adu Penalti, Atletico Madrid Gagal Akhiri Penantian 13 Tahun

IPD – 19 April 2026 | Sejumlah pekan menjelang pertandingan puncak, Atletico Madrid menegaskan tekadnya untuk mengakhiri penantian 13 tahun tanpa trofi Copa del Rey. Kapten Koke, satu-satunya pemain yang pernah mengangkat piala tersebut pada 2013, menyatakan keyakinannya bahwa “kita akan kembali memenanginya”. Namun, harapan tersebut harus diuji di Estadio de La Cartuja, Sevilla, pada Minggu pagi, 19 April 2026.

Real Sociedad, yang baru saja merayakan gelar ketiga mereka pada 2020, memasuki final dengan semangat tinggi. Klub asal Basque ini mencatatkan tiga gelar Copa del Rey sepanjang sejarah, sementara Atletico mengincar gelar ke-11. Kedua tim memiliki ikatan khusus dengan kompetisi tersebut, terutama melalui dua striker yang pernah mengenakan seragam lawan: Antoine Griezmann, mantan pemain Real Sociedad, dan Alexander Sorloth, yang pernah berlabuh di klub Basque selama dua musim.

Berikut susunan pemain yang memulai laga:

Atletico Madrid (4-4-2)Real Sociedad (4-2-3-1)
Juan Musso (GK)Unai Marrero (GK)
Nahuel Molina, Marc Pubill, Robin Le Normand, Matteo RuggeriJon Aramburu, Jon Martín, Duje Caleta‑Car, Sergio Gomez
Giuliano Simeone, Marcos Llorente, Koke (c), Ademola LookmanBenat Turrientes, Carlos Soler
Antoine Griezmann, Julian ÁlvarezAnder Barrenetxea, Luka Sucic, Gonçalo Guedes
Mikel Oyarzabal (c)

Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi. Real Sociedad mencetak gol tercepat dalam sejarah final Copa del Rey berkat sundulan Ander Barrenetxea dari umpan silang Gonçalo Guedes, yang tak terjangkau oleh Musso. Atletico merespons cepat; pada menit ke‑19, Griezmann memberikan umpan matang kepada Ademola Lookman yang menembakkan tembakan keras, menyamakan kedudukan 1‑1.

Momentum berganti lagi pada menit ke‑45+1, ketika Juan Musso melakukan pelanggaran dalam duel udara dengan Guedes, menghasilkan penalti. Mikel Oyarzabal mengeksekusi dengan tenang, mengembalikan keunggulan Real Sociedad 2‑1. Tim tuan rumah tidak menyerah. Pada menit ke‑83, Julian Álvarez menembak keras dari sisi kanan, meluncur ke sudut atas gawang, menyamakan kembali skor menjadi 2‑2.

Selang dua babak tambahan, kedua belah pihak gagal mencetak gol tambahan. Waktu reguler 90 menit dan tambahan 30 menit berakhir dengan skor imbang, memaksa duel berlanjut ke adu penalti. Tekanan memuncak, dan kiper Juan Musso sempat menggagalkan satu tembakan, namun tidak cukup untuk mengubah arah hasil.

Dalam adu penalti, Real Sociedad tampil lebih tenang. Dari lima eksekutor, empat berhasil mencetak, sementara Unai Marrero menepis tembakan Alexander Sorloth dan Julian Álvarez. Atletico Madrid hanya mencetak tiga gol; kegagalan Sorloth dan Álvarez menjadi faktor utama kekalahan. Dengan hasil akhir 4‑3, Real Sociedad mengangkat trofi Copa del Rey 2026, menambah koleksi mereka menjadi empat gelar.

Kemenangan ini sekaligus menegaskan kembali catatan historis Real Sociedad atas Atletico di kompetisi tersebut, mengingat mereka juga menundukkan tim tersebut lewat penalti pada final edisi 1987. Bagi para pendukung La Real, momen ini lebih istimewa karena dapat disaksikan langsung di stadion, berbeda dengan final 2020 yang berlangsung tanpa kehadiran penonton akibat pandemi.

Setelah laga, pelatih Diego Simeone menyampaikan rasa kecewa namun tetap menghargai perjuangan tim. “Kami sudah berjuang keras, namun Real Sociedad lebih unggul pada hari ini,” ujar Simeone. Sementara itu, kapten Koke menegaskan bahwa tim akan bangkit kembali dan menargetkan trofi lain di musim depan.

Final Copa del Rey 2026 ini tidak hanya menjadi ajang adu taktik antara Diego Simeone dan Pellegrino Matarazzo, namun juga memperlihatkan bagaimana sejarah, nostalgia, dan tekanan mental dapat menentukan hasil dalam sepak bola kelas dunia.

Leave a Comment