IPD – 10 April 2026 | PSMS Medan melakukan perombakan skuad menjelang laga penting melawan Garudayaksa FC pada pekan ke-24 Liga 2 Grup 1. Dua pemain senior, Zikri dan Felipe, resmi dipulangkan dari tim, memberi ruang bagi pemain muda untuk mengisi posisi yang ditinggalkan. Keputusan ini diambil setelah evaluasi teknis intensif, mengingat persaingan ketat di papan atas klasemen sementara.
Pertandingan antara PSPS Medan dan Garudayaksa FC dijadwalkan pada Sabtu, 11 April 2026, pukul 15.30 WIB, di Stadion Pakansari, Bogor. Kedua tim sama-sama berambisi mengamankan tiga poin; Garudayaksa ingin mempertahankan posisi runner‑up dengan 42 poin, sedangkan PSMS menargetkan kenaikan poin untuk keluar dari zona menengah dengan 31 poin saat ini.
Sejarah pertemuan kedua klub belum memberikan harapan bagi PSMS. Pada pertemuan pertama di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang, pada 31 Oktober 2025, PSMS tersingkir dengan skor 0‑2. Laga balasan di Stadion Pakansari pada 25 Januari 2026 berakhir dengan kemenangan tipis Garudayaksa 2‑1. Rekor tersebut menegaskan bahwa PSMS belum pernah mengalahkan Garudayaksa sejak bergabung di Liga 2.
Keputusan memulangkan Zikri dan Felipe menjadi langkah strategis. Zikri, bek kanan berpengalaman, dan Felipe, gelandang serba bisa, diputuskan untuk memberi ruang kepada pemain muda yang telah menunjukkan performa konsisten di kompetisi junior. Pelatih PSMS menekankan pentingnya rotasi pemain untuk menjaga kebugaran, terutama menjelang akhir musim ketika intensitas pertandingan meningkat.
Berikut adalah posisi sementara enam tim teratas di Grup 1 Liga 2:
| Pos | Tim | Poin |
|---|---|---|
| 1 | Adhyaksa FC | 44 |
| 2 | Garudayaksa FC | 42 |
| 3 | FC Bekasi City | 37 |
| 4 | Persiraja Banda Aceh | 37 |
| 5 | Sumsel United | 37 |
| 6 | PSMS Medan | 31 |
Statistik menunjukkan jarak poin yang masih cukup signifikan antara PSMS dan dua tim teratas. Namun, dengan sisa empat laga, peluang promosi masih terbuka bagi PSMS asalkan mampu mengumpulkan poin maksimal. Kemenangan melawan Garudayaksa tidak hanya memberikan tiga poin tambahan, tetapi juga meningkatkan moral tim yang selama ini mengalami kegagalan melawan lawan tersebut.
Pelatih PSMS menambahkan, “Kami percaya bahwa pemain muda yang diberikan kesempatan dapat menampilkan energi baru. Lepasnya Zikri dan Felipe bukan berarti melemahkan lini belakang, melainkan mengoptimalkan taktik yang lebih dinamis.” Ia juga menekankan pentingnya disiplin taktis, terutama dalam mengantisipasi serangan cepat Garudayaksa yang dikenal mengandalkan kecepatan sayap.
Di sisi lain, Garudayaksa FC datang dengan kepercayaan diri tinggi. Poin 42 menempatkan mereka pada posisi kedua, hanya dua poin di belakang pemimpin grup, Adhyaksa FC. Tim Ayam Kinantan menekankan konsistensi pertahanan dan eksploitasi celah di lini tengah lawan. Jika PSMS berhasil menahan serangan sayap Garudayaksa, peluang untuk meraih hasil positif akan semakin besar.
Penonton di Stadion Pakansari diprediksi akan menyaksikan duel yang sengit. Kedua tim memiliki basis suporter yang kuat, dan atmosfer pertandingan diperkirakan akan memicu adrenalin para pemain. Bagi PSMS, dukungan lokal dari Medan yang mengikuti secara daring menjadi faktor psikologis penting.
Secara keseluruhan, pertandingan ini menjadi ujian nyata bagi PSMS dalam upaya mengubah nasib musim. Jika tim dapat mengatasi tekanan sejarah kekalahan dan memanfaatkan tenaga pemain muda, mereka berpotensi mengubah arah klasemen. Sebaliknya, kegagalan akan menambah beban pada agenda promosi yang kini semakin ketat.
Dengan strategi rotasi, penekanan pada taktik defensif, dan motivasi untuk mengakhiri dominasi Garudayaksa, PSMS menatap Sabtu depan dengan tekad kuat. Hasil akhir pertandingan akan menjadi indikator jelas apakah perubahan skuad memberikan dampak positif atau justru menambah tantangan di tahap akhir Liga 2.
