IPD – 10 April 2026 | Musim 2025/2026 BRI Super League memasuki fase krusial menjelang penghujung kompetisi. Hingga pekan ke-26, Persib Bandung menancapkan diri di puncak klasemen dengan 61 poin dari 26 laga, mengungguli Borneo FC empat poin. Konsistensi Maung Bandung tercermin dari catatan 19 kemenangan, 4 hasil seri, dan hanya tiga kekalahan, serta selisih gol +31. Keberhasilan ini tidak lepas dari peran penyerang asal Brasil, Ramon Tanque, yang mencetak gol penentu melawan Bangkok United pada menit tambahan pertama babak pertama.
Di sisi lain, Persija Jakarta mengalami penurunan tajam. Setelah mengumpulkan 52 poin, klub ibukota kini berada di zona perantaraan, hanya sembilan poin di belakang Persib. Pelatih Bepe menegaskan bahwa peluang juara masih terbuka, namun tekanan untuk mengamankan posisi aman semakin berat seiring berkurangnya sisa laga.
Sementara itu, PSBS Biak menempati posisi paling bawah dengan 18 poin. Rekor tanpa kemenangan dalam sembilan laga terakhir (7 kalah, 2 imbang) dan kebobolan 59 gol menjadikan mereka tim dengan pertahanan terburuk musim ini. Masalah internal seperti tunggakan gaji pemain dan daftar larangan FIFA menambah beban psikologis, mengancam eksistensi klub di kasta tertinggi.
Di wilayah tengah klasemen, Persipura Jayapura berjuang untuk mengamankan tiket promosi. Dengan 46 poin dari 23 pertandingan, mereka berada di peringkat dua Grup Timur, tiga poin di belakang pemuncak PSS Sleman. Jika klasemen tidak berubah, Persipura akan bertemu Garudayaksa FC, klub baru yang didirikan oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto pada 2023, dalam laga play‑off promosi. Pertarungan ini dianggap simbolik, mempertemukan warisan klub legendaris dengan entitas baru yang didukung pemerintah.
Adrian Luna, gelandang asal Argentina, kembali memperkuat Persik Kediri menjelang laga krusial melawan Madura United. Kedatangan Luna diharapkan menambah kreativitas lini tengah Persik, yang saat ini berusaha menstabilkan posisi menengah klasemen.
Berikut ringkasan klasemen sementara BRI Super League 2025/2026 (26 pertandingan):
| Posisi | Tim | Poin | Men | Seri | Kalah | Selisih Gol |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Persib Bandung | 61 | 19 | 4 | 3 | +31 |
| 2 | Borneo FC | 57 | 17 | 6 | 3 | +24 |
| 3 | Persija Jakarta | 52 | 15 | 7 | 4 | +18 |
| … | … | … | … | … | … | … |
| 18 | PSBS Biak | 18 | 4 | 2 | 20 | -41 |
Statistik menunjukkan jurang poin yang signifikan antara papan atas dan zona degradasi. Persib Bandung kini menargetkan tiket AFC Champions League 2026/27, sementara PSBS Biak harus berjuang keras untuk menghindari relegasi. Persija, meski berada di posisi menengah, masih memiliki peluang untuk menembus zona juara bila mampu mengamankan poin maksimal di delapan laga terakhir.
Pengamat menilai bahwa kompetisi tahun ini semakin kompetitif, dengan setiap poin menjadi sangat krusial. Faktor-faktor eksternal seperti manajemen keuangan, kebijakan transfer, dan stabilitas kepelatihan menjadi penentu utama dalam menentukan nasib klub. Persipura, dengan pengalaman lebih dari tiga dekade, berharap dapat mengatasi tantangan play‑off melawan Garudayaksa FC, sementara klub baru tersebut berambisi menembus kasta tertinggi demi memperkuat citra sepak bola Indonesia di level nasional.
Dengan sisa delapan pekan, drama klasemen BRI Super League diprediksi akan semakin intens. Persib Bandung harus mempertahankan performa tinggi, Persija berjuang menghindari zona merah, dan PSBS Biak berusaha menstabilkan pertahanan. Semua mata kini tertuju pada babak akhir, di mana setiap gol, setiap kartu, dan setiap keputusan taktik dapat mengubah peta persaingan.
