IPD – 19 April 2026 | Turnamen Piala Presiden 2026 akan menjadi sorotan utama dalam kalender sepak bola Indonesia menjelang dimulainya Liga 1 musim depan. Rencana penyelenggaraan ini dibahas secara intensif oleh PSSI, bersama Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir serta Ketua Steering Committee Maruarar Sirait. Kedua tokoh menegaskan adanya dua format kompetisi yang akan digelar secara bersamaan.
Format pertama, yang disebut Piala Presiden 2026, ditujukan bagi tim-tim Liga 4 yang berhasil meraih gelar di Piala Bupati/Wali Kota maupun Piala Gubernur. Kompetisi ini memberi peluang bagi klub-klub daerah untuk bersaing di level yang lebih tinggi, sekaligus menambah eksposur bagi pemain muda yang belum banyak tampil di panggung nasional.
Format kedua diberi nama Piala Presiden Super Match. Turnamen ini menjadi lanjutan dari tradisi pramusim yang biasanya diadakan sebelum kompetisi utama dimulai. Erick Thohir mengungkapkan bahwa Super Match akan melibatkan klub-klub besar dan bersejarah, meski nama peserta belum dipublikasikan secara resmi. Tujuannya adalah memberikan jam terbang tambahan bagi pemain inti, meningkatkan kualitas kompetisi domestik, dan memperkuat ekosistem sepak bola Indonesia agar lebih kompetitif di kancah Asia.
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, menyambut positif rencana tersebut. Dalam wawancara di Bandung, ia menilai bahwa keberadaan Piala Presiden 2026 memberikan kesempatan bagi timnya untuk menguji taktik dan menilai formasi sebelum memulai fase kompetisi liga. Hodak juga menambahkan bahwa ia berencana menurunkan pemain-pemain yang belum banyak bermain di BRI Super League 2025/2026, sambil tetap menjaga kualitas 11 pemain terbaik untuk meraih poin penting di setiap pertandingan.
Menurut Hodak, setiap pertandingan di turnamen pramusim dianggap krusial. “Kami fokus pada setiap poin dan setiap gol itu penting. Jadi tentu saja saya harus mencari pemain terbaik untuk dimainkan,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya memanfaatkan turnamen ini sebagai ajang evaluasi, terutama bagi pemain muda yang ingin menembus tim utama Persib.
PSSI menegaskan bahwa Piala Presiden 2026 akan diselenggarakan menjelang pembukaan Liga 1, sehingga dapat menjadi platform persiapan optimal bagi semua klub. Selain itu, keberadaan dua versi kompetisi diharapkan dapat memperluas jaringan kompetisi dari level akar rumput hingga level elit, menciptakan sinergi antara pengembangan bakat lokal dan eksposur klub besar.
Selain sepak bola konvensional, istilah “Piala Presiden” juga pernah muncul dalam dunia e‑sports. Pada tahun 2021, final Mobile Legends Piala Presiden Esports mempertemukan tim Aura Fire dan Alter Ego di Bali, menambah dimensi baru pada konsep turnamen yang mengusung nama yang sama. Meskipun tidak langsung terkait dengan agenda 2026, keberhasilan acara e‑sports tersebut menunjukkan potensi brand Piala Presiden untuk menjangkau audiens yang lebih luas.
Secara keseluruhan, inisiatif Piala Presiden 2026 mencerminkan ambisi PSSI untuk membangun ekosistem sepak bola yang inklusif, kompetitif, dan siap bersaing di level internasional. Dengan dukungan dari tokoh-tokoh seperti Erick Thohir, Maruarar Sirait, dan Bojan Hodak, diharapkan turnamen ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana penting untuk mengasah kualitas pemain dan memperkuat struktur kompetisi di seluruh tingkatan.
