Persija Hajar Persebaya 3-0, Pelatih Bernardo Tavares Mengecam Kerapuhan Tim di Pekan 27 Super League!

IPD – 13 April 2026 | Pekan ke-27 Liga Super 2025/2026 menjadi saksi dominasi Persija Jakarta atas Persebaya Surabaya dengan skor telak 3-0 di Stadion Gelora Bung Karno, Sabtu 11 April 2026. Kemenangan ini tidak hanya menambah tiga poin penting bagi Macan Kemayoran, tetapi juga menimbulkan kegelisahan di pihak hijau, khususnya setelah mereka menelan kekalahan beruntun selama tiga laga terakhir.

Gol pertama terbuka pada menit ke-16 lewat penalti yang dieksekusi Allano Lima setelah wasit memerintahkan titik putih akibat pelanggaran di dalam kotak penalti Persebaya. Allano mengeksekusi tembakan kaki kirinya dengan tenang, menembus jaring Andhika Ramadhani. Setelah itu, Persija terus menekan, namun belum mampu menambah angka hingga babak pertama usai dengan keunggulan 1-0.

Memasuki babak kedua, tekanan Persija semakin intensif. Pada menit ke-54, Eksel Runtukahu memanfaatkan kekacauan di kotak penalti lawan dan mencetak gol keduanya, mengubah skor menjadi 2-0. Eksel kembali menambah jumlah gol pada menit ke-76 setelah menerima umpan terukur dari Allano Lima, menutup skor akhir 3-0.

Pelatih Persija, Mauricio Souza, menyampaikan kepuasannya dalam konferensi pers pasca laga. Ia menekankan bahwa keseimbangan antara lini serang dan pertahanan menjadi kunci utama kemenangan. “Kami mendominasi permainan sepenuhnya. Jika sedikit lebih tenang di sepertiga akhir, skor bisa lebih besar. Kami bermain melawan tim hebat, tapi hari ini kami jauh lebih unggul,” ujar Mauricio.

Di sisi lain, pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, tidak menutup-nutupkan kekecewaannya. Ia menyoroti kesalahan mendasar yang menyebabkan gol pertama lawan, menyebutnya sebagai “penalti atau blunder yang seharusnya sudah dibahas sebelumnya namun tetap terjadi di lapangan.” Tavares menambahkan bahwa organisasi permainan timnya terlalu longgar, memberi ruang berlebih bagi Persija. Ia juga menyoroti runtuhnya mental pemain saat tertinggal, mengakui penurunan kontrol emosi dan fokus yang berbahaya bagi performa tim.

Menurut analisis taktik, Persebaya gagal menjaga kedisiplinan setelah kebobolan pertama, sehingga permainan menjadi tidak terkontrol dan mudah ditembus. Selain itu, serangan balik Persebaya pada menit ke-30 yang melibatkan Mihailo Perovic hampir menghasilkan gol, namun dinyatakan offside. Kesempatan-kesempatan tersebut tidak cukup untuk mengubah alur pertandingan.

Kekalahan ini menambah tekanan pada klasemen. Persija kini mengumpulkan poin penting untuk menguatkan posisi mereka di puncak, sementara Persebaya harus berjuang keras untuk memperbaiki posisi yang terancam tergeser oleh rival terdekat. Evaluasi besar dijadwalkan oleh teknis Persebaya guna memperbaiki kelemahan taktis dan mental sebelum memasuki tujuh laga penentuan akhir musim.

Dengan performa gemilang Eksel Runtukahu yang mencetak brace, Allano Lima yang menambah gol lewat penalti, serta pertahanan yang solid, Persija menunjukkan bahwa timnya kembali menemukan ritme yang hilang. Sementara itu, Persebaya harus bangkit dari luka mental dan taktik yang rapuh agar tidak terjerumus lebih dalam ke zona degradasi pada sisa musim.

Kemenangan 3-0 ini diharapkan menjadi momentum bagi Persija untuk terus merangkak naik di klasemen, sedangkan Persebaya harus segera menemukan solusi agar tidak terpuruk lebih jauh menjelang akhir kompetisi.

Leave a Comment