IPD – 11 Mei 2026 | Perang Iran belum berakhir menurut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Hal itu diungkapkannya dalam sebuah wawancara pada Minggu (10/5/2026). “Saya pikir perang telah mencapai banyak hal, tetapi ini belum berakhir karena masih ada material nuklir, uranium yang telah diperkaya yang harus dikeluarkan dari Iran,” kata Netanyahu saat tampil dalam program ’60 Minutes’ di CBS News.
Israel juga baru-baru ini melakukan deportasi terhadap dua aktivis yang ditahan karena ikut serta dalam armada bantuan untuk Gaza. Saif Abu Keshek, warga negara Spanyol, dan Thiago Avila, warga negara Brasil, merupakan bagian dari Global Sumud Flotilla yang diluncurkan dari Spanyol pada 12 April untuk mencoba memutus blokade Israel terhadap Gaza dengan mengantarkan bantuan kepada penduduk sipil di wilayah tersebut.
Kedua aktivis itu ditahan oleh otoritas Israel pada 29 April dan dibawa ke Israel. Mereka dituduh memiliki keterkaitan dengan organisasi teroris dan melakukan kegiatan ilegal, yang mereka bantah, mengklaim bahwa mereka hanya melakukan misi kemanusiaan untuk penduduk sipil Gaza dan penangkapan mereka di perairan internasional adalah tidak sah.
Situasi ini memanas karena perang antara Israel dan Iran yang belum berakhir. Presiden AS Donald Trump juga menolak proposal perdamaian yang diajukan oleh Iran, menyatakan bahwa respon Tehran tidak dapat diterima. Sementara itu, militer Iran mengatakan bahwa mereka siap jika perang dilanjutkan.
Konflik ini berdampak pada penduduk sipil di Gaza, yang sebagian besar masih mengalami kesulitan akibat perang. Bantuan kemanusiaan yang dikirim ke wilayah tersebut masih belum mencukupi, dan situasi keamanan tetap tidak stabil.
Dalam situasi yang kompleks ini, peran internasional sangat penting untuk mencari solusi yang damai dan adil bagi semua pihak yang terlibat. Perlindungan terhadap penduduk sipil dan upaya untuk menghentikan kekerasan harus menjadi prioritas utama.
