Perak Stabil di Tengah Ketegangan AS-Iran dan Tekanan Teknis XAG/USD

IPD – 07 April 2026 | Pasar perak (XAG/USD) menunjukkan pergerakan yang terbatas pada hari Senin, bergerak dalam kisaran sempit di sekitar level $73. Kondisi ini dipengaruhi oleh dua faktor utama: ketegangan geopolitik yang terus bereskalasi antara Amerika Serikat dan Iran, serta hambatan teknis yang menahan momentum naik pada grafik harian logam mulia tersebut.

Ketegangan di Timur Tengah kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan bahwa Amerika Serikat dan Iran sedang menjajaki kemungkinan gencatan senjata selama 45 hari. Pada awal sesi, optimisme muncul ketika sebuah portal berita internasional mengabarkan adanya pembicaraan intensif yang dimediasi oleh negara-negara regional. Namun, antusiasme tersebut segera memudar ketika layanan berita resmi Iran mengumumkan penolakan terhadap proposal yang diajukan melalui Pakistan, lengkap dengan sepuluh poin tuntutan yang meliputi penghentian konflik di wilayah tersebut serta pembukaan jalur aman di Selat Hormuz.

Ketegangan ini menambah ketidakpastian di pasar komoditas, terutama perak yang secara tradisional dipandang sebagai aset safe‑haven. Kenaikan harga minyak mentah yang dipicu oleh kekhawatiran pasokan memperkuat ekspektasi inflasi, yang pada gilirannya menambah tekanan pada dolar AS. Meskipun dolar menunjukkan pelemahan moderat, hal tersebut tidak cukup untuk mendorong perak menembus level resistensi yang lebih tinggi.

Secara teknis, grafik XAG/USD masih berada di bawah Simple Moving Average (SMA) 100 hari, menandakan bias jangka pendek yang masih lemah. Penolakan harga yang berulang di sekitar SMA 100 hari ($75,84) mengindikasikan bahwa pasar belum menemukan dorongan yang cukup kuat untuk melampaui batas tersebut. Jika harga berhasil menembus level itu, potensi kenaikan selanjutnya dapat diarahkan menuju SMA 50 hari di kisaran $82,35, dengan swing high bulan Februari di $96,62 menjadi target berikutnya.

Di sisi bawah, zona support terdekat berada di rentang $70‑$68, sementara titik terendah yang tercatat pada bulan Maret ($61,01) berada berdekatan dengan SMA 200 hari ($59,24). Indikator Relative Strength Index (RSI) berada pada level 43, mengindikasikan tekanan jual yang masih ada namun belum masuk zona oversold. Sementara itu, Moving Average Convergence Divergence (MACD) menunjukkan pergeseran kecil ke arah positif, meskipun masih berada di sekitar garis nol, menandakan bahwa momentum penurunan mulai melunak tetapi belum berbalik secara signifikan.

Faktor fundamental lain yang turut memengaruhi harga perak meliputi:

  • Dolar AS: Sebagai mata uang patokan, pergerakan dolar yang melemah cenderung mendukung kenaikan harga perak, sementara dolar yang kuat menahan kenaikan tersebut.
  • Harga minyak: Kenaikan minyak menambah tekanan inflasi, yang dapat meningkatkan permintaan logam mulia sebagai lindung nilai.
  • Kebijakan Federal Reserve: Ekspektasi suku bunga yang tetap tinggi memperkuat daya tarik perak sebagai aset non‑yield.
  • Permintaan industri: Perak banyak digunakan dalam elektronik, energi surya, dan aplikasi medis; perubahan dalam permintaan sektor‑sektor ini dapat memengaruhi harga secara signifikan.

Selain faktor‑faktor di atas, perak juga dipengaruhi oleh dinamika geopolitik global. Konflik di Timur Tengah, terutama yang melibatkan produsen minyak utama, dapat menimbulkan volatilitas pada pasar komoditas secara umum, termasuk logam mulia. Pada saat yang sama, perkembangan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran masih berada dalam tahap negosiasi yang rapuh, sehingga pasar cenderung menahan diri dari aksi spekulatif yang berlebihan.

Para analis menyarankan agar pelaku pasar tetap mengawasi dua level kunci: resistensi di $75,84 (SMA 100 hari) dan support di $70‑$68. Penembusan di atas resistensi dapat membuka peluang beli dengan target jangka menengah menuju $82,35, sedangkan penurunan di bawah support dapat memicu aksi jual lebih lanjut menuju zona $61‑$59.

Secara keseluruhan, perak saat ini berada dalam fase konsolidasi yang dipengaruhi oleh faktor geopolitik yang belum selesai serta tekanan teknis yang masih mengunci harga di bawah level rata‑rata bergerak utama. Investor yang mempertimbangkan posisi di pasar perak sebaiknya memperhatikan perkembangan politik antara AS dan Iran, serta indikator teknis utama, untuk menilai arah pergerakan selanjutnya.

Leave a Comment