IPD – 20 Mei 2026 | Pemerintah telah membentuk BUMN yang khusus menangani tata kelola ekspor, yakni PT Danantara Sumber Daya Alam (DSI). BUMN ini akan mulai bekerja pada Juni 2026 untuk tahap awal.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan bahwa menindaklanjuti perintah Presiden RI Prabowo Subianto yang telah mengumumkan penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam (SDA), Danantara pun kemudian membentuk satu badan yang bernama PT Danantara Sumber Daya Indonesia.
Rosan menjelaskan bahwa badan ini akan mengemban tugas berkaitan dengan transparansi transaksi ekspor Indonesia. Sebab, selama ini telah banyak terjadi under invoicing dan transfer pricing dalam kegiatan ekspor Indonesia.
Ia menegaskan bahwa pada Juni 2026, PT DSI akan mulai beroperasi tahap awal dengan hanya melakukan pencatatan transaksi. Kemudian, dilakukan evaluasi dalam jangka waktu 3 bulan hingga akhir tahun.
Di sisi lain, secara umum, Rosan menjelaskan bahwa dalam operasinya, PT DSI tetap akan menghormati kontrak ekspor yang ada. Akan tetapi, pada dasarnya PT DSI akan melihat pricing yang sesuai dengan indeks yang ada.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa badan ini akan mengelola ekspor komoditas CPO, batu bara dan paduan besi. Selanjutnya, pemerintah menargetkan mekanisme ini berlaku untuk seluruh komoditas SDA strategis.
Pada tahap transisi, Airlangga menyebut bahwa transaksi ekspor masih akan dilakukan antara perusahaan dan buyer. Menurutnya, tujuan mekanisme baru ini guna meningkatkan pengawasan ekspor maupun devisa hasil ekspor (DHE) komoditas strategis. Harapannya, mekanismen anyar ini bisa membangun validitas dan integritas data perdagangan.
Saham-saham terkait komoditas pun terpantau mendingin siang ini. Saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) terkoreksi 6% ke level Rp2.190. Kemudian saham PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) melemah 2,18% ke posisi Rp11.200. Tekanan juga terjadi pada saham PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) yang turun 0,31% ke level Rp1.585.
Namun, tidak seluruh saham sektor komoditas bergerak di zona merah. Saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) masih mampu menguat 0,11% ke posisi Rp23.250. Adapun saham PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) melonjak 6,79% ke level Rp2.830.
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada di zona merah pada sesi kedua perdagangan saham Rabu, (20/5/2026). IHSG melemah di tengah Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate menjadi 5,25%.
Mengutip data RTI, IHSG melemah 0,92% menjadi 6.312,20 pada pukul 14.48 WIB. Indeks saham LQ45 turun 0,34% menjadi 632,71. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.
Pada sesi kedua, IHSG berada di level tertinggi 6.459,55 dan level terendah 6.215,56. Sebanyak 508 saham melemah sehingga bebani IHSG. 172 saham menguat dan 135 saham diam di tempat.
Kesimpulan, pemerintah telah membentuk BUMN yang khusus menangani tata kelola ekspor, yakni PT Danantara Sumber Daya Alam (DSI). BUMN ini akan mulai bekerja pada Juni 2026 untuk tahap awal. Saham-saham terkait komoditas pun terpantau mendingin siang ini.
