IPD – 16 Juni 2026 | Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memeriahkan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah/2026 di Taman Bendera Pusaka, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dengan pawai obor elektrik pada Senin (15/6). Penggunaan obor elektrik merupakan bentuk adaptasi terhadap kondisi cuaca sekaligus mempertimbangkan aspek keamanan tanpa mengurangi nilai filosofis tradisi tersebut.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengatakan bahwa hampir di seluruh Indonesia, peringatan Muharam identik dengan pawai obor. Di Jakarta, pawai obor diadakan secara simbolis dengan menggunakan obor elektrik. Ini tetap menjadi penanda tradisi yang sangat khas di Indonesia.
Festival itu diadakan sebagai wujud syukuran bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Rano Karno menambahkan bahwa Jakarta sengaja menggelar Festival Muharam ini di ruang terbuka. Kalau dibilang pesta, ini bukan pesta, melainkan syukuran. Kita bersiap untuk berhijrah karena tahun depan Jakarta memasuki usia 500 tahun.
Sementara itu, di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, ribuan warga tumpah ruah ke jalan untuk menggelar aksi pawai obor dan lampion kreatif sembari mengelilingi kawasan perkampungan. Suasana sukacita dan syiar Islam begitu kental terasa saat malam pergantian tahun baru Islam tersebut.
Warga berjalan kaki secara teratur sembari tak putus-putus melantukan selawat nabi secara berjamaah. Titik kumpul dan pusat kemeriahan ini berpusat di Lapangan Desa Parseh, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan.
Di Aceh Barat Daya, Bupati Safaruddin mengajak masyarakat untuk memperkuat semangat hijrah Rasulullah. Ia mengatakan bahwa penyambutan Tahun Baru Hijriah merupakan momentum yang tidak hanya menandai pergantian tahun dalam kalender Islam, tapi juga menjadi saat yang tepat untuk melakukan muhasabah, evaluasi diri, serta memperkuat tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Di Kabupaten Brebes, ribuan warga memadati ruas jalan utama Kota Brebes untuk menyaksikan Pawai Akbar Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Cahaya obor yang berpendar, lantunan rebana, serta penampilan drumband dan kesenian tradisional berpadu menciptakan suasana religius yang penuh semangat dalam menyambut datangnya 1 Muharram 1448 H.
Wakil Bupati Brebes Wurja mengatakan bahwa peringatan 1 Muharram hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai pergantian tahun dalam kalender Hijriah, tetapi juga menjadi pengingat untuk terus melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Hijrah mengajarkan kita tentang keberanian untuk berubah, memperbaiki diri, dan memperkuat kepedulian terhadap sesama.
Menyambut Tahun Baru Islam, masyarakat Indonesia dari berbagai daerah mengadakan pawai obor sebagai bentuk syukuran dan perayaan. Pawai obor telah menjadi tradisi yang sangat khas di Indonesia dan merupakan penanda penting dalam kalender Islam.
Dalam momentum Tahun Baru Islam ini, masyarakat diajak untuk memperkuat persatuan, menjaga kerukunan, dan menumbuhkan optimisme terhadap masa depan Indonesia. Semangat hijrah yang terkandung dalam peringatan Tahun Baru Islam dapat menjadi energi positif bagi masyarakat untuk memperkuat kepedulian sosial, semangat gotong royong, dan kecintaan terhadap tanah air.
