IPD – 06 April 2026 | Leeds United menorehkan catatan sejarah baru pada Sabtu, 6 April 2026, setelah menaklukkan West Ham United dalam laga FA Cup yang penuh liku. Pertandingan yang berakhir 2‑2 setelah perpanjangan waktu berlanjut ke adu penalti, di mana Pascal Struijk menjadi pahlawan dengan mencetak gol penentu kemenangan. Keberhasilan ini mengantarkan Leeds ke semifinal kompetisi nasional bergengsi, pertama kalinya dalam 39 tahun.
Babak pertama dimulai dengan tekanan kuat dari Leeds. Pada menit ke‑12, Noah Okafor menemukan celah di pertahanan West Ham dan menyundul bola ke arah kiper Alphonse Areola, namun tembakan itu meleset dan menyentuh mistar gawang, membuat skor tetap 0‑0. Tekanan terus meningkat, dan pada menit ke‑31, pemain asal Swiss, Ao Tanaka, memberikan umpan terobosan kepada Okafor yang kembali beraksi, namun kali ini tembakan langsung menabrak tiang. West Ham berhasil membalas pada menit ke‑38 lewat gol tunggal, mengantarkan skor 0‑1 di hadapan pendukung mereka di London Stadium.
Menjelang akhir babak pertama, Leeds kembali menambah keunggulan melalui gol dari Dominic Calvert‑Lewin yang mengeksekusi penalti dengan tenang pada menit ke‑45+2. Dengan skor 0‑2, tampak bahwa Leeds telah menyiapkan tiket ke babak selanjutnya. Namun, drama belum berakhir.
Pada menit ke‑93, Jarrod Bowen melepaskan tembakan keras yang menghantam tiang, memicu kegembiraan di tribun West Ham. Bola memantul kembali ke dalam kotak penalti, di mana Matheus Fernandes berhasil menaklukkan kiper yang baru, Finley Herrick, setelah Areola terpaksa keluar karena cedera. Hasilnya, Leeds kembali mengurangi selisih menjadi 1‑2.
Tiga menit kemudian, Adama Traoré mengirimkan umpan terperinci ke dalam area penalti, dan Axel Disasi menambah gol penyamakan pada menit ke‑96, menjadikan skor 2‑2. Babak perpanjangan waktu berakhir dengan kedua tim masih seimbang, memaksa pertandingan masuk ke babak adu penalti.
Dalam adu penalti, tekanan semakin terasa. Finley Herrick, debutan kiper West Ham, langsung menolak tendangan pertama Leeds yang diambil oleh Joël Piroe. Bowen, yang sebelumnya menembak di perpanjangan waktu, gagal mengeksekusi tendangannya. Lima tendangan berikutnya berhasil masuk, kecuali satu tendangan dari Pablo yang meleset. Ketika giliran Pascal Struijk tiba, ia mengeksekusi tembakan dengan tenang ke sudut kanan atas kiper, mengamankan kemenangan Leeds United dengan skor penalti 5‑4.
Setelah kemenangan dramatis tersebut, pengundian semifinal FA Cup segera dilangsungkan. Leeds United dijadwalkan bertemu dengan Chelsea, sementara Manchester City akan berhadapan dengan Southampton. Chelsea, yang sebelumnya mengalahkan Port Vale dengan skor 7‑0, masuk sebagai favorit di atas kertas, namun peringatan keras diberikan oleh tim Leeds yang baru saja menunjukkan ketangguhan mental di London.
Semifinal akan diselenggarakan di Stadion Wembley pada akhir pekan 25‑26 April 2026. Pertandingan ini tidak hanya menjadi ajang adu taktik antara manajer, tetapi juga menjadi peluang bagi pemain muda seperti Struijk untuk mengukir nama dalam sejarah klub.
Keberhasilan Leeds United di turnamen ini mencerminkan perubahan strategis yang dilakukan sejak musim sebelumnya. Penempatan pemain yang fleksibel, peningkatan ketajaman dalam serangan balik, serta kemampuan menahan tekanan dalam situasi krusial terbukti membuahkan hasil. Pascal Struijk, yang biasanya berperan sebagai bek tengah, menunjukkan keberanian untuk melangkah ke depan dan mengubah alur pertandingan dengan satu tembakan krusial.
Dengan semifinal yang menanti, harapan para pendukung Leeds kini beralih kepada strategi tim dalam menghadapi Chelsea yang memiliki skuad penuh bintang. Namun, semangat yang ditunjukkan pada laga melawan West Ham memberikan keyakinan bahwa Leeds mampu mengukir kejutan lagi.
Kesimpulannya, perjalanan Leeds United ke semifinal FA Cup 2026 menegaskan bahwa tekad, keberanian, dan kualitas individu seperti Pascal Struijk dapat mengubah nasib sebuah tim. Pertandingan melawan West Ham United menjadi contoh klasik bagaimana sebuah laga dapat berbalik arah dalam hitungan menit, dan bagaimana adu penalti dapat menjadi panggung bagi pahlawan tak terduga. Kedepannya, semua mata akan tertuju pada Wembley, di mana Leeds berusaha menambah sejarah dengan menembus final demi pertama kalinya dalam hampir empat dekade.
