Pasar PHEV Februari 2026 Melonjak Tajam, Chery Cetak Penjualan Tertinggi di Asia

IPD – 03 April 2026 | Pasar kendaraan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) di Asia menunjukkan pertumbuhan signifikan pada bulan Februari 2026. Data terbaru mengindikasikan bahwa penjualan PHEV meningkat secara konsisten sejak awal tahun, dengan produsen asal Tiongkok, Chery, mencatatkan angka penjualan tertinggi di antara semua merek yang beroperasi di kawasan ini.

Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total penjualan grosir kendaraan bermotor pada periode Januari–Februari 2026 mencapai lebih dari 180.000 unit. Dari total tersebut, segmen PHEV menyumbang sekitar 12,5 persen, atau hampir 22.500 unit, menandakan lonjakan yang jauh di atas perkiraan tahun sebelumnya. Chery mendominasi segmen ini dengan penjualan sebesar 2.104 unit, menjadikannya pemain terdepan dalam kategori PHEV.

Berikut adalah ringkasan penjualan PHEV teratas pada dua bulan pertama 2026 (data resmi Gaikindo):

MerkModelUnit Terjual
CheryOmoda PHEV2.104
ToyotaCorolla Hybrid (plug‑in)1.732
HyundaiIoniq PHEV1.560
HondaCR‑V Hybrid Plug‑in1.340
KiaNiro PHEV1.210

Sementara pasar PHEV terus menguat, segmen MPV hybrid (full hybrid) masih menjadi pilihan utama konsumen Indonesia. Data penjualan MPV hybrid pada periode yang sama menunjukkan bahwa Toyota Innova Zenix Hybrid memimpin dengan 4.276 unit terjual, diikuti oleh Toyota Veloz Hybrid (484 unit) dan Wuling Darion PHEV (166 unit). Meskipun angka penjualan Wuling masih terbatas, kehadiran model PHEV dalam jajaran MPV menandakan tren adopsi teknologi plug‑in yang semakin meluas.

Fenomena kenaikan penjualan PHEV tidak hanya terbatas pada Indonesia. Di pasar luar negeri, khususnya Australia, produsen mobil Tiongkok berhasil menggeser dominasi Jepang pada bulan Februari 2026. Impor kendaraan dari Tiongkok mencapai 22.300 unit, menyumbang sekitar 25 persen pangsa pasar impor, melampaui Jepang yang hanya mengirim 21.600 unit. BYD menjadi sorotan utama dengan penjualan 10.200 unit, naik 160 persen dalam dua bulan pertama tahun ini, sementara Great Wall Motor (GWM) juga mencatat pertumbuhan signifikan pada segmen SUV dan pikap. Chery, meski tidak disebutkan secara spesifik dalam data Australia, turut memperluas jaringan distribusi dan menyiapkan model PHEV yang kompetitif.

Keberhasilan Chery di pasar PHEV dapat dijelaskan oleh beberapa faktor kunci. Pertama, strategi penetapan harga yang agresif membuat kendaraan plug‑in hybrid lebih terjangkau bagi konsumen menengah. Kedua, dukungan kebijakan pemerintah Indonesia yang memberikan insentif pajak dan kemudahan pembiayaan bagi kendaraan berteknologi rendah emisi mempercepat adopsi. Ketiga, jaringan layanan purna jual Chery yang terus berkembang, terutama di kota‑kota tier‑2 dan tier‑3, memberikan rasa aman bagi pembeli. Keempat, inovasi teknologi baterai yang memungkinkan jangkauan listrik yang lebih lama tanpa mengorbankan performa mesin konvensional.

Analisis para pakar industri menyatakan bahwa tren pertumbuhan PHEV akan terus berlanjut hingga akhir dekade ini. Dengan target pemerintah Indonesia untuk mengurangi emisi CO₂ sebesar 29 persen pada 2030, produsen yang mampu menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar, harga bersaing, dan jaringan layanan yang kuat akan semakin menguasai pangsa pasar. Di sisi lain, persaingan dengan merek‑merek asal Jepang dan Korea tetap ketat, namun keunggulan biaya produksi dan skala ekonomi yang dimiliki produsen Tiongkok memberikan mereka posisi yang menguntungkan.

Secara keseluruhan, data penjualan Februari 2026 menegaskan bahwa pasar PHEV di Asia, khususnya Indonesia, berada pada fase percepatan yang kuat. Chery berhasil menjadi pionir dengan mencatat penjualan tertinggi, sementara keberhasilan merek Tiongkok lainnya di pasar internasional seperti Australia menegaskan perubahan dinamika kompetitif global. Jika tren ini berlanjut, kita dapat mengharapkan penetrasi PHEV yang lebih dalam, dengan dampak positif bagi lingkungan dan transformasi industri otomotif di wilayah ini.

Leave a Comment