Oxford United Gagal Kunci Kemenangan di Fratton Park, Lankshear Bersinar, Romeny Terpinggirkan di Tengah Krisis Degradasi

IPD – 08 April 2026 | Oxford United kembali berada di ujung tanduk klasemen Championship setelah menahan imbang 2-2 melawan Portsmouth pada pekan ke-41 musim 2025/26. Pertandingan yang berlangsung di Fratton Park pada Senin (7/4/2026) malam memperlihatkan tekad tim milik Erick Thohir yang semakin terdesak di zona degradasi. Meskipun berhasil mencetak gol lewat Will Lankshear, striker muda asal Tottenham Hotspur, hasil imbang tersebut membuat U’s tetap berada di posisi ke-23 dengan 41 poin, hanya selisih satu poin dari zona aman.

Detik awal laga, Portsmouth langsung mengambil inisiatif dengan gol cepat pada menit kesembilan melalui Keshi Anderson. Kejadian itu diikuti oleh kontroversi ketika wasit mengeluarkan kartu merah untuk Connor Ogilvie (sebenarnya Connor Oglivie) karena tekel keras, menjadikan tim tuan rumah bermain dengan 10 pemain. Keuntungan numerik tampak memberi harapan bagi Oxford, namun peluang utama baru muncul pada babak kedua.

Will Lankshear, yang dipinjamkan dari Tottenham Hotspur, menegaskan pentingnya kontribusinya dengan menyundul bola ke gawang Portsmouth pada menit ke-81, mencatatkan gol ke-10nya di semua kompetisi musim ini. Setelah gol tersebut, Lankshear menyatakan harapannya untuk menambah jumlah gol demi membantu Oxford bertahan di kasta kedua. “Sepuluh gol di semua kompetisi, sembilan di Championship. Saya akan terus berjuang dan mencetak gol karena itulah passion saya,” ujar pemain berusia 20 tahun dalam wawancara di BBC Radio Oxford.

Namun kegembiraan tersebut tidak bertahan lama. Pada menit ke-88, Andre Dozzell menyamakan kedudukan untuk Portsmouth, memanfaatkan kesalahan pertahanan Oxford yang lemah. Gol penyama tersebut menutup skor menjadi 2-2, menambah tekanan pada pelatih Matt Bloomfield yang menegaskan tim masih memiliki lima pertandingan tersisa untuk berjuang.

Sementara Lankshear menjadi sorotan positif, situasi striker keturunan Indonesia, Ole Romeny, semakin memprihatinkan. Meskipun menorehkan satu gol dan dua assist dalam dua pertandingan terakhir bersama Timnas Indonesia, Romeny tidak masuk dalam daftar pemain Oxford sejak pertandingan melawan West Bromwich Albion pada 28 Februari. Pada laga melawan Portsmouth, namanya tidak tercantum dalam skuad 20 pemain, menandakan absen ketujuh kalinya beruntun. Kondisi fisik Romeny dikabarkan tetap prima, namun kepercayaan pelatih tampak menurun.

Ketidakhadiran Romeny memicu kegelisahan di kalangan suporter Indonesia, yang menilai keputusan klub tidak adil mengingat prestasinya di level internasional. Beberapa penggemar bahkan menyoroti keterkaitan antara pemilik klub, Erick Thohir, yang juga menjabat Ketua Umum PSSI, menimbulkan dugaan konflik kepentingan.

Dengan hasil imbang tersebut, Portsmouth tetap berada di peringkat ke-21 dengan 42 poin, sementara Oxford harus bersaing dengan West Brom (poin 45) dan Wrexham serta Millwall yang berada di zona play‑off. Jadwal lima laga terakhir Oxford meliputi pertandingan melawan Sheffield Wednesday (pekan ke‑45) yang dianggap sebagai peluang “mudah”, serta pertemuan melawan dua tim yang sedang berjuang untuk promosi.

  • Peckham United vs Sheffield Wednesday (pekan ke‑45)
  • Oxford United vs Wrexham (pekan ke‑46)
  • Oxford United vs Millwall (pekan ke‑47)
  • Oxford United vs West Brom (pekan ke‑48)
  • Oxford United vs tim terakhir (pekan ke‑49)

Pelatih Bloomfield menegaskan bahwa tidak ada keputusan final mengenai tim yang akan terdegradasi, sambil menekankan pentingnya menjaga semangat positif. “Kami masih memiliki lima pertandingan dan akan terus memburu poin,” pungkasnya.

Secara keseluruhan, pertandingan ini menyoroti dualitas performa Oxford United: di satu sisi, Lankshear menunjukkan perkembangan signifikan yang dapat menjadi kunci untuk bertahan, di sisi lain, kebijakan seleksi pemain seperti Ole Romeny menimbulkan pertanyaan tentang manajemen sumber daya manusia di klub. Dengan tekanan zona degradasi yang terus meningkat, keputusan taktik dan kebijakan pemilihan skuad dalam lima laga mendatang akan menentukan nasib Oxford United di Championship.

Jika Oxford mampu memaksimalkan kontribusi pemain muda seperti Lankshear dan mengoptimalkan strategi pertahanan, peluang untuk keluar dari zona bahaya masih terbuka. Namun, kegagalan mengatasi masalah internal dan ketidakstabilan dalam susunan pemain dapat mempercepat jatuhnya klub ke divisi yang lebih rendah.

Leave a Comment