IPD – 17 Maret 2026 | Intuit Dome di Inglewood menjadi saksi duel seru antara Los Angeles Clippers dan San Antonio Spurs pada Senin, 16 Maret 2026. Tanpa kehadiran bintang mereka, Kawhi Leonard, Clippers harus mengandalkan susunan pemain yang diperkuat oleh Darius Garland dan Jordan Miller. Namun, performa gemilang Victor Wembanyama memimpin Spurs mengamankan kemenangan tipis 119-115, menandai kemenangan ke-50 mereka dalam satu musim—pencapaian pertama sejak era 2016-17.
Absennya Kawhi Leonard Membuat Clippers Berjuang
Kawhi Leonard dinyatakan tidak bermain setelah mengalami keseleo pergelangan kaki pada pertandingan melawan Sacramento Kings dua hari sebelumnya. Meskipun sempat diturunkan menjadi probable, akhirnya ia dikonfirmasi out pada jam-jam menjelang pertandingan. Tanpa kehadiran Leonard, Clippers menurunkan Darius Garland sebagai playmaker utama. Garland mencetak 25 poin serta 10 assist, menjadi pencetak terbanyak tim, namun ia juga berkontribusi pada delapan dari 13 turnover Clippers.
Penampilan Wembanyama yang Mengubah Jalannya Pertandingan
Victor Wembanyama, yang telah mencatatkan performa konsisten sepanjang musim, menampilkan statistik impresif: 21 poin, 13 rebound, dan empat blok. Ia menjadi motor penggerak serangan Spurs, terutama pada kuarter kedua dan ketiga ketika Clippers sempat memimpin dengan selisih 17 poin. Wembanyama bersama Stephon Castle (23 poin, 7 rebound, 8 assist) menekan pertahanan Clippers, memaksa mereka menyerah pada serangan paint yang dominan.
Kejadian Dinamika Skor yang Bergelombang
Pertandingan dimulai dengan keunggulan awal Clippers, memimpin 37-29 pada akhir kuarter pertama. Namun, pada kuarter kedua, Spurs menjebol pertahanan Clippers, mengubah skor menjadi 66-52 di babak pertama. Pada akhir kuarter kedua, Spurs unggul 91-71. Clippers berusaha bangkit di kuarter ketiga, memotong selisih menjadi 108-102 berkat kombinasi layup Garland dan Mathurin. Upaya tersebut berlanjut hingga kuarter keempat, ketika Garland mencetak tiga poin penting dalam 38,7 detik terakhir, mengurangi jarak menjadi 115-111. Meski demikian, Wembanyama dan Devin Vassell menutup pertandingan dengan free throw yang menambah keunggulan akhir.
Statistik Tim dan Dampak pada Peringkat Play‑In
Spurs mengakhiri pertandingan dengan keunggulan rebound 52-35, dan mengumpulkan 22 offensive rebounds yang membantu mereka mencetak poin tambahan. Clippers, di sisi lain, memberikan 25 second‑chance points kepada Spurs. Dari bench, Clippers mencetak 57 poin dibandingkan 30 poin dari bench Spurs, menunjukkan kedalaman rotasi yang kuat namun belum cukup untuk menutupi kekosongan di lini depan.
Dengan hasil ini, Clippers kembali berada di posisi .500 (34-34) dan kini bersaing ketat untuk posisi 7‑10 dalam Play‑In Tournament. Sementara itu, Spurs melanjutkan tren kemenangan mereka, menutup musim reguler dengan catatan 50‑18, menempati peringkat kedua di Western Conference.
Reaksi Pelatih dan Pemain
- Tyronn Lue (Pelatih Clippers) menilai bahwa tim harus meningkatkan intensitas defensif, khususnya dalam menahan serangan paint Wembanyama.
- Garland mengakui bahwa turnover berperan besar dalam kegagalan tim, meski ia bangga dengan usaha comeback.
- Jordan Miller menyatakan bahwa lawan “menjadi sangat sulit ketika Wembanyama berada di paint”.
Secara keseluruhan, pertandingan ini menegaskan pentingnya kehadiran Kawhi Leonard bagi Clippers serta meneguhkan status Victor Wembanyama sebagai talenta muda paling berbahaya di NBA. Kedua tim kini harus menyiapkan strategi menjelang sisa 14 pertandingan musim reguler, dengan harapan memaksimalkan peluang masuk Play‑In.
