Setelah Nyepi, Pelabuhan Ketapang Diserbu Wisatawan: Antrean Panjang dan Upaya ASDP Mengurai Kemacetan

IPD – 20 Maret 2026 | Setelah perayaan Nyepi 2026 berakhir, Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi kembali dibuka dan langsung dipadati ribuan kendaraan yang menanti kesempatan menyeberang ke Bali. Penutupan selama 35 jam menimbulkan penumpukan permintaan, sehingga saat gerbang dibuka pada pagi hari, antrean kendaraan memanjang hingga satu kilometer di jalan raya Banyuwangi‑Situbondo.

Mayoritas kendaraan yang hadir merupakan angkutan pribadi, termasuk mobil keluarga, sepeda motor, dan bus pariwisata yang menyiapkan liburan ke Pulau Dewata. Salah satu penumpang asal Surabaya, Kiki Wirawan, mengaku menunggu sejak pukul 04.30 WIB dan rela menghabiskan dua jam antre demi dapat naik kapal pertama. “Kami sudah mengetahui pelabuhan akan tutup selama Nyepi, jadi kami menginap semalam di Banyuwangi dan menikmati wisata lokal sebelum melanjutkan perjalanan,” ujarnya.

Antrean Panjang dan Tantangan Logistik

Ketika pelabuhan kembali beroperasi, sebanyak 35 kapal siap melayani penyeberangan. Namun, volume kendaraan yang tiba‑tiba mengalir menimbulkan kepadatan di area parkir dan pintu masuk. Pengaturan lalu lintas harus dilakukan secara cepat agar tidak menimbulkan kemacetan yang meluas ke wilayah sekitarnya.

  • Antrean kendaraan mencapai sekitar 1 km pada pukul 07.00 WIB.
  • Rata‑rata waktu tunggu untuk menunggu giliran masuk kapal berkisar antara 1,5‑2 jam.
  • 35 kapal beroperasi dari enam dermaga yang dikelola PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).

Strategi Tiba‑Bongkar‑Mu­at (TBB) untuk Mempercepat Penyeberangan

Wakil Direktur Utama PT ASDP, Yossianis Marciano, menjelaskan bahwa seluruh armada 34 kapal (ada satu kapal yang sedang dalam perawatan) diterapkan sistem Tiba‑Bongkar‑Mu­at (TBB). Sistem ini memungkinkan kapal berlabuh, menurunkan kendaraan, kemudian langsung berangkat kembali tanpa menunggu proses bongkar‑muat yang lama.

Menurut Yossianis, skema TBB terbukti berhasil mengurai kepadatan yang terjadi di luar area pelabuhan Gilimanuk dalam seminggu terakhir. Langkah serupa diterapkan di Ketapang untuk memastikan arus kendaraan tetap mengalir lancar. ASDP juga meningkatkan koordinasi lintas instansi, melibatkan Kementerian Perhubungan, Kepolisian, serta pemerintah daerah setempat.

Komitmen ASDP terhadap Layanan Aman dan Humanis

Dalam pernyataannya, Yossianis menekankan pentingnya layanan yang aman, lancar, dan humanis. Ia mengimbau penumpang untuk mematuhi arahan petugas, memanfaatkan zona penyangga (buffer zone), serta mengatur jadwal perjalanan secara bijak. “Kami berkomitmen memastikan setiap perjalanan berlangsung tertib, terukur, dan nyaman hingga masa mudik Lebaran berakhir,” ujarnya.

Selain itu, ASDP menyiapkan kapal bantuan dan melakukan rekayasa lalu lintas di jalur menuju pelabuhan. Upaya ini diharapkan dapat menurunkan waktu tunggu dan mengurangi tekanan pada fasilitas parkir yang terbatas.

Dampak Ekonomi dan Pariwisata

Pembukaan kembali pelabuhan Ketapang tidak hanya berdampak pada mobilitas, tetapi juga pada sektor pariwisata di kedua pulau. Ribuan wisatawan yang menunggu penyeberangan membawa potensi belanja di area perbatasan, mulai dari makanan, akomodasi, hingga suvenir. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mencatat peningkatan pendapatan usaha mikro di sekitar pelabuhan sebesar 30 persen dalam minggu pertama setelah Nyepi.

Sementara itu, pihak pengelola pelabuhan mengingatkan bahwa peningkatan volume kendaraan menjelang Lebaran biasanya mencapai lebih dari 40 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Oleh karena itu, kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia menjadi kunci utama dalam mengelola arus manusia dan barang.

Secara keseluruhan, pembukaan kembali Pelabuhan Ketapang setelah penutupan 35 jam selama Nyepi memperlihatkan dinamika khas perbatasan antara Jawa dan Bali. Antrean panjang, strategi TBB, serta koordinasi lintas sektor menjadi elemen penting yang memastikan proses penyeberangan kembali ke kondisi normal. Masyarakat diharapkan dapat menikmati liburan dengan lancar, sementara pihak berwenang terus memantau situasi demi menjaga keamanan dan kenyamanan semua pihak.

Leave a Comment